
"Kakak? kakak?"
"Changpu?" di sebuah tempat gelap dan tak berpenghuni terlihat Chang yi terbaring tidak sadarkan diri di atas lapangan rumput hijau yang luas. Langit di sana tampak hitam namun bukan malam hari serta terasa angin kencang bertiup dari arah selatan. Di tengah kondisinya itu Chang yi mendengar adiknya Changpu memanggilnya, dia bermimpi Changpu tengah berada di dalam rumah yang di selimuti api besar dan anak itu menangis sembari memanggil namanya. Chang yi yang melihatnya kemudian hendak menghampiri Changpu tapi entah kenapa dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya seperti ada yang menghalanginya. Hingga pada akhirnya api semakin besar dan membakar rumah itu bersama dengan Changpu.
"Changpu" teriak Chang yi seraya mengulurkan salah satu tangannya.
Kakinya mendadak lemas hingga membuatnya terjatuh, api yang semakin membesar mulai dapat Chang yi rasakan hawa panasnya, dan teriakan adiknya itu kini sudah tidak terdengar lagi. Dia hanya bisa terdiam memandanginya dan perlahan air matanya mulai jatuh. Namun tidak lama samar-samar tersiar suara seseorang memanggil namanya tetapi orang itu bukanlah Changpu. Dari suaranya terdengar seperti Xiuhuan.
"Chang yi?"
Mendengar itu Chang yi kemudian membalasnya dengan memanggil namanya, tetapi dia tidak dapat melihat Xiuhuan dimana pun dan hanya mendengar suaranya saja.
Suara itu semakin jelas dan rasanya Xiuhuan seperti berada di dekatnya, namun anehnya Chang yi tidak melihatnya berada di sana. Dan ternyata yang sebenarnya terjadi ialah, setelah hantu tanpa kepala itu membuat mereka tidak sadar. Dia kemudian membawa keduanya pada tempat asing dan membiarkan mereka begitu saja di tempat itu, beberapa jam kemudian Xiuhuan sadarkan diri, dan di sana dia melihat keduanya tengah berada di sebuah hutan yang asing baginya.
Setelah itu Xiuhuan berusaha menyadarkan Chang yi dengan memanggil namanya, dan di saat itu juga ternyata Chang yi tengah bermimpi berada di suatu tempat yang berbeda dengan Xiuhuan dan bertemu dengan adiknya Changpu.
"Chang yi? Chang yi!?" dengan penuh rasa khawatir Xiuhuan berusaha membangunkan Chang yi yang tidak kunjung sadar.
Chang yi yang masih bermimpi tiba-tiba di kejutkan dengan sosok wanita tanpa kepala muncul di hadapannya, Karena itu Chang yi akhirnya tersadar dan dia melihat Xiuhuan yang tengah duduk di sampingnya seraya memanggil namanya.
"Xiuhuan!"
Xiuhuan lalu membantunya bangun dan menyandarkan tubuhnya pada pohon di dekatnya, sedangkan Chang yi yang baru saja sadar itu terlihat memperhatikan sekelilingnya yang di penuhi pepohonan rindang.
"Kita ada dimana?" tanyanya pada Xiuhuan.
"Entahlah aku juga tidak tau"
"Tempat ini terlihat asing, kenapa pohon-pohon di sini memiliki bentuk yang sama?"
Xiuhuan yang tidak menyadarinya kemudian melihat sekitarnya, dan ternyata benar semua pohon di sana terlihat sama dari bentuk hingga tingginya.
"Sepertinya kita berada di alam lain"
"Alam lain?"
"Alam lain, alam para mahluk yang tak terlihat atau ..."
"Makhluk halus?"
"Iya"
"Ta-Tapi mengapa kita bisa berada disini?"
"Sepertinya ini ulah wanita tadi, dia membawa kita kemari saat kita tidak sadarkan diri"
"Begitu ya" mendadak Chang yi menunjukkan wajah sedih lantaran ia kembali teringat adiknya Changpu.
"Ada apa? tadi kau menangis apa yang kau lihat?"
"Aku bermimpi melihat adik ku berada di dalam rumah yang terbakar api ... dan aku tidak dapat menyelamatkannya"
" ... Kau masih belum bisa menerima kematiannya?"
"Tentu saja, dia mati dengan cara seperti itu mana mungkin aku menerimanya begitu saja"
Xiuhuan mulai memperhatikannya yang tengah bersedih, sebentar dia juga menundukkan kepalanya. Tapi tidak lama dia kemudian mengajaknya untuk pergi dari hutan itu dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.
