TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 8 (PERJANJIAN)


__ADS_3

Menyadari ternyata hantu wanita itu adalah Qiaofeng, Chang yi dan Xiuhuan kemudian berdiri dan berjalan mendekatinya. "Qiaofeng?" ujar Chang yi sembari menatapnya dengan sedih.


Tetapi Qiaofeng malah mengeluarkan pedangnya dan mengarahkannya pada mereka berdua, setelah itu berkata. "Aku tidak akan segan-segan membunuh kalian"


Dengan penuh waspada Qiaofeng berjalan perlahan mendekati keduanya seraya mengacungkan pedangnya, Chang yi dan Xiuhuan juga terlihat berjalan mundur menghindari pedang itu.


"Qiaofeng!"


"Aku tau kalian berdua adalah orang yang mengabdi pada Jiao long, untuk apa kalian kemari? apa kalian tidak puas dengan semua yang kalian lakukan pada kami semua?" tanya Qiaofeng seraya mengerutkan keningnya.


"Mengabdi? kami tidak seperti itu, mana mungkin kami mengabdi pada orang yang berada di jalan yang salah" jawab Chang yi.


"Pembohong!" Qiaofeng kini mengarahkan pedangnya dekat dengan wajah Chang yi, melihat itu Xiuhuan lantas menjauhkan pedang itu darinya secara perlahan sembari sedikit berjalan dan berdiri membelakangi Chang yi.


Dia kemudian berkata. "Itu benar, kami tidak mengabdi padanya bahkan kami juga baru melihatnya"


"Mana mungkin aku tidak mempercayainya, terutama kau. Bukankah kau seorang ..."


"Kau harus percaya!" Xiuhuan tiba-tiba memotong ucapan Qiaofeng yang hampir mengatakan kebenaran tentang dirinya yang merupakan seorang roh. Dia tidak ingin ada manusia yang mengetahui kebenaran tentangnya, termasuk Chang yi.


"Saat kau menunjukkan semuanya pada kami, percayalah hari ini adalah pertama kalinya kami melihat sihir hitam" lanjut Xiuhuan.


"Lantas untuk apa kalian berdua kemari?"


Seraya tersenyum Xiuhuan kembali membalas perkataannya. "Kami adalah seorang pengembara"


"Kami bukanlah orang jahat seperti Jiao long, dan kami juga bukan penganut sihir hitam sepertinya"


Mendengar jawabannya itu Qiaofeng kemudian menurunkan pedangnya sembari mengalihkan perhatiannya dari keduanya. Lalu perlahan Chang yi berjalan mendekatinya. "Ternyata kalian semua juga korbannya, aku tidak menyangka ternyata raja Jiao long sekejam itu"


"Qiaofeng, dahulu aku adalah rakyatnya tetapi karena keserakahannya akan ilmu sihir juga keinginannya yang ingin terus hidup abadi, membuat kami semua rakyatnya menjadi korban dan kami adalah yang pertama sebelum kalian, juga mungkin yang lainnya"


"Kau?" Qiaofeng menatap Chang yi dengan terkejut saat mengetahui kebenaran tentang dirinya.


"Jika aku mengatakan yang lainnya apa kau akan percaya? Jiao long seharusnya sudah mati ratusan tahun yang lalu bersama dengan orang-orang sepertinya, tetapi dia hidup abadi karena jiwa murni dari salah seorang roh yang sekarang berada di dalam tubuhnya"


Mendengar kalimat itu keluar dari mulut Chang yi membuat Xiuhuan ikut terkejut seperti Qiaofeng, dia tidak menyangka ternyata Chang yi mengetahui semua itu padahal dia sendiri tidak tahu ternyata masih ada orang yang hidup setelah tertimpa sebuah bukit ratusan tahun yang lalu.


"Jiao long adalah dalang di balik perang antara manusia dan roh saat itu, dia telah menghasut semua kerajaan yang menjadi sekutunya untuk menyerang kawasan para roh bersamanya, dan mengambil jiwa murni di dalam tubuh mereka"


"Dia juga orang yang membunuh salah seorang roh berwujud naga putih"


"Na-Naga putih?" gumam Xiuhuan sembari mengepalkan kedua tangannya, dia tampak marah setelah mendengar kebenaran tentang Jiao long.


"Dia memang iblis" ujar Qiaofeng.


Chang yi sedikit mengangguk kemudian kembali berkata. "Kota itu dahulu ternyata merupakan kota yang damai?"

__ADS_1


"Iya, tapi setelah orang itu datang semuanya hancur"


"Dan sekarang kami semua jadi seperti ini karenanya, sampai mati pun kami masih membencinya dan memiliki dendam ingin membunuhnya"


"Karena dendam dan juga kebencian, membuat kalian semua menjadi seperti ini?"


"Kami berada di sini sudah cukup lama, sekitar empat tahun yang lalu kami mati di bunuh olehnya"


"Begitu ya" bisik Chang yi.


"Jadi kalian adalah seorang pengembara? dari mana kalian berasal?"


"Aku tinggal di sebuah desa kecil tidak jauh dari sungai yang mata airnya berasal dari gunung roh, desa itu tidak memiliki nama karena tidak banyak orang yang menempatinya"


"Sedangkan Xiuhuan ... mungkin dia seorang petapa, belum lama aku bertemu dengannya dan saat pertama kali melihatnya dia sedang bermeditasi"


"Pantas saja" Qiaofeng mengalihkan perhatiannya pada Xiuhuan yang dari tadi tidak berbicara, melihat itu Chang yi lantas berbalik ikut melihatnya.


"Xiuhuan ada apa?" saat melihatnya Chang yi menyadari ada sesuatu mengganggu fikiran pemuda itu yang membuatnya terdiam, dia juga melihat Xiuhuan tengah mengepalkan kedua jari tangannya.


