TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 4 (POHON RINDANG DI TEPI NGARAI)


__ADS_3

Satu hari berlalu dan mereka telah berjalan cukup jauh dari tempat sebelumnya, dua orang pemuda terlihat berjalan beriringan menyusuri jalan di mana di sisi kiri mereka terdapat sebuah ngarai, sementara di sisi kanan berdiri pohon-pohon besar namun tidak terlalu banyak.


Salah satu dari mereka terlihat meletakkan satu tangannya di belakang punggungnya, pemuda itu mengenakan pakaian putih juga warna merah. Dan di sebelah kirinya, seorang pemuda dengan pakaian sederhana berwarna abu yang di dominasi putih dan rambutnya yang terikat.


Mereka berdua adalah mahluk dengan alam yang berbeda, yakni roh dan manusia. Kejadian itu adalah momen yang tidak biasa karena setelah ratusan tahun lamanya akhirnya roh dan manusia di pertemukan kembali. Namun saat ini salah seorang dari mereka tidak mengetahui jika orang yang tengah berjalan bersamanya adalah seorang roh, dan usianya jauh lebih tua darinya.


Berjalannya waktu rahasia itu mungkin akan terbongkar dan dia akan mengetahuinya, karena serapat apa pun seseorang menutupi kebenaran pasti suatu saat nanti akan terungkap.


"Tanpa sadar kita telah berjalan jauh" ujar Chang yi seraya melirik Xiuhuan.


"Waktu memang berjalan sangat cepat, oleh karena itu jangan pernah menyia-nyiakannya"


"Ya kau benar"


Chang yi menghentikan langkahnya dan kemudian memandangi gunung roh yang terlihat kecil dari tempatnya berdiri. Melihat itu Xiuhuan juga berhenti dan mengikuti apa yang di lakukannya.


"Itu gunung roh" ujar Xiuhuan.


"Ya, ku dengar di sana tempat tinggal para roh oleh sebab itu mereka memanggilnya begitu"


"Dahulu adik ku sangat menyukai cerita para roh, dan dia berharap bisa bertemu dengan mereka" lanjutnya.


"Benarkah?"


"Ya itu benar"


Keduanya kembali berjalan sembari berbincang, itu adalah awal menuju pertemanan.


Xiuhuan tampak terkejut mendengar perkataan Chang yi yang ternyata dia mengetahui hal itu. "Lalu apa yang kau ceritakan padanya?"


"Aku mengatakan padanya bahwa para roh itu adalah mahluk yang baik, mereka akan menolong siapa pun yang sedang kesulitan"


"Kau percaya itu?"


"Entahlah, aku bahkan belum pernah bertemu dengan mereka ... tapi seseorang pernah mengatakan pada ku, jika dahulu mereka dan manusia pernah mempunyai hubungan pertemanan yang sangat dekat. Akan tetapi karena sebuah kejadian, mereka memutuskan untuk tidak melakukan kontak apa pun lagi dengan manusia"


"Siapa yang mengatakannya?, "Xiuhuan mengerutkan dahinya dengan raut wajah bertanya-tanya lantaran selama ini manusia di zaman sekarang tidak pernah mengetahui jika dahulu roh dan mereka pernah memiliki hubungan pertemanan.


"I-Itu tidak penting"


"Mengapa?"


"Karena orang yang mengatakannya telah tiada, " Chang yi terlihat tidak ingin membahasnya lebih jauh.


" ... Kalau begitu kau tidak perlu memberitahu ku," untung saja Xiuhuan dapat memahaminya oleh karena itu dia tidak melanjutkan pertanyaannya.


Beberapa saat kemudian mereka memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon rindang yang berdiri beberapa langkah dari ngarai, dari situ terlihat hamparan pegunungan yang panjang juga langit biru di temani awan putih serta angin yang berhembus tidak terlalu kencang membuat suasana semakin nyaman.


Dari jauh dapat terlihat keduanya tengah duduk di sana, Xiuhuan menyandarkan tubuhnya pada pohon seraya menaruh tangan kanannya di atas lutut kakinya. Dan di hadapannya Chang yi duduk beberapa langkah membelakanginya, dia juga meluruskan kedua kakinya dan terlihat santai sembari memandangi gunung-gunung yang berdiri jauh dari matanya memandang.


