
"Apa yang terjadi? tempat apa ini?, "Xiuhuan tampak menoleh dan melihat Chang yi berada di sebelahnya dengan kondisi tidur, ia lalu membangunkannya dengan memanggil namanya secara berbisik.
"Chang yi bangun, Chang yi?"
Akan tetapi Chang yi tak kunjung bangun meski berkali-kali Xiuhuan memanggil namanya, pada akhirnya Xiuhuan yang mulai kesal mengambil ancang-ancang dan hendak membangunkannya dengan cara mendorongnya hingga terjatuh. Benar saja, Xiuhuan mendorong tubuhnya ke arah Chang yi dan membuat dia jatuh menimpanya.
"Ahh apa yang terjadi?" sontak Chang yi yang tengah tidur pulas berteriak saat wajahnya mencium lantai, dia juga sangat terkejut melihat Xiuhuan tengah berada di atasnya dan menimpa tubuhnya.
"Xiuhuan? apa yang kau lakukan? mengapa kau menindih ku?"
"Ma-Maaf aku tidak sengaja, dari tadi aku memanggil mu tapi kau tidak kunjung bangun, jadi aku berniat mendorong tubuh mu agar kau terbangun, namun tidak sengaja aku terpeleset dan menimpa mu haha"
"Sekarang bangun dan menyingkir, tubuh mu sangat berat. Apa kau tidak melihat wajah ku mencium lantai!"
"Ah i-iya, "Xiuhuan terlihat berusaha untuk bangun akan tetapi itu tidak mudah lantaran kedua tangannya terikat. "Chang yi aku tidak bisa melakukannya"
"Jangan menyerah terus berusaha, aku tidak tahan dengan tubuh mu yang sangat berat, "Hingga akhirnya Chang yi yang sudah tidak tahan lagi menendang perut Xiuhuan dan membuatnya jatuh.
"Xiuhuan kau baik-baik saja?" ujarnya seraya melihat Xiuhuan yang baru saja jatuh menimpa tumpukan jerami.
Dengan raut wajah menahan marah Xiuhuan membalasnya. "Ya aku baik-baik saja"
"Kalau begitu sekarang bantu aku bangun"
Xiuhuan kemudian bergeser mendekati Chang yi dan membantunya bangun dengan cara menggigit kerah bajunya, lalu menariknya dengan sekuat tenaga. Meski kesulitan tapi pada akhirnya dia berhasil membantunya.
"Xiuhuan terima kasih"
" ... Tunggu, mengapa kita berada di sini? Xiuhuan, apa yang terjadi? dan kenapa kedua tangan kita terikat tali?"
Sembari menggelengkan kepalanya Xiuhuan menjawab pertanyaannya. "Aku juga tidak tau, saat aku terbangun tadi kita sudah berada di sini"
Tiba-tiba pintu yang ada di hadapan mereka terbuka sembari mengeluarkan suara, bersamaan dengan itu segerombol pria berbadan besar masuk ke dalam gubuk dengan membawa sebuah pedang. Chang yi dan Xiuhuan yang berada di sana terkejut saat melihat salah seorang dari mereka yang ternyata adalah pemimpin bandit yang pada saat itu mereka kira telah mati.
Orang itu tersenyum menyeringai pada keduanya seraya berjalan mendekati mereka yang kemudian bertinggung di hadapan Chang yi serta Xiuhuan, setelah itu ia berkata. "Lama tidak berjumpa"
__ADS_1
"Apa kalian mengira aku sudah mati? tentu saja tidak, aku masih hidup dan sekarang berada di hadapan kalian"
Orang itu lalu mengalihkan perhatiannya pada Chang yi dan terlihat sangat marah, setelah itu dengan kasar dia memegang wajahnya. Xiuhuan yang melihat itu lantas menyuruhnya untuk melepaskan tangannya dari Chang yi, seraya mengerutkan wajahnya.
"Jauhkan tangan kotor mu darinya!"