"Chang yi! mari kita kembali berjalan"
...****************...
Lama berjalan namun mereka belum juga keluar dari tempat itu sedangkan hari sudah mulai gelap.
"Mengapa dari tadi rasanya kita terus saja berputar di tempat ini?" ujar Chang yi.
__ADS_1
"Sudah ku duga ini akan sulit karena kita berada di alam mereka, dan jalan satu-satunya untuk keluar adalah dengan portal yang membuka jalan antara alam ini dengan alam manusia"
"Sangat merepotkan, seharusnya tadi kita tidak pergi ke kota itu sekarang kita berada di entah berantah yang mungkin manusia lain belum pernah menginjaknya"
"Tunggu! jika ini alam mereka itu artinya mereka ada di sini?" lanjut Chang yi.
"Ada di mana-mana dan tak terhitung jumlahnya"
"Benarkah? semoga saja mereka tidak menunjukkan wujud menyeramkan"
" ... Berhenti?" Xiuhuan yang dari tadi berjalan mendadak menyuruh Chang yi untuk berhenti.
"Bagaimana jika berpencar?"
"Berpencar? sekarang kita sudah tersesat dan jika berpencar itu akan lebih buruk"
"Tidak ada jalan lain, "Xiuhuan kemudian mengeluarkan seruling-nya lalu berjalan mendekati Chang yi.
"Jika aku menemukan portal itu atau jalan keluar, maka aku akan memainkannya dan kau harus mengikuti suaranya hingga menemukan ku"
"Kemarin malam bagaimana cara mu membuat api?"
"Dengan menggunakan kertas sihir"
"Kalau begitu, jika kau menemukannya kau harus membuat api unggun dan aku akan mengikuti asapnya"
"Baik, karena hanya ini cara satu-satunya aku ikuti saja"
"Sampai ketemu nanti, "keduanya mulai berpisah dan berjalan ke arah yang berbeda, Xiuhuan mengambil jalan sebelah kanan sedangkan Chang yi mengambil jalan sebelah kiri.
......................
"Mengapa ini harus terjadi?" ujar Chang yi yang tengah berjalan seraya memainkan ranting kecil di tangannya.
"Sekarang aku berada di tempat yang di penuhi mahluk halus"
Sampai malam hari tiba keduanya masih belum menemukan jalan keluar. Chang yi yang mulai kelelahan karena terus berjalan memutuskan untuk istirahat dan kemudian duduk di samping sebuah pohon sembari menyandarkan tubuhnya.
"Sekarang sudah gelap dan perasaan ku mulai tidak enak"
"Apa sudah saatnya aku membuat api unggun? sekarang sudah malam dan kami juga cukup lama terpisah, selain itu aku sama sekali tidak mendengar suara seruling-nya"
Chang yi kemudian mulai mengumpulkan beberapa ranting kecil, lalu setelah itu menyusunnya. Dia juga mengeluarkan kertas yang sama seperti kemarin, setelah kertas itu terbakar Chang yi lalu menaruhnya di atas tumpukan ranting. Asap yang berasal dari api unggun kecil itu perlahan mulai naik ke atas, Chang yi juga tidak berhenti menambahkan ranting agar api tidak padam. Namun anehnya sampai tengah malam dia menunggunya, Xiuhuan tidak kunjung datang dan Chang yi yang tengah duduk terlihat mulai mengantuk.
"Kenapa dia tidak datang juga? apa ada hantu yang menyekapnya?" ujarnya sembari menguap.
Di saat matanya akan tertutup, Chang yi melihat Xiuhuan tengah berdiri jauh di depannya, entah dari mana dia datang dan tiba-tiba berada di sana. Melihat itu Chang yi membuka matanya lebih lebar untuk melihatnya lebih jelas.
"Xiuhuan? akhirnya kau datang, "Chang yi kemudian memanggilnya dengan berteriak.
"Xiuhuan," namun sangat aneh Xiuhuan hanya diam mematung dan tidak membalasnya.
"Hei Xiuhuan kemari"
"Mengapa dia diam saja?" gumamnya dengan heran.
"Xiuhuan jangan membuat ku repot, kenapa kau tidak mau kemari? bukankah tadi kau bilang kau akan mengikuti arah asap dari api yang ku buat? sekarang kenapa kau malah diam di sana? kau masih belum sampai, tinggal beberapa meter lagi untuk sampai pada asap ini" ujar Chang yi seraya berjalan mendekati Xiuhuan lantaran pemuda roh itu tidak mau menghampirinya maka dengan terpaksa dia harus menghampirinya. Tetapi baru beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba Xiuhuan malah berbalik dan lari menjauhinya.
