
"Tunggu, mengapa aku harus mengatakan semua itu pada orang asing seperti mu? selain itu mengapa aku dan Xiuhuan berada di sini?, "Chang yi baru menyadari dia tengah berbicara dengan orang yang sama sekali tidak ia kenal, bahkan Chang yi juga menceritakan masa lalunya pada orang itu.
"Ahhh kau, kau adalah roh??, "ia kemudian terlihat menunjuk orang yang tengah berdiri di sampingnya itu.
"Roh? tentu saja bukan aku hanya orang biasa"
"Be-Benarkah? lalu lukisan tadi?"
"Itu hanya lukisan yang dahulu ku buat, bukan roh," wanita itu lalu terlihat berjalan mendekati sebuah lemari yang di penuhi dengan gulungan kertas, dia juga mengambil salah satu gulungan kertas yang ada di sana dan memberikannya pada Chang yi.
Chang yi yang baru saja menerima gulungan kertas itu merasa heran dengannya karena tiba-tiba orang itu menyuruhnya untuk membuka gulungan kertas yang baru saja ia berikan padanya. Oleh karena itu dengan sangat hati-hati Chang yi mulai membukanya, ternyata di sana terdapat sebuah lukisan seorang laki-laki yang usianya tidak jauh beberapa tahun darinya, yaitu sekitar tiga puluh tahun.
Lukisan yang tengah dia pegang saat ini berbeda dengan lukisan sebelumnya, lelaki yang ada di kertas ini terlihat masih muda lain halnya dengan lukisan sebelumnya. Bahkan dari pakaiannya pun sangatlah berbeda, sebelumnya Chang yi melihat seorang lelaki dengan pakaian putih serta sebuah jubah yang menyelimuti tubuhnya. Namun sekarang orang yang ada di lukisan ini tidak mengenakan jubah apa pun, di belakangnya terdapat seekor naga dengan telinganya yang sedikit berwarna merah.
"Ini? untuk apa kau memberikannya pada ku?"
"Hanya ingin memberitahu mu bahwa aku sangat hebat dalam melukis"
"Oh haha memberitahu?, "Chang yi kembali melihat kertas yang tengah dia pegang seraya bergumam.
"Usianya setengah dari hidup ku tapi dia masih mengagumi lelaki berwajah tampan"
Wanita tua itu hanya tersenyum seraya memperhatikan penampilan pemuda itu, dia juga terlihat menaruh salah satu lengannya di belakang punggung.
"Apa kalian akan pergi ke suatu tempat?"
Seraya menggulung kertas di tangannya Chang yi membalas perkataannya. "I- Iya kami akan pergi menuju kerajaan raja Jiao long"
"Jiao long? tapi dia orang yang terkenal jahat, apa kalian? ..."
"Tentu saja bukan, ada sesuatu yang harus kami selesaikan. Kami ke sana bukan untuk menjadi sepertinya"
"Begitu ya"
Wanita itu kemudian terlihat meminta Chang yi untuk mengembalikan gulungan kertas yang tengah dia pegang, setelah itu dia mengalihkan perhatiannya pada jendela di hadapannya, dan dari tempatnya berdiri terlihat daun-daun pohon lebat berwarna hijau juga langit yang cerah meski sore hari, ia kemudian bertanya pada pemuda di belakangnya.
"Apa kau tidak penasaran bagaimana aku menemukan kalian dan membawa kalian kemari?"
"Tentu saja katakanlah"
Tampak wanita itu kembali mengalihkan perhatiannya pada Chang yi dan masih tersenyum. "Tadi pagi kebetulan aku melewati sebuah gubuk kecil yang terbakar api besar"
____________________
Bersamaan setelah salah seorang bandit membakar gubuk kecil yang di dalamnya Xiuhuan dengan keadaan terluka, tidak lama datang seorang pemuda berjalan melewati tempat itu. Pada awalnya dia tampak terkejut saat melihat gubuk kecil itu di selimuti api besar, dan dari sana dia merasakan sesuatu menyerupai sihir yang ia kenal. Kemudian pemuda itu berjalan mendekati gubuk, sihir itu semakin kuat setiap dia melangkahkan kakinya.