"Hahh perjalanan kita masih panjang"


"Xiuhuan, apa kau memikirkan hal yang sama seperti ku? sepertinya semua hal yang kita lihat ini adalah hasil dari kerja keras kita yang telah berjalan seharian," Chang yi menoleh pada Xiuhan yang berada di belakangnya.


Dari sana dia melihat Xiuhuan tengah memejamkan kedua matanya dan terlihat sedang menikmati suasana saat itu, meski angin meniup rambutnya dan hampir menutupi sebagian wajahnya itu sama sekali tidak membuatnya terganggu. Melihat itu Chang yi tersenyum padanya lalu kemudian kembali mengalihkan perhatiannya pada gunung di depannya dan tidak mengganggunya. Dia juga menutup kedua matanya sama seperti Xiuhuan.


Namun baru beberapa saat dia melakukan itu, tiba-tiba sebuah sihir berdesir memintas mengejutkannya. Chang yi lantas membuka kedua matanya dan ternyata itu hanyalah daun-daun yang berjatuhan dari atas pohon, akan tetapi kenyataannya itu memang sebuah sihir yang tanpa dia sadari saat dirinya berbalik seluruh tubuh Xiuhan di selimuti sebuah cahaya yang tidak lain adalah sihir yang berasal dari jiwa murni di dalam tubuhnya.


Chang yi yang mengira itu adalah beberapa daun yang berjatuhan kemudian mengalihkan perhatiannya pada daun-daun yang berada di atasnya dan memang benar yang dia lihat hanyalah sebuah daun hijau dari pohon tempatnya berteduh.


"Pohon ini terlihat masih muda tapi mengapa daunnya berjatuhan?" bisiknya.


Baru saja dia mengatakan hal itu, dari belakang terdengar suara seruling yang amat merdu dan di sana terlihat Xiuhuan tengah memainkan seruling-nya, dia juga masih menutup kedua matanya. Sekali lagi Chang yi mengalihkan perhatiannya lalu melihat Xiuhuan. Melihat itu membuatnya sesaat mematung melihatnya karena itu adalah pertama kalinya Chang yi mendengar suara seruling yang amat merdu.


Chang yi membiarkan Xiuhuan memainkan lagu itu, kemudian kembali melihat apa yang ada di depannya seraya mendengarkannya, nada yang pemuda roh itu mainkan sekarang terdengar berbeda dari sebelumnya, semua energi positif seakan mengelilingi tubuh Chang yi dan membuatnya merasa lebih baik.


...****************...


Malam pun tiba, dan tanpa mereka sadari ternyata mereka tertidur di sana. Orang yang pertama bangun adalah Chang yi, dia tersentak saat melihat suasana sudah malam hari.


"Tu-Tunggu sekarang sudah malam?"


Langit yang tadinya cerah kini menunjukkan warna gelap atau malam hari, terdengar juga suara-suara hewan malam seperti burung hantu dan serigala. Angin yang sebelumnya terasa hangat pun sekarang menjadi dingin.


"Sepertinya aku ketiduran, "Chang yi lalu melihat Xiuhuan yang masih tidur dengan posisi duduk dan memiringkan kepalanya ke arah samping, dia juga terlihat memegang seruling berwarna putih miliknya.


Setelah itu Chang yi lalu berbisik. "Bagaimana bisa dia tidur seperti itu?"


"Tapi lagu tadi yang di mainkannya sangat merdu, sepertinya dia seorang pemain ahli"


Setelah itu Chang yi memutuskan mencari beberapa ranting untuk membuat api unggun, karena malam itu rasanya sangat dingin.


"Baiklah aku akan pergi sebentar, "dia pergi meninggalkan Xiuhuan untuk mencari ranting pohon.


Tidak memerlukan waktu lama akhirnya beberapa ranting terkumpul, setelah itu Chang yi duduk di tempat sebelumnya dan hendak menyalakan api. Dia kemudian mengeluarkan selembar kertas berwarna merah dari tangannya, lalu kertas tersebut terbakar dengan sendirinya, setelah itu Chang yi menaruhnya di atas ranting yang telah dia susun.