"Eh ada apa dengannya?, "Chang yi kemudian mengejarnya sambil terus memanggilnya, namun Xiuhuan sama sekali tidak menoleh ke belakang.
"Xiuhuan jangan lari, kenapa kau mendadak aneh?"
"Xiuhan,"beberapa kali dia memanggil namanya tapi Xiuhuan tidak pernah berhenti dan malah lari semakin kencang.
Hingga akhirnya Chang yi kehilangan jejaknya karena Xiuhuan lari begitu kencang sampai dia tidak bisa melihatnya lagi. Chang yi kemudian berhenti tepat di tepi jurang yang ada di hutan itu dia juga terlihat begitu kelelahan.
__ADS_1
"Kemana dia?, "pemuda itu tampak terengah-engah dan begitu letih.
Lalu mendadak dari belakang Chang yi merasakan ada angin berdesir tepat di lehernya dan angin itu terasa dingin, sama seperti angin yang dia rasakan saat pertama kali menginjakkan kaki di kota hantu. Chang yi juga merasa ada seseorang tengah berdiri di belakangnya.
"Xiuhuan?"
Dia mengira itu adalah Xiuhuan, kemudian Chang yi berbalik untuk melihatnya, apa yang di fikirkannya ternyata benar itu adalah Xiuhuan. Dia berdiri sangat dekat dengannya sambil menatapnya dengan tatapan yang terlihat kosong.
"Xiuhuan mengapa kau tiba-tiba lari? kau juga tampak berbeda, apa kau sakit? wajah mu sangat pucat"
Xiuhuan tidak menjawab pertanyaannya, dia terus diam dan tidak berhenti menatapnya. Chang yi juga mulai tidak nyaman dengan tingkahnya itu, dia merasa ada yang berbeda dari Xiuhuan. Hingga tiba-tiba sesuatu mengejutkan dan tidak di sangka terjadi, Xiuhuan mendorong Chang yi yang tengah berdiri membelakangi jurang dengan salah satu tangannya. Chang yi tersentak dengan apa yang barusan di lakukan oleh Xiuhuan padanya, dia jatuh dari jurang yang sangat curam bahkan dasarnya pun tidak terlihat, saat itu juga sebelum Chang yi jatuh lebih dalam dia melihat Xiuhuan tersenyum menyeringai kepadanya .
"Itu bukan dia, "Dari sana dia tersadar bahwa orang yang dari tadi dia kejar bukanlah Xiuhuan. pada akhirnya perlahan tubuhnya lenyap menembus jurang yang sangat dalam dan juga gelap.
...****************...
Ternyata Xiuhuan yang asli baru saja tiba di tempat sebelumnya Chang yi berada, saat melihat asap itu Xiuhuan bergegas mengikutinya untuk bertemu dengannya namun sayangnya dia terlambat. Di sana terlihat api unggun yang masih menyala tetapi Xiuhuan tidak melihat Chang yi ada di sana, Xiuhuan tampak mencarinya dan sesekali memanggil namanya.
"Chang yi!"
Xiuhuan perlahan-lahan berjalan mendekati api unggun itu, yang kemudian bertinggung di dekatnya dan memperhatikan sebuah kertas berwarna merah yang hampir habis terbakar di sampingnya.
"Api ini baru menyala, "Dia lalu berdiri dan melihat sekitarnya sembari memanggil Chang yi.
"Xiuhuan?, "tidak berselang lama terdengar seseorang memanggilnya, saat mendengar suara itu mendadak Xiuhuan tertegun dia juga menunjukkan wajah terkejut karena ternyata suara itu adalah suara kakak laki-lakinya.
"Xiuhuan?"
Dari ujung matanya Xiuhuan melihat kakaknya tengah berdiri beberapa langkah di sampingnya sambil tersenyum, dia juga terlihat menaruh salah satu tangannya di belakang punggung yang biasa di lakukannya.
"Kau?"
Tetapi Xiuhuan bukanlah orang sembarangan, dia mengetahui orang itu bukan kakaknya melainkan adalah mahluk halus yang di penuhi dengan energi negatif. Dia adalah mahluk halus yang sebelumnya menyamar jadi dirinya untuk mengelabui Chang yi, dan sekarang mahluk itu berniat melakukan hal yang sama padanya, tetapi sayangnya rencananya itu tidak berhasil.
"Kau tidak bisa mengelabui ku" ujar Xiuhuan sembari menoleh padanya.