"Aura ini?"
Dengan tergesa-gesa dia berlari mendekati gubuk setelah menyadari pemilik sihir tersebut, lalu kemudian mendobrak pintu masuk dan di sana pemuda itu melihat Xiuhuan yang sudah tidak sadarkan diri.
"Xiuhuan?, "betapa terkejutnya ia saat melihat Xiuhuan bersimbah darah. Tanpa memikirkan nyawanya dia lari memasuki gubuk dan berusaha membangunkan Xiuhuan, akan tetapi Xiuhuan sama sekali tidak membuka matanya.
"Xiuhuan apa yang terjadi padamu? mengapa kau berada di sini?"
Dengan wajah panik dia kemudian menggendong Xiuhuan lalu membawanya keluar, seketika api semakin besar lantaran angin yang sangat kencang dan menyebabkan gubuk kecil itu roboh tertelan api. Dia kemudian terlihat menidurkan Xiuhuan di pangkuannya, lalu mengeluarkan sebuah sihir dari tangannya setelah itu mengarahkannya pada jantung Xiuhuan.
__ADS_1
"Xiuhuan buka mata mu"
Dia ternyata adalah Yuxuan kakak laki-lakinya, ia yang kala itu tengah melakukan meditasi di ruangan pribadinya tanpa sengaja mendapatkan sebuah penglihatan tentang api. Dan karena penglihatan yang baru saja ia lihat itu, Yuxuan menghentikan meditasinya dan bergegas mencari kebenaran yang dilihatnya.
Beberapa menit dia berjalan dari kejauhan tampak sebuah asap hitam menggumpal di atas langit, sontak saja itu membuatnya kaget dan lari mendekati asap itu berasal. Dari sanalah dia bertemu dengan adiknya yang sudah enam puluh tujuh tahun tidak bertemu, yaitu Xiuhuan.
"Mengapa kau jadi seperti ini?" bisik Yuxuan yang tidak berhenti memandang wajah saudaranya.
Di sana dia kembali melihat sesuatu dari adiknya, Yuxuan melihat kejadian saat sebelum Xiuhuan seperti ini. Ia juga melihat bahwa Xiuhuan tidak sendirian dia bersama dengan seorang pemuda yang tidak lain adalah Chang yi, dengan penglihatannya itu Yuxuan mengetahui kemana para bandit itu membawa Chang yi pergi. Setelah melihat itu Yuxuan lalu bergegas pergi menyelamatkannya dari mereka yang membawanya pergi.
...****************...
Tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk menemukan keberadaan Chang yi, saat ia tiba di tempat para bandit menyiksanya, di sana Yuxuan melihat seorang perempuan tengah bertarung melawan para bandit yang sudah mati. Tidak jauh dari sana dia juga melihat Chang yi tergeletak tidak sadarkan diri terbaring di atas tanah.
Ia lalu mendekatinya dan membalik tubuh Chang yi, wajahnya di penuhi dengan luka tampak juga noda darah di mulutnya bahkan ada banyak lebam di sekujur tubuhnya, Dan yang membuatnya terkejut adalah sebuah tanda lingkaran yang merupakan kutukan berada di tubuh Chang yi.
"Kutukan?"
Setelah melihat tanda kutukan yang melingkar di dadanya, Yuxuan lalu mengalihkan perhatiannya pada Qiaofeng yang tengah bertarung dengan para bandit yang sudah tidak bernyawa, namun Qiaofeng menghidupkan mereka kembali dan menggerakkan mereka agar dia bisa dengan sepuasnya menyayat kulit bandit-bandit itu.
"Hentikan! mereka sudah tiada, berhenti menyiksa mereka" ujar Yuxuan pada Qiaofeng.