"Hahh sekarang lebih baik, "ujarnya sembari membersihkan kedua telapak tangannya.


Tidak lama setelah itu Xiuhuan terbangun, hal pertama yang di lihatnya adalah api unggun yang ada di depan matanya. Sama seperti Chang yi dia juga terkejut saat melihat hari sudah malam.


"Eh? langit sudah gelap?"


"Hem" balas Chang yi sembari menganggukkan kepalanya.


Pria itu lalu melihat api unggun di depannya serta Chang yi yang tengah duduk tidak jauh dari sana. Dia kemudian bertanya padanya mengenai api unggun itu.


"Kau yang membuatnya?"


"Ya, udaranya sangat dingin jadi aku membuatnya"


" ... Apa sudah dari tadi?"


"Ah tidak, aku baru bangun beberapa menit yang lalu"


Xiuhuan menggeser tubuhnya agar sedikit lebih dekat dengan api, dan setelah itu kembali bertanya padanya. "Apa sekarang tengah malam?"


"Emmm jika di lihat dari posisi bulan, sekarang menjelang pagi hari" Chang yi kembali membalasnya seraya melihat langit.


"Kalau begitu kita tidur sangat lama, dari siang hari hingga sekarang"


"Itu wajar saja, kita berjalan seharian dan kelelahan"


Setelah itu keduanya hanya memandangi perapian dan tidak mengatakan apa pun lagi, hingga tiba-tiba sebuah kejadian tak terduga terjadi begitu saja. Xiuhuan yang terlihat masih mengantuk di kagetkan dengan kemunculan serangga yang melompat ke arahnya, pada awalnya dia tidak menyadari itu adalah serangga dan mengira hanya sebuah daun yang jatuh dari atas pohon. Tetapi saat ia membuka matanya lebih lebar betapa terkejutnya Xiuhuan bahwa yang baru saja melompat ke arahnya adalah seekor serangga.


"Aaa!!, "melihat itu sontak membuatnya berteriak lantaran serangga adalah musuh terbesarnya selama dia hidup ratusan tahun.

__ADS_1


"A-Ada apa?" Chang yi yang melihat itu juga ikut terkejut dan berdiri menjauhi perapian sepertinya.


"I-Itu?, "Dengan menggunakan seruling miliknya Xiuhuan menunjuk serangga itu, dan wajahnya terlihat sangat ketakutan bahkan tubuhnya pun sampai gemetar. Memang sangat mengherankan seorang lelaki dengan tubuh kekar juga berbadan besar sepertinya takut dengan hewan seperti itu, tapi memang itu kenyataannya.


"Itu hanya serangga" ujar Chang yi tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sebelumnya dia mengira itu adalah sesuatu yang mengerikan seperti ular atau kalajengking. Namun ternyata itu hanya seekor serangga kecil dan tidak ada apa-apanya.


"Ku kira kau melihat sesuatu yang mengerikan, "dia terlihat kembali duduk dengan raut wajah sedikit kesal.


Xiuhuan yang ketakutan terus berdiri sembari mengawasi serangga itu karena dia takut hewan itu akan terbang ke arahnya. Tetapi Chang yi yang menyadarinya lalu menyuruhnya untuk kembali duduk.


"Kemari lah kau akan kedinginan"


"Aku tidak mau"


"Mengapa?"


"Serangga itu?"


"Kau takut?"


Xiuhuan terlihat sedikit menganggukkan kepalanya dengan wajah yang memerah lantaran malu bahwa kenyataannya dia takut pada hewan sekecil itu.


"Astaga itu memalukan"


"Semua orang memiliki ketakutannya masing-masing!, "merasa Chang yi mengejeknya dia kini tampak marah karena tidak suka dengan perkataannya.


"Baik-baik, aku akan menyingkirkannya" Dengan terpaksa Chang yi kembali berdiri dan hendak menjauhkan hewan itu dari sana.


"Berikan seruling mu"


"Untuk apa?"


"Untuk apa lagi selain mengusirnya!"


