
"Semua sudah selesai, seluruh kota begitu juga daerah-daerah di sekeliling kerajaan sudah saya beri sihir, dengan begitu mereka para pengelana yang tidak sengaja memasuki daerah ini tidak akan tau jika sebenarnya tempat ini tidak seindah yang mereka lihat"
"Kau memang dapat ku andalkan Chang yang, berkat mu orang-orang itu akan menjadi korban ku"
Seorang lelaki berusia sekitar lebih dari lima puluh tahun baru saja memasuki sebuah ruangan gelap yang dimana di sana hanya ada satu buah lilin yang menjadi penerang, di sana ia menemui seseorang yang tidak lain adalah Jiao long, Jiao long terlihat baru saja muncul dari kegelapan saat mendengar kabar itu dari anak buahnya seraya tersenyum menyeringai.
"Sedikit lagi aku pasti akan berhasil, jika semuanya selesai seluruh alam semesta dapat ku kendalikan begitu juga semua mahluk hidup yang menempatinya"
"Setelah ini kau tidak perlu melakukan apa pun, orang-orang itu sudah cukup bagi ku, " Jiao long berjalan mendekati sebuah lilin menyala, sesaat dia menatap lilin tersebut yang kemudian entah kenapa tiba-tiba api yang menyala di atasnya mendadak berubah menjadi hitam, dan tidak lama api itu padam.
...----------------...
Di sisi lain Chang yi dan Xiuhan terlihat tertidur lelap di sebuah penginapan yang baru saja mereka tempati, Chang yi tampak tidur di lantai beralaskan tempat tidur tipis. Sedangkan Xiuhan tertidur di atas sebuah ranjang tempat tidur. Keduanya begitu kelelahan lantaran perjalanan yang telah mereka lalui, namun beberapa saat kemudian Xiuhan tiba-tiba terbangun dengan raut wajah seakan dia baru saja melihat sesuatu mengerikan.
Perlahan Xiuhan mulai mengatur nafasnya dan berusaha menenangkan diri, sejenak dia menoleh pada Chang yi yang tidur beberapa langkah dari tempatnya. Pemuda itu tidur dengan begitu nyenyak dan damai tidak sepertinya yang baru saja melihat sesuatu mengerikan di dalam mimpinya.
Xiuhan lalu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menghampiri jendela yang kemudiaan perlahan ia membukanya, di sana pandangannya dia arahkan pada bulan yang malam itu menjadi satu-satunya yang ada di langit setelah sebelumnya begitu banyak bintang bertaburan di atas sana.
"Ku harap itu tidak akan terjadi" ujarnya pelan.
Angin dingin di malam hari sesekali meniup rambut Xiuhan yang terikat, sembari menatap rembulan kedua bola matanya terlihat bersinar dengan senyum terpasang di wajahnya. Namun, meski begitu tidak dengan hatinya, masa lalu kelam harus kembali ia ingat walau Xiuhan sudah berusaha melupakan kejadian itu. Yu xiang adalah sosok ayah yang berharga baginya meskipun mereka tidak memiliki ikatan darah, selama sepuluh tahun dialah orang yang dekat dengannya. Selain itu Yu xiang juga seorang pemimpin yang sangat di hormati seluruh roh naga putih, dia orang yang bijaksana dan memiliki hati lembut. Sedikit pun Yu xiang tidak pernah memandang rendah roh yang kekuatannya jauh di bawahnya karena itu lah para roh menganggapnya sebagai pemimpin yang tidak pernah tergantikan. Namun sayangnya hidupnya tidak begitu lama, Yu xiang harus tiada di tangan orang yang selama ini dia percaya.