Namun orang itu tidak mendengarkannya dan malah menampar wajah Chang yi dengan sangat keras, tidak sampai di situ dia juga menendangnya berkali-kali.
"Hentikan!" melihat itu jelas membuat Xiuhuan sangat marah.
"Kenapa? kau tidak menyukainya?, "bandit itu ternyata juga menendangnya.
Dia lalu mengeluarkan pedang miliknya yang tajam dan menusuk perut Xiuhuan, Xiuhuan tidak bisa berbuat apa pun lantaran tangannya terikat dan dia harus menahan rasa sakit, Xiuhuan juga tampak memegang pedang yang baru saja menusuknya dan membuat tangannya terluka. Sembari kembali tersenyum bandit itu menarik pedangnya, bersamaan dengan itu darah keluar dari mulut Xiuhuan.
"Bagaimana rasanya?"
Chang yi yang berada di sebelahnya tampak tak berkutik, dan terlihat matanya menatap Xiuhuan sangat dalam. "Xiuhuan?"
Pemuda roh itu menoleh padanya dan darah tidak berhenti keluar dari mulutnya, dengan suara lirih dia berkata. "Sial aku tertusuk"
Melihatnya menderita dan kesakitan, membuat Chang yi tidak dapat menahan air matanya dan menangis di hadapannya. Saat Xiuhuan melihat itu mendadak ia kembali teringat dengan ayahnya.
____________________
"Siapa yang menyerang ku dari belakang? bukankah itu adalah sihir hitam?" dengan suara nafas terengah-engah serta memegang salah satu tangannya yang terluka Yu xiang terlihat mencari-cari orang yang baru saja menyerangnya.
Saat ia hendak berdiri tiba-tiba sebuah pedang menusuknya dari belakang yang membuat darah keluar dari mulutnya, orang yang telah menusuknya adalah seseorang yang sebelumnya menyerangnya. Dan tampaknya kejadian itu di lihat oleh Xiuhuan yang akan menghampirinya, dengan matanya sendiri Xiuhuan melihat pedang itu menusuknya sangat dalam.
"Xiuhuan?, "Yu xiang ternyata juga melihatnya, dia melihat Xiuhuan tengah berdiri mematung sembari melihat ke arahnya, dan saat kedua matanya akan tertutup dia tersenyum pada Xiuhuan sembari air mata jatuh membasahi kedua pipinya.
____________________
Bandit-bandit itu kemudian menarik paksa Chang yi dan membawanya keluar, Xiuhuan yang terluka parah tidak dapat berbuat apa pun lantaran rasa sakit yang ia rasakan. Salah satu dari mereka terlihat menutup pintu lalu menguncinya, setelah itu dia membakar gubuk kecil yang di dalamnya masih ada Xiuhuan. Dengan sangat cepat api merambat dan membakar sebagian gubuk.
Xiuhuan yang berada di dalam ternyata mulai kehilangan kesadaran, namun dia tetap berusaha untuk bernapas dan membuat dirinya tetap membuka mata agar ia dapat menyelamatkan Chang yi yang baru saja pergi bersama para bandit itu.
__ADS_1
Disisi lain Chang yi terlihat di bawa ke sebuah tempat yang jauh dari gubuk, di sana mereka menyiksanya tanpa henti dengan menggunakan sebuah kayu dan rotan. Mereka juga memukul dan menendang tubuhnya sangat keras hingga membuatnya terluka parah.
"Mengapa kalian melakukan itu padanya yang jelas-jelas Xiuhuan tidak ada hubungannya dengan masalah ku!"
"Orang itu menghajar kami habis-habisan hingga membuat beberapa rekan kami mati" balas salah seorang bandit.
"Karena itu kami sangat dendam padanya dan berencana membunuhnya jika kami bertemu dengannya kembali"
"Aku tidak akan memaafkan kalian setelah semua yang kalian lakukan padaku! akan ku pastikan kalian semua mati, "dengan penuh amarah Chang yi berteriak pada mereka dan meluap kan kemarahannya.