"Jangan gunakan ini, cari benda lain"


Chang yi menatapnya dengan sedikit kesal, dia tidak percaya ternyata orang dengan tubuh tinggi dan terlihat berani sepertinya takut dengan serangga sekecil itu.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu? cepat usir dia!"


"Biar ku beritahu, tubuh mu itu hanyalah sebuah pajangan, "Chang yi lalu mengambil sisa ranting tadi untuk membuang serangga itu. Setelah itu dia kembali duduk dan di ikuti Xiuhuan yang sekarang duduk sedikit dekat dengannya. Dengan wajah yang sama Chang yi melihat pria itu yang baru saja duduk, lalu berkata.


"Ternyata memang benar, kita tidak bisa melihat seseorang hanya dari luarnya saja, "setelah itu dia mengalihkan perhatiannya pada api unggun.


"Tutup mulut mu atau aku akan mendorong mu ke bawah sana" balas Xiuhuan seraya mengacungkan serulingnya dan menatapnya dengan tatapan mengerikan.


Tak berselang lama fajar pun tiba dan terlihat semburat orange pada langit yang di pancarkan oleh mentari terlihat memelikkan, juga suara kicauan burung di pagi hari mulai terdengar, dari sana keduanya dapat melihat mentari yang baru terbit dari arah timur.


"Warna langit di pagi hari tampak menarik" ujar Chang yi yang kagum melihatnya.


"KrukKruk?"


Suara perut keroncongan Xiuhuan mengalihkan perhatiannya yang tengah asik memandangi langit, dan untuk kesekian kalinya dengan wajah terkejut Chang yi menatapnya sedangkan Xiuhuan yang malu terlihat tidak bisa menyembunyikannya, dia juga tampak memegang perutnya yang baru saja mengeluarkan suara itu.


"Ja-Jangan melihat ku seperti itu"


Chang yi yang bingung harus mengatakan apa kemudian mengajaknya kembali berjalan, karena beberapa meter lagi akan terlihat sebuah kota dan di sana Xiuhuan dapat mengisi perutnya yang kelaparan begitu juga dengannya.


"Mari kita pergi, "ajaknya seraya berdiri.


...****************...


"Tidak lama lagi di depan sana akan terlihat sebuah kota yang tidak terlalu besar" ujar Chang yi.


"Sebentar kita akan singgah di sana dan membeli makanan" lanjutnya.


"Hem"


Dari jauh mulai terlihat sebuah gerbang kota yang tampak tinggi dan terbuat dari kayu berwarna coklat, bahkan di sana juga terdapat sebuah ukiran bunga teratai yang terbuat dari emas layaknya sebuah kota maju, Xiuhuan dan Chang yi yang baru tiba di depan gerbang terlihat bingung karena mereka tidak menemukan tulisan yang biasanya tertulis di atas gerbang atau samping gerbang yang menunjukkan nama kota tersebut. Dan anehnya saat mereka baru tiba di sana, hawa mencekam datang tiba-tiba dan itu seperti berasal dari dalam kota.


Sejenak mereka terdiam dan terlihat ragu untuk memasukinya, karena bukan hanya itu. Mereka juga melihat tingkah aneh orang-orang yang tinggal di sana, yaitu tidak ada interaksi antara satu sama lain seperti kota lainnya, juga wajah mereka tampak datar dan pucat.


"Ah me-mengapa kau diam saja? mari kita masuk" ajak Chang yi terdengar buncah.


Chang yi dan Xiuhuan kemudian masuk sembari berfikir positif dan berusaha untuk tidak memikirkan hal aneh, tetapi saat mereka tiba di dalam mendadak sebuah angin datang yang terasa seperti menusuk kulit mereka, bahkan membuat keduanya merinding. Lagi-lagi Xiuhuan dan Chang yi terdiam namun kali ini sembari memperhatikan orang-orang di sana.


"Akhirnya kita tiba di sini, kota ini sangat menarik juga unik, "dengan nada bicara terdengar girang seraya tersenyum Xiuhuan merangkul pundak Chang yi dan keduanya kini mempercepat langkah kaki mereka.