Xiuhan yang masih berdiri di sana sembari melamun kini hendak kembali tidur dan akan menutup jendela, akan tetapi saat sebelum itu terjadi dari tempatnya berdiri dia melihat sebuah bayangan seseorang tengah berlari dan seperti di kejar oleh sekelompok orang. Karena merasa orang itu membutuhkan bantuannya Xiuhan mengurungkan niatnya untuk tidur dan membantunya, tanpa sepengetahuan Chang yi Xiuhan pergi mengejarnya dia melompat dari jendela yang begitu tinggi kemudian tubuhnya menghilang tanpa sedikit pun terlihat jejaknya yang baru saja berada di sana.
Di sisi lain orang yang tengah di kejar itu berlari menuju utara, dari dekat raut wajahnya terlihat begitu ketakutan bahkan seluruh pakaiannya pun di basahi oleh keringat.
"Pergi jauhi aku, aku tidak ingin mati, "dia yang sangat ketakutan terdengar jelas dari suaranya yang bergetar.
"Menjauh, menjauh dari ku, "sesekali orang itu menoleh ke belakang dan melihat apa mereka masih mengejarnya.
Di tengah ketakutannya itu Xiuhan tiba-tiba hadir di hadapannya, melihat kehadiran Xiuhan yang entah datang darimana membuatnya secara mendadak menghentikan larinya.
__ADS_1
"Berhenti mengejar ku, apa salah ku? mengapa kalian ingin membunuh ku?"
"Membunuh? kedatangan ku bukan untuk itu melainkan sebaliknya, aku ingin menolong mu"
"Tuan kulihat kau tengah di kejar oleh sekelompok orang, mengapa itu bisa terjadi? apa kau baru saja mencuri?" tanya Xiuhan sembari memasang senyum di wajahnya.
"Ti-Tidak aku tidak melakukan itu"
"Lalu mengapa kau di kejar?"
"Beberapa menit yang lalu aku baru saja keluar dari penginapan yang selama ini ku tempati karena aku seorang pengembara. Saat itu aku hendak pergi melanjutkan perjalanan ku lantaran sudah beberapa hari aku berada di sini, tetapi saat dekat dengan gerbang dari sana orang-orang mengerikan itu muncul dan ingin membunuh ku"
"A-Aku bahkan tidak tau kesalahan apa yang aku perbuat pada mereka"
"Mereka ingin membunuh tanpa sebuah alasan?" bisik Xiuhan yang tidak mengerti apa maksud mereka.
Tanpa keduanya sadari orang-orang itu sekarang sudah berada di hadapan mereka, dan betapa terkejutnya Xiuhan saat melihat wujudnya. Xiuhan yang mengira mereka adalah orang biasa ternyata adalah mayat hidup yang berperawakan menyerupai iblis dengan tanduk di masing-masing kepalanya.
"Apa-apaan ini?" Ujar Xiuhan.
"Pergilah"
"Ta-Tapi bagaimana dengan mu? mereka orang-orang berbahaya cepat lari dengan ku"
"Itu tidak perlu"
"Bagaimana jika mereka membunuh mu? kau masih muda jangan sia-siakan hidup mu untuk orang-orang seperti mereka"
Mendengar perkataannya Xiuhan lalu menoleh melihatnya. "Usia ku tidak semuda itu" saat setelah mengatakan itu tubuh Xiuhan berubah menjadi seekor naga putih dengan tanda api di keningnya.
Melihat Xiuhan yang tiba-tiba berubah ketakutan kembali muncul dalam dirinya, dia tidak percaya apa yang saat ini sedang di lihatnya.
__ADS_1
"Roh?"
"Pergilah, usia ku seratus tahun lebih jauh darimu," setelah mengatakan itu Xiuhan lalu melesat dengan cepat mendekati orang-orang yang akan menyerangnya. Sedangkan orang yang sebelumnya mengajaknya pergi lari menjauh dari tempat itu.
Dengan tubuhnya Xiuhan berputar di udara tepat berada di atas mereka dan membuat sebuah angin yang tanpa henti menyerang semua mayat hidup itu, perlahan sihir darah keluar dari tubuh mereka sembari mengaum kesakitan. Setelah itu api hitam mulai menjalar dari kedua kaki dan hendak menutupi seluruh tubuh orang-orang itu, tidak lama pada akhirnya mereka semua hangus terbakar dan menjadi abu.