Dengan tatapan mengerikan Qiaofeng berbalik melihat ke arahnya, matanya berwarna putih dengan darah yang terus keluar menyerupai air mata, darah juga tidak berhenti keluar dari lehernya. Dia kemudian terbang dengan cepat mendekati Yuxuan sembari mengarahkan pedangnya pada pemuda itu.
Yuxuan yang melihat itu lantas menghindar dengan terbang ke arah sebaliknya, ia lalu menyerang Qiaofeng dari belakang menggunakan sihirnya.
Tidak sampai di situ Qiaofeng kembali menyerangnya dan Yuxuan juga membalasnya dengan kemampuan bela diri yang dia kuasai, tampak jelas dari raut wajah Qiaofeng yang sepertinya tidak menyukai Yuxuan. Jeritan mengerikan semakin terdengar nyaring dengan diiringi sihir darah miliknya yang tanpa henti menyerang Yuxuan.
Hingga pada akhirnya sihir darah milik Qiaofeng berubah menjadi seekor ular yang hendak menerjang lawannya juga melilitnya. Yuxuan yang saat itu sudah muak dengannya kemudian berubah menjadi seekor naga putih yang tidak terlalu besar. Setelah itu terlihat keduanya saling beradu seperti ingin membunuh.
Dan pada akhirnya pertarungan antara keduanya berakhir setelah Yuxuan melilit ular merah milik Qiaofeng kemudian membakarnya dengan api yang keluar dari sekujur tubuhnya, setelah itu Yuxuan kembali dengan wujud manusia ia lalu mengeluarkan sebuah jimat yang kemudian dia lemparkan pada Qiaofeng dan membuatnya terbakar.
"Selesaikan urusan mu sendiri jangan menyuruh pemuda tidak berdosa itu menanggung semua dendam mu, lepaskan dia dari kutukan yang kau kunci di tubuhnya"
Seraya tersenyum menyeringai Qiaofeng membalasnya. "Tidak bisa, janji adalah janji dan harus di tepati. Pemuda itu telah berjanji pada ku akan membalaskan dendam ku pada Jiao long, kau jangan ikut campur"
"Janji?"
"Ya dia telah melakukan perjanjian dengan ku saat berada di alam ku, bukan hanya itu dia juga memiliki sebuah dendam pada seseorang yang dekat dengan Jiao long"
Sebentar Yuxuan menoleh pada Chang yi yang masih terbaring lemah, dia juga terlihat sedang memikirkan sesuatu entah apa itu.
"Tapi bukankah setelah kau melakukan perjanjian dengannya kau pun pergi ke tempat yang seharusnya kau datangi setelah tiada?"
"Ternyata kau tidak mudah ku kelabui"
"Tentu saja aku tidak sebodoh itu, kau adalah salah satu pengikut Jiao long akan tetapi dia membuang mu karena kekutan mu tidak seperti yang di harapkannya. Setelah itu kau tidak memiliki arah tujuan, pada akhirnya kau menemukan gadis yang terbunuh oleh Jiao long dan memiliki dendam padanya" ujar Yuxuan seraya kembali mengalihkan perhatiannya pada mahluk yang tidak jauh di hadapannya.
"Dengan kesempatan itu kau mempengaruhi arwah gadis itu sehingga dia memiliki dendam yang lebih besar pada Jiao long dan sampai membuatnya memiliki sihir hitam, tetapi sihir itu kau rubah menjadi sihir darah"
"Tujuannya adalah untuk memikat Jiao long agar dia menerima mu kembali"
Perlahan tubuh mahluk itu mulai lenyap tertelan api dan menjadi butiran abu merah, setelah tubuhnya menjadi abu Yuxuan kemudian mendekatinya dan menginjak abu merah itu.