"Ah haha ya kau benar"


"Bukankah tadi kau lapar? mari kita pergi makan haha"


"Mari-mari, "balas Xiuhuan seraya memberinya kode untuk segera mencari tempat makan agar mereka dapat bersembunyi di dalamnya.


Dari sekian banyaknya orang di sana hanya mereka berdua yang terlihat biasa, bahkan saat tadi keduanya berbicara dengan nada keras pun tidak ada satu pun orang melirik mereka.


"Tempat ini benar-benar aneh" bisik Xiuhuan yang masih merangkul Chang yi.


"Ya kau benar, meski banyak orang di sekitar kita tapi entah kenapa aku malah merasa hanya ada kita berdua"


"Sebenarnya aku tidak ingin makan di tempat ini, tapi aku terlalu lapar jadi dengan terpaksa harus melakukannya"


"Aku juga sama seperti mu, semoga saja bentuk dan rasanya tidak aneh seperti mereka"


Setelah itu keduanya memasuki sebuah tempat makan, di sana cukup ramai namun orang-orang hanya terdiam dan mereka juga tidak menyentuh beberapa makanan yang ada di atas meja.


Chang yi dan juga Xiuhuan kemudian duduk di salah satu meja kosong, namun setelah itu keduanya tampak ragu untuk memanggil pelayan.


"Mengapa diam? cepat panggil salah seorang pelayan kemari" ujar Xiuhuan.


"Aku? tidak, kau saja dan lagi pula kau yang sangat kelaparan"


Tidak ada satu pun dari mereka yang berani memanggilnya, hingga beberapa menit berlalu dan mereka masih berada di sana dengan perut yang tidak berhenti berbunyi. Lalu kemudian seorang pelayan menghampiri keduanya seraya membawa makanan lengkap dengan teh juga anggur, padahal mereka belum memesan apa pun. Sebentar keduanya saling tukar pandanga lantaran heran dengan pelayan itu yang mendadak membawa banyak makanan untuk mereka.


"Eeee maaf? tapi kami belum memesan apa pun?" ujar Chang yi.


Pelayan itu tidak menjawabnya dan pergi begitu saja setelah menaruh beberapa makanan yang terlihat menggiurkan di atas meja, dari dekat keduanya melihat mata pelayan itu yang tampak kosong.


"Dia tidak menjawab ku"


"Mungkin dia malas berbicara dengan mu" balas Xiuhuan seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Dari mana kau tau?, eh? Xiuhuan mengapa kau memakannya?"


"Tentu saja karena aku lapar"

__ADS_1


"Tapi? ..."


"Jika kau tidak mau aku akan menghabiskannya"


"Jangan serakah aku juga lapar!"


Keduanya mulai memakan makanan yang di bawa pelayan tadi, saat itu juga mereka seakan melupakan orang-orang yang ada di sekitar mereka dan mementingkan makanan yang ada di atas meja.


"Astaga, kapan terakhir kali kau makan? kau terlihat seperti orang rakus" ujar Chang yi melihat Xiuhuan yang tengah memakan daging dengan begitu lahap.


Xiuhuan tidak menggubrisnya, dia terus memakan daging yang ada di meja. Itu wajar saja karena selama di hutan yang dia makan hanyalah buah-buahan, dan saat mengunjungi dunia manusia untuk pertama kalinya Xiuhuan memakan daging, semenjak itu daging adalah makanan favoritnya jadi tidak heran jika dia akan begitu lahap saat memakannya.


"Meskipun aku jarang makan dan sekalinya aku makan, aku tidak pernah terlihat seperti orang kelaparan" lanjut Chang yi.


Beberapa menit kemudian semua makanan itu telah habis dan hanya menyisakan teh juga anggur, pelayan tadi kemudian datang menghampiri mereka dan hendak mengambil mangkuk dan sumpit kotor.


"Tunggu kami belum membayar" ujar Xiuhuan yang melihatnya hendak pergi setelah membawanya.


Dengan suara lirih si pelayan menjawab. "Uang mu tidak di butuhkan di sini"


"Benarkah? te-terima kasih"


"Ahhh sekarang dia berbicara" ujar Chang yi setelah meminum teh.


"Xiuhuan jangan melamun, "dia kemudian menyadari Xiuhuan tiba-tiba melamun.