Xiuhan pun kembali dengan wujud manusia bersama rambutnya yang kembali seperti warna aslinya, dia lalu berjalan mendekati sekumpulan abu itu dan beberapa cahaya tiba-tiba muncul dari sana, melihat itu dia kemudian berkata.
"Pergilah ke tempat seharusnya kalian berada, mulai hari ini dan seterusnya jiwa juga raga kalian terbebas dari sihir hitamnya, "setelah mendengar perkataan Xiuhan semua jiwa manusia yang sebelumnya di kendalikan oleh Jiao long terbang bebas dan menuju langit hendak pergi ke tempat yang dari dulu seharusnya mereka tempati.
Dengan matanya sendiri Xiuhan menyaksikan betapa bahagianya mereka saat ikatan jahat itu terlepas, dengan raut wajah gembira orang-orang itu pergi menuju langit hingga tak terlihat lagi.
"Hahhh ku kira penampilan juga kekuatan mereka sama menakutkannya, jika saja sebelumnya aku tahu mereka orang-orang yang baru di hidup kan kembali aku pasti tidak akan mengubah wujud ku menjadi naga, terlebih di hadapan orang tadi"
"Untung saja setelah ini apa yang baru saja dia lihat akan lenyap dari ingatannya, hem beruntungnya aku mempelajari kekuatan itu jika tidak rahasia ku akan terbongkar"
Perkataannya mendadak terhenti dan Xiuhan terlihat mengerutkan keningnya seraya menunjukkan kebingungan di wajahnya seperti tengah berfikir.
" ... Tapi untuk apa tua bangka sialan itu membangkitkan kembali orang yang telah mati dan menjadikan mereka monster?, "Dia kembali berbicara sembari menatap sebuah bangunan besar berdiri di sebelah barat yang tidak lain adalah sebuah istana.
Dan tanpa Xiuhan sadari ternyata auman para monster tadi membangunkan semua orang yang ada di sana dari tidurnya, satu persatu dari mereka terlihat keluar dari rumah melihat itu Xiuhuan sontak mengubah kembali warna rambutnya menjadi hitam dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ah? ta-tadi ada beberapa serigala kemari haha, tapi mereka sudah ku usir tenang saja"
Penjelasannya jelas tidak membuat mereka percaya padanya karena kota itu keberadaannya sangat jauh dari hutan, Xiuhan yang tidak pandai berbohong tampak terdiam sembari menunduk, dia tidak tahu harus berbuat apa. Selain itu orang-orang yang terus melihatnya curiga membuatnya merasa tertekan.
"Hei berandalan katakan auman apa tadi?, "Seorang lelaki paruh baya yang terlihat marah membawa sebilah pedang di tangannya dan mengacungkannya pada Xiuhan.
Melihat itu membuatnya ketakutan dan semakin bingung apa yang harus di lakukannya, Xiuhan lalu perlahan melihat semua orang yang tengah menatapnya dengan curiga juga marah. Beberapa dari mereka bahkan mulai membicarakannya.
"Mengapa kau diam saja bandit!, "Pria dengan tubuh kekar muncul dari balik kerumunan dan berbicara dengan nada yang tinggi padanya.
__ADS_1
Xiuhan masih terdiam dan tidak tahu apa yang harus dia katakan pada mereka sedangkan orang-orang semakin mencurigainya, saat ia hendak berbicara tiba-tiba terdengar suara seseorang yang juga muncul dari balik kerumunan. Dengan pakaian bagusnya berwarna hitam serta sebuah kain menutup sebagian wajahnya, orang itu berjalan menuju tengah kerumunan sambil menatapnya, dia sepertinya orang terpandang.
"Aku melihat semua yang di lakukan berandalan itu"