____________________
__ADS_1
Yuxuan tidak menceritakan kejadian sebenarnya pada Chang yi dan sedikit merubahnya, yaitu dengan cerita yang berbeda. Dia mengatakan padanya pagi itu dirinya yang tua renta tanpa sengaja melihat sebuah gubuk terbakar saat setelah mencari kayu dari hutan, Yuxuan juga melihat bandit-bandit itu membawa Chang yi pergi dari sana setelah membakar gubuk kecil tersebut.
Dia lalu mendekati gubuk itu dan melihat Xiuhuan ada di sana dan kemudian mengeluarkannya dari dalam, setelah itu dia mengejar para bandit yang membawa Chang yi pergi. Lama mencari akhirnya dia menemukannya, Yuxuan mengatakan semua para bandit itu telah mati dengan darah di tubuhnya, dia juga melihat Chang yi ada di sana lalu membawanya pergi.
"Tubuh ku yang sudah tua ini harus menggendong kalian berdua dengan susah payah untuk sampai kemari, kalian sangatlah berat aku bahkan hampir pingsan" ujar Yuxuan yang mendalami perannya sebagai wanita tua.
"Benarkah? ma- maaf kami merepotkan mu, a-aku akan membalasnya terima kasih karena telah menolong kami, katakan apa yang kau inginkan?" balas Chang yi yang merasa tidak enak.
"Ya pergilah ke dapur dan buat sesuatu untuk makan malam"
"Baiklah aku akan membuatnya, sekarang katakan dimana dapurnya?"
"Ruangan ke enam setelah ruang penyimpanan makanan"
"Aku akan pergi ke sana sekarang juga dan membuat makan malam, "tanpa berpikir panjang Chang yi kemudian bergegas pergi menuju dapur, tapi wanita tua itu tiba-tiba menyuruhnya untuk berhenti.
"Tunggu"
"Apa ada sesuatu yang lain?"
Sembari tersenyum wanita tua itu berkata "Anak muda ada sesuatu yang harus kau ketahui"
"Apa itu?"
...****************...
Hari pun berganti dengan pagi yang di sambut dengan hangatnya mentari, dari jauh terlihat Chang yi berdiri di atas jembatan sendirian sembari memandangi ikan-ikan besar yang ada di kolam, dia tampak tengah melamun dan memikirkan sesuatu.
"Sangat mengejutkan" bisiknya yang masih memandangi kolam.
Namun lamunannya itu buyar lantaran Chang yi yang dari tadi baik-baik saja merasa jantungnya sakit, itu karena kutukan Qiaofeng yang masih ada di dalam tubuhnya dan terus menerus mengambil jiwanya sedikit demi sedikit.
"Aku hampir melupakan kutukan ini"
Di tengah kesendiriannya itu Xiuhuan yang baru saja sadar datang menghampirinya dan terlihat wajahnya yang pucat, ia sekarang sudah pulih namun sepertinya luka di perutnya masih belum kering. Dengan berjalan hati-hati Xiuhuan mendekati Chang yi yang tengah sendiri.
"Chang yi?"
"Xiuhuan"
"Kau sudah sadar, mengapa kau datang kemari? kau belum sepenuhnya pulih" ujar Chang yi yang tampak terkejut dengan kedatangannya.
"Aku mencari mu"
"Mencari ku?"
Xiuhuan kemudian menatap wajahnya dan berkata. "Chang yi kau baik-baik saja?"
"Ya aku baik-baik saja"
Xiuhuan terlihat memperhatikan Chang yi dari atas hingga bawah, ia juga terus tersenyum dari awal melihatnya berada di sana dan sampai sekarang yang tengah berdiri di hadapannya. "Baguslah senang mendengarnya aku kira hari itu adalah hari terakhir, menakutkan bukan?"
"Tapi aku tetap akan mati karena kutukan Qiaofeng masih ada"
"Jangan khawatir aku akan melindungi mu"
__ADS_1
"Jangan lakukan itu, kau sudah beberapa kali menyelamatkan nyawa ku setelah ini aku pasti akan membalas semua yang telah kau lakukan padaku"
"Aku akan menunggunya"