Chang yi terlihat begitu penasaran dengan apa yang tengah dia fikirkan. Namun Xiuhuan tidak menjawab perkataannya dan hanya menggelengkan kepalanya. "Benarkah?"


"Xiuhuan, kau kenapa?" Chang yi yang penasaran kembali bertanya padanya.


"Jadi kau tidak memberitahunya?" sahut Qiaofeng.


Xiuhuan kemudian membalasnya dengan dingin. "Tidak ada"


Qiaofeng tersenyum pada Xiuhuan, sekarang dia baru mengerti ternyata pria roh itu tidak memberitahu rekannya bahwa dia adalah seorang roh berwujud naga putih, Qiaofeng lalu berkata pada Chang yi.


"Suatu hari nanti kau akan mengetahuinya"


" ... Apa kalian mau membantu ku?" lanjutnya.


Sesaat Chang yi menoleh pada Xiuhuan dan mereka saling tukar pandang, namun tidak lama dia kembali melihat Qiaofeng. "Membantu apa?"


"Balaskan dendam kami pada Jiao long, dan sebagai gantinya kalian akan terbebas dari tempat ini. Tetapi jika kalian menolak, kalian akan selamanya berada di sini"


Mendengar perkataannya itu sontak membuat Chang yi terkejut. "Balas dendam? tapi ... "


Tetapi lainnya halnya dengan Xiuhuan yang tanpa berpikir panjang langsung menerima permintaannya itu. "Kami akan melakukannya"


"Xiuhuan? kau?" Chang yi tidak bisa berbuat apa pun lantaran Xiuhuan telah menyetujui tawarannya.


Qiaofeng kemudian menyerahkan pedang miliknya pada Chang yi seraya berkata. "Baiklah kalau begitu ambilah, bunuh dia dengan pedang ini" dengan terpaksa Chang yi harus menerima pedang itu.


"Kutukan yang berada di tubuh mu adalah jaminannya, jika kalian tidak berhasil maka kau akan mati. Tetapi jika kalian berhasil maka kutukan itu akan menghilang, dan nyawa mu selamat" ujar Qiaofeng seraya tersenyum pada Chang yi.

__ADS_1


"Ah! haha ba-baiklah"


"Sekarang pergilah semoga kalian berdua berhasil melakukannya tanpa membahayakan nyawa kalian, selamat tinggal, ku harap suatu hari nanti kita bertemu kembali di kehidupan berikutnya"


Setelah itu mendadak hutan yang berada di sekeliling mereka kembali berubah, namun kali ini menjadi sebuah kota yang ramai, dan bersamaan dengan itu Qiaofeng menghilang entah kemana. Chang yi dan juga Xiuhuan kini tengah berdiri di tengah kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang.


"Kota ini?, kalau tidak salah ini adalah kota yang dahulu pernah ku kunjungi. Xiuhuan seharusnya kita datang kemari. Kota ini tidak jauh dari ngarai waktu itu" ujar Chang yi yang terlihat senang.


"Baguslah kita masih selamat, "akan tetapi Xiuhuan membalasnya dengan dingin bahkan sedikit pun tidak melihatnya ke arahnya.


"Sebenernya apa yang tengah kau pikirkan? sampai terdiam"


Xiuhuan tidak menggubrisnya dia malah pergi berjalan menuju gerbang seraya mengajaknya kembali melanjutkan perjalanan.


"Kita lanjutkan perjalanan sebelum siang hari"


"Hahhh baiklah"


...****************...


Perjalanan pun kembali mereka lanjutkan dan semakin lama matahari semakin tinggi. "Mengapa hari ini sangat panas?" ujar Chang yi yang tengah berjalan di belakang Xiuhuan.


Namun tampaknya Xiuhuan tidak mendengar perkataannya, dia terus berjalan seraya mengerutkan wajahnya.


"Sebenarnya orang itu kenapa?" terlihat Chang yi tidak berhenti melihat Xiuhuan yang tengah berjalan di hadapannya, dia kemudian berjalan mendekatinya, sebentar Chang yi juga menoleh pada Xiuhuan dan melihatnya tengah memasang wajah dingin.


"Kau sendiri yang mengatakan padaku agar aku tetap hidup, tapi kenapa mendadak kau membalikkan perkataan mu?"


"Jika kita tidak berhasil membalaskan dendamnya, maka aku yang akan di korbankan"


"Itu tidak akan terjadi" balas Xiuhuan yang akhirnya mau berbicara.


"Benarkah? bukankah tadi kau juga melihatnya? dengan mudah Jiao long menghilangkan nyawa mereka, dan itu mungkin juga akan terjadi padaku"


Masih dengan wajah dingin Xiuhuan kembali membalas perkataannya . "Jangan asal bicara, orang itu tidak ada apa-apanya tanpa jiwa murni di dalam tubuhnya"


"Jika kita mengambilnya, dengan mudah kita dapat membunuhnya"


"Ya kau benar, tapi bagaimana cara mengambilnya? itu akan sangat sulit"


"Ada banyak cara jika kita memikirkannya"


Lama berjalan tiba-tiba mereka berhenti lantaran di depan ada sebuah danau yang sangat luas, dan mereka tidak dapat menyebrangi-nya karena tidak ada sampan yang bisa mereka gunakan.


"Hahhh sepertinya ini adalah tantangan kedua, dahulu ada sebuah sampan di sini dan aku menggunakannya dari sebrang sana bersama yang lainnya untuk sampai kemari. Tapi sekarang benda itu tidak ada di sini, entah kemana" ujar Chang yi.


Xiuhuan lalu menoleh padanya. "Mari kita berenang"

__ADS_1


"Hah!!"


__ADS_2