"Xiuhuan apa yang kau katakan? ini aku Yu Xuan aku kemari untuk menyelamatkan mu, karena tiba-tiba saja aku merasa kau dalam bahaya. Adik, mari kita kembali ke alam roh"
"Kau sangat pintar menyamar sepertinya, tetapi maafkan aku karena samaran mu itu terlalu mudah ku tebak"
"Samaran? samaran apa? aku tidak mengerti"
"Akan ku tunjukkan padamu" Xiuhuan mengeluarkan tiga buah jarum kecil dari tangannya yang kemudian dia lemparkan pada orang itu.
"Ah!" sontak mahluk halus yang menyerupai kakak laki-lakinya itu terkejut dan kemudian memutar tubuhnya untuk menghindar.
"Jangan sembarangan melempar benda itu padaku, karena jika itu sampai mengenai tubuh ku maka aku akan menjadi abu" ujar mahluk halus itu seraya tersenyum menyeringai.
"Aku tidak peduli" pria roh itu kembali memberikan serangan padanya namun kali ini dia menggunakan lebih banyak jarum yang dia lemparkan dengan kedua tangganya.
Dari dekat dapat terlihat jarum-jarum itu sangat tajam, saat benda itu mengenai sebuah pohon mendadak pohon yang tadinya tampak baik-baik saja seketika mati. Karena itu bukanlah jarum biasa benda itu telah di lapisi sebuah sihir serta racun yang dapat membuat mahluk halus dan tumbuhan mati atau menjadi abu, jika manusia yang tertusuk maka tubuhnya akan lumpuh dan kemudian mati.
Di alam roh Xiuhuan di kenal sebagai roh yang ahli membuat racun mematikan, dia akan menempelkan racun yang telah di buatnya pada sebuah jarum dan benda itu berguna untuk menyerang lawan. Meski kekuatan sihirnya rendah karena jiwa murni di dalam tubuhnya tidak sempurna tetapi dia sangat mahir dalam urusan meracik sebuah racun, selain itu Xiuhuan juga dapat menyembuhkan segala macam luka dan penyakit apa pun.
"Sepertinya kau tidak sebodoh dia" ujar mahluk halus itu.
"Jangan memanggilnya bodoh"
Mahluk itu mulai menekuk sepuluh jari tangannya dan kukunya mulai memanjang serta berwarna hitam, dia kemudian menyerang Xiuhuan menggunakan kukunya itu dengan tujuan akan menggeret kulitnya. Dan dengan kemampuan bela diri yang dia miliki, Xiuhuan menangkis setiap gerakannya hanya dengan satu tangan. Meski sedang bertarung Xiuhuan masih bisa tersenyum, dia juga terlihat tidak kesulitan melawannya seakan sudah tau dirinya lah yang akan menang.
Lain halnya dengan mahluk halus itu yang tampak terdesak lantaran kecepatan tangan Xiuhuan yang sulit dia imbangi, hingga akhirnya Xiuhuan menekan jantungnya sampai darah keluar dari mulut mahluk halus itu yang menyerupai kakaknya, dan dia terdorong beberapa meter darinya. Tidak sampai di situ, Xiuhuan kembali mengeluarkan jarum miliknya lalu dia melemparkannya pada mahluk halus itu. Dan kali ini benda itu berhasil mengenai tubuhnya.
Mahluk halus itu kemudian berteriak kesakitan karena beberapa jarum yang menusuk dada dan lehernya, api berwarna merah mendadak muncul mulai mengelilingi sekujur tubuhnya dan membakarnya hingga ke seluruh tulangnya, dan kulitnya yang melepuh mulai terkelupas hingga menjadi abu.
Xiuhuan tersenyum puas melihat itu, namun itu hanya sesaat lantaran dia teringat pada Chang yi. Xiuhuan mulai khawatir dengannya karena mungkin pemuda itu sekarang sedang dalam bahaya. Dia kembali mencarinya dan berniat memperluas area pencarian di tempat lain, tapi baru saja Xiuhuan hendak pergi kumpulan abu yang berserakan di tanah mulai membentuk sebuah angin yang berputar dan mengelilinginya.
__ADS_1
Abu hitam itu perlahan membentuk wujud menyerupai Chang yi satu persatu, dan berjumlah dua belas Chang yi. Setelah itu jeritan-jeritan yang dia dengar waktu itu kembali terdengar bersamaan dengan munculnya kumpulan sihir berwarna merah seperti darah di sekitarnya, sihir itu juga mengeluarkan bau yang amat busuk sampai menusuk hidungnya.
Xiuhuan yang hendak pergi mengurungkan niatnya, karena dia merasa Chang yi ada di sana dan salah satu dari mereka.