TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 29 : SETENGAH RAHASIA TERUNGKAP.


__ADS_3

Siang berganti malam yang kini terasa menyejukkan, angin sepoi-sepoi juga sesekali bertiup dan menghembuskan helaian rambut keduanya yang masih berada di tempat sama, dari jendela terbuka tampak Chang yi dan Xiuhuan tengah berdiri seraya memandangi langit.


"Maaf Xiuhuan, aku merahasiakannya darimu. Ada sebuah alasan mengapa aku melakukannya, dan aku tidak bisa mengatakan semuanya padamu. Saat tadi menceritakan masa lalu ku, itu saja terasa begitu berat"


"Aku mengerti, lagi pula bukan hanya kau saja yang memiliki sebuah rahasia"


'Apa pada akhirnya Xiuhuan akan memberitahu kebenaran bahwa dirinya merupakan roh?'


"Lalu siapa?, "perkataan Xiuhuan membuat Chang yi berfikir pemuda itu mungkin akan memberitahu identitas aslinya, meski pun sebenarnya Chang yi sendiri sudah mengetahuinya.


"Semua orang yang sekarang hidup bersama kita di semesta ini, tetapi ada sebagian juga yang mungkin tidak memilikinya namun lebih banyak yang memiliki" balas Xiuhuan.


"Chang yi, kau bukan satu-satunya orang seperti itu, jadi tidak perlu meminta maaf"


"Xiuhuan?, "rasa bersalah muncul begitu saja, apa yang akan terjadi jika Xiuhuan mengetahui rencananya? jika melihat ke belakang, hubungan pertemanan mereka jelas tidak terlalu dekat karena keduanya belum lama saling mengenal.


'Jika aku memberitahunya, apa Xiuhuan akan berada di pihak ku? atau malah sebaliknya? sejak awal kami memang orang asing bukan? aku dan Xiuhuan, selama ini berjalan beriringan karena memiliki arah yang sama'


"Chang yi?, "tanpa sadar Chang yi melamun dan mengabaikan Xiuhuan di sebelahnya.


"I-Iya?" jawabnya yang sedikit bergetar.


"Sejak kapan kau bisa mengendalikan sihir itu? aku tidak pernah melihat mu berlatih"


"Beberapa hari yang lalu aku mengunjungi perpustakaan untuk mencari tahu tentang negeri Nan Yun, di sana kebetulan aku juga membaca beberapa buku lain. Seperti, bagaimana cara menguasai sihir yang menyatu dengan jiwa seseorang"


"Memang ini sangatlah singkat, tapi kau tidak tahu aku orang yang memiliki ingatan kuat. Semua tulisan yang ada di dalam buku itu, dapat ku hafal"


'Lagi-lagi aku berbohong. Xiuhuan, sebenarnya bukan sebuah buku yang mengajari ku, melainkan seseorang yang saat aku kecil memberikan ku latihan setiap pagi dan malam'


Malam semakin larut dengan salju yang tidak berhenti turun, namun semua itu bukanlah apa-apa baginya ...


Chang Yang saat ini tengah berdiri di ambang gerbang seraya memperhatikan jalanan kota yang tampak sepi, kedua lengannya ia taruh di belakang punggung dengan sorot mata lurus tanpa sedikit pun melirik tempat lain.


Jika ingin menjadi orang yang kuat, yang mampu mengendalikan berbagai teknik beladiri mau pun menguasai sebuah aliran sihir, kau harus berlatih pagi dan malam. Dengan begitu apa yang kau inginkan akan tercapai, bahkan setelah mendapatkan semua itu kau bisa menggunakannya untuk orang lain, gunakanlah apa yang kau miliki untuk kebaikan

__ADS_1


Perkataannya di masa lalu pada seseorang kembali dia ingat. Bukan hanya itu, bahkan juga dengan beberapa kejadian yang pernah di alaminya.


"Apa ada yang membebani fikiran anda?"


Chang Yang sedari tadi hanyut dengan ingatan masa lalunya, dia mulai sadar saat Chang yi datang menghampirinya.


Pemuda itu tersenyum seraya berjalan mendekat, "anda sedang merasa gundah? saya hanya ingin mengingatkan, tidak baik orang dengan usia seperti anda berdiri lama di luar saat malam hari, apa lagi anginnya begitu dingin di tambah salju yang tidak berhenti turun"


Wajah yang selalu tegas itu sekarang sedang memperhatikan penampilan pemuda yang berdiri beberapa langkah di hadapannya, dia yang selalu terlihat tegas perlahan semua itu mulai luntur di hadapan pemuda itu.


Chang Yang kemudian berkata, "bagaimana kabar mu?"


Pertanyaannya membuat Chang yi sesaat terkejut, tapi tidak lama ia tertawa dengan air mata yang berusaha di tahannya.


"Aku sempat mengira kau tidak akan mengingatku, ayah"


" ... Kau putra ku, jelas aku mengingat mu. Meski pun kita berpisah saat kau masih kecil, tapi sorot mata mu itu sangat ku ingat"


Sambaran petir seakan menghalanginya untuk membenci ayahnya sendiri, kejadian sepuluh tahun lalu adalah alasan mengapa ia tidak menyukai Chang Yang. Orang yang sudah membuang keluarganya sendiri, ternyata masih mengingat putra pertamanya.