"Apa yang kau fikirkan?"


"Aku merasa bersalah"


"Bersalah?"


"Hem, karena tadi aku makan terlalu banyak dan ternyata makanannya gratis"


"Tunggu, kau merasa bersalah karena makan terlalu banyak?"


"Iya"


"Itu tidak perlu, seharusnya aku yang merasa seperti itu karena tadi aku hanya makan sedikit dan sebagian besar kau yang memakannya!"


Mereka kemudian meminum beberapa gelas teh yang masih ada di meja sembari diam-diam memperhatikan sekitar.


"Xiuhuan kemari, "di tengah keheningan itu Chang yi tiba-tiba berbisik pada Xiuhuan dan menyuruhnya untuk mendekat.


"Apa?" Xiuhuan lalu mengikuti perintahnya yaitu dengan sedikit mendorong tubuhnya dan hendak mendengarkannya berbicara.


"Xiuhuan sebenarnya aku belum pernah ke mari"


"Apa maksud mu? lantas dari mana kau tau ada kota di sekitar sini?"


"Beberapa tahun yang lalu saat aku dan yang lainnya baru saja di usir dari kota yang sebelumnya kami tempati, kami sempat mampir ke sebuah kota yang tidak jauh dari ngarai tadi. Namun seingat ku kota itu tidak sama dengan kota ini"


"Semua orang terlihat biasa tidak seperti mereka, dan di samping gerbang masuk juga tertulis nama kota itu, tapi anehnya saat tadi kita berdiri di depan gerbang aku tidak melihat tulisan apa pun. Dan bukan hanya itu, gerbangnya pun terlihat berbeda karena seingat ku sama sekali tidak ada ukiran bunga teratai di setiap sisinya"


"Benarkah?"


"Ya itu benar"


"Kalau begitu kota yang tengah kita pijak sekarang ini?"


"Kota hantu, "seraya tersenyum menyeringai Chang yi mengatakan hal itu secara tiba-tiba. Xiuhuan tersentak mendengar perkataannya, tanpa sengaja dia menyemburkan teh yang baru saja di minumnya pada wajah Chang yi yang berada di hadapannya.


"Apa yang kau lakukan?, "karena ulahnya itu Chang yi terlihat kesal.


"Maaf aku tidak sengaja, lagi pula kenapa kau mengatakan itu?"


"Karena itu memang benar, kau perhatikan saja mereka. Dari tadi mereka tidak melakukan apa pun"


"Selain itu, apa kau tidak melihat mata pelayan tadi? itu seperti tatapan kosong dan seluruh wajahnya juga terlihat sangat pucat. Cara berjalannya pun tidak seperti cara kita"


"Kalau begitu cepat kita pergi dari sini" ajak Xiuhuan.


Xiuhuan dan Chang yi kemudian bergegas pergi dari kota itu, namun saat mereka baru saja keluar dari tempat makan, kota yang sebelumnya di penuhi orang-orang kini terlihat sepi dan juga kondisinya pun seperti kota yang sudah lama tidak berpenghuni. Beberapa bangunan tampak hancur dan mendadak tercium bau busuk.


Perlahan keduanya berjalan seraya melihat sekitar, di sana juga terdapat bercak darah di tanah yang tengah mereka pijak, dan jumlahnya bukan hanya satu melainkan ada banyak. Lalu tiba-tiba pintu ruangan yang baru saja mereka datangi mendadak tertutup dengan begitu keras, mereka juga sempat melihat di dalam tidak ada siapa-siapa padahal sebelumnya ada banyak orang tengah duduk.


"Sudah ku duga" ujar Chang yi.


"Mari kita pergi" ajak Xiuhuan.


Dengan cepat Xiuhuan dan Chang yi berjalan hendak menuju gerbang, tetapi mereka tidak kunjung sampai di sana dan malah rasanya seperti semakin jauh, padahal mereka melihat pintu gerbang ada di depan mata mereka. Dan pada akhirnya keduanya mulai kelelahan.


"Tunggu sudah hentikan, percuma saja dari tadi kita tidak sampai di sana" ujar Chang yi yang terlihat