Akan tetapi perkataannya itu ternyata malah membuat semua bandit yang ada di sana tertawa geli saat mendengarnya, tawa keras mereka terdengar menyakitkan bagi Chang yi. Amarah dalam dirinya semakin memuncak dan tidak dapat dia tahan, lalu salah seorang bandit mendekat padanya dan membuka tali yang terikat kuat di kedua tangannya.
"Buktikan jika kau memang akan menghabisi kami"
Dengan sempoyongan Chang yi berusaha berdiri sembari menahan sakit, sesaat dia menatap satu persatu orang-orang itu sembari mengeluarkan pedang pemberian Qiaofeng. Chang yi kemudian mengangkat pedangnya dan berlari ke arah mereka.
Tapi dengan mudahnya mereka semua menghindar sembari menertawakannya, Chang yi yang sudah di selimuti emosi tampak tidak mempedulikannya dan terus menyerang mereka meski berkali-kali pedang di tangannya tidak mengenai mereka.
"Dia hanya orang payah" ujar salah seorang bandit.
Di sana juga terlihat pemimpin bandit yang sebelumnya menyerang Xiuhuan tengah duduk seraya meminum sebotol anggur yang ia pegang di tangannya. Dari wajahnya dia amat bahagia menontonnya dan sesekali orang itu tertawa saat Chang yi terjatuh. Chang yi yang merasa di remehkan lalu mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya pada mereka, sontak hal itu membuat para bandit itu marah karena batu besar itu hampir mengenai kepala mereka. Melihat ekspresi orang-orang itu yang tampak terkejut membuat Chang yi tertawa keras.
"Lihat wajah kalian, itu membuat ku merasa senang"
Mendengarnya tertawa membuat para bandit itu tersulut emosi, salah seorang dari mereka lalu membawa sebuah tali dan mengikatkannya pada perut pemuda itu. Dengan menggunakan tali itu mereka menjadikannya sebuah mainan, tubuhnya terus di tarik dan di lempari sebuah jerami sembari memukulinya. Mereka juga membawa pedang miliknya dan hendak mematahkannya, akan tetapi di saat itu akan terjadi dengan sendirinya pedang itu mengeluarkan sebuah sihir yang membuat mereka semua terlempar. Pedang itu lalu tertancap pada sebuah batu besar yang perlahan di sampingnya muncul sesosok wanita dengan di selimuti kain putih, yang tidak lain dia adalah Qiaofeng.
Seraya mengerutkan wajahnya Qiaofeng menatap para bandit itu, ia kemudian mencabut pedang miliknya dan mengarahkannya pada mereka.
"Beraninya kalian menyentuh pedang ku!"
Semua bandit di sana seketika terkejut melihat kemunculan Qiaofeng, mereka juga ketakutan saat melihat kumpulan asap berwarna merah mengelilingi tubuhnya, bukan hanya itu suara jeritan menyeramkan juga menyakiti telinga mereka terdengar di mana-mana. Lalu pemimpin bandit yang dari tadi hanya duduk tampak berdiri dan mendekatinya.
"Siapa kau?"
Sebelum membalas perkataannya Qiaofeng terlihat mengarahkan pedangnya pada leher orang itu, setelah itu seraya tersenyum menyeringai ia berkata. "Orang yang akan menghabisi kalian semua"
__ADS_1
Tubuhnya kemudian perlahan di penuhi dengan lumuran darah serta kepalanya mendadak buntung, para bandit yang awalnya tampak gagah kini malah ketakutan dan gemetar melihat Qiaofeng. Tanpa fikir panjang Qiaofeng mendadak terbang mendekati mereka dan menyerang orang-orang itu dengan pedangnya.
"Qiaofeng, terima kasih, "Chang yi yang sudah tidak berdaya dan di penuhi dengan luka pada akhirnya jatuh dan tidak sadarkan diri.