Kenyataan ini seperti menusuknya, bagai angin malam yang teramat dingin. "Mengapa kau masih mengingat ku? aku bahkan sudah melupakan wajah mu itu"


Terasa begitu pelik kata-kata akan keluar dari mulut Chang yi, seperti menyuruhnya untuk diam sembari menatap wajah orang yang sangat dia benci.


"Itu sangat mengejutkan, aku tidak menyangka di pertemuan kita setelah sekian lama ini, kau mengatakan hal seperti itu dengan raut wajah menyedihkan!" ujar Chang Yi sedikit menaikan nada bicaranya, tampak juga kedua mata pemuda itu yang semakin memerah lantaran ia berusaha tidak menangis.


Tidak mengejutkan bagi Chang Yang melihat sorot mata putranya kini telah berubah, dahulu dia yang selalu melihat kegembiraan putranya saat bertemu dengan dirinya, sekarang semua itu telah menjadi kebencian.


Setelah membuang nafasnya yang terasa begitu berat, Chang Yang berkata. "Apa urusan mu kemari? seharusnya kau juga tahu betul tempat ini sekarang adalah neraka ... sebaiknya kau kembali pada mereka"


"Mereka? mereka sudah tiada"


"Apa maksud mu? " itu tidak benar, mereka yang di maksudnya adalah istri dan putra keduanya. Bagaimana bisa Chang Yi berkata seperti itu? apa artinya?


"Kau telah membunuh mereka Chang Yang"

__ADS_1


"Tidak! apa mungkin ...? bagaimana bisa kau membiarkan mereka seperti itu!" Chang Yang berbicara dengan suara keras setelah mengetahui fakta istri dan anak keduanya telah tiada. "Kau putra ku bukan! mengapa kau membiarkan mereka tiada, Chang yi!"


"Karena aku putra mu jadi mereka tiada"


Sial, kenyataan seperti ini membuat Chang Yang merasa hancur. Dia akui semua ini memang kesalahannya, tetapi Chang Yang tidak menyangka akan sampai kehilangan orang-orang yang di sayanginya.


Rasanya sangat geram dan seperti ingin kembali memutar waktu, lalu menyelamatkan mereka. Namun apalah daya itu tidak akan terjadi, bahkan tidak pernah.


"Kau menyesal bukan?" Chang Yang kini menatap lebih dalam wajah putranya itu. "Bagaimana rasanya mengalami kepahitan? itu pasti sangat menyakitkan"


"Chang yi, kau tidak tahu alasan mengapa aku melakukan semua itu"


"Kalau begitu beritahu aku! namun sebelumnya, lihatlah tempat ini sekarang tidak lagi indah seperti dahulu, "Chang yi melihat sekelilingnya. "Aku tahu semua orang di kota sebenarnya merasa terancam, karena sebagian dari mereka sudah menjadi mayat hidup. Orang-orang tidak berdosa itu takut akan mengalami hal yang sama"


"Tapi karena ancaman darimu, membuat rakyat tidak berani pergi dari tempat ini. Hei, ternyata kau sekejam itu"


Chang Yang menarik nafas dan kembali menunjukkan wajah tegasnya. "Terserah apa yang kau katakan, walau aku memberitahu mu tetap saja rasa benci itu akan selalu ada bukan?"


"Hebat, ternyata kau sangat mengetahui bagaimana putra mu ini ya"


...****************...


Xiuhuan yang masih berada di kamar Liu Changhai kembali melakukan meditasinya yang sempat gagal, lagi-lagi tubuhnya itu bercahaya. Seisi ruangan bahkan di penuhi asap api suci dari lilin yang di buatnya bersama hio, beserta sihir darah yang tak kunjung menghilang.


Kembali pada beberapa jam yang lalu, saat Xiuhuan bertanya pada Liu Changhai siapa orang yang mengendalikannya ...


Tolong katakan terlebih dahulu siapa orang yang mengendalikan mu?


Saat itu terdengar jawaban dari batin Liu Changhai, yang dimana dia menjawab. Orang yang selama ini berada di dekat mu, siang dan malam. Dia yang terlihat lemah namun memiliki banyak kelebihan, serta rahasia yang tersimpan


Seketika saat mendengar jawaban itu, orang yang terfikir olehnya tidak lain adalah Chang Yi.


Dia yang terlihat seperti orang biasa namun ternyata memiliki masa lalu cukup kelam ...


"Xiuhuan, masa lalu ku sepenuhnya berada di tempat ini, disinilah aku di lahirkan dan tumbuh hingga usia ku sepuluh tahun. Namun, pada saat itu ayah ku yang masih menjadi seorang raja, terhasut oleh Jiao long secara sadar"

__ADS_1


"Dari sanalah kehidupan kelam ku di mulai, semua rakyat membenci kami. Dan saat tahu aku, ibu dan adikku di usir dari istana lalu menetap di kota, mereka melampiaskannya pada kami bertiga. Dan karena itulah ibuku menjadi gila ... lalu mengakhiri hidupnya"


"Tiga bulan kemudian terjadi pengusiran pada sebagian rakyat yang di anggap membenci Jiao long, termasuk aku dan Changpu. Meski kabar yang beredar seluruh rakyat di usir, nyatanya itu tidak benar. Sebagian dari mereka ada yang mengabdi pada Jiao long, dan ada juga yang terpaksa tetap tinggal disini hingga ajal menjemput mereka"


__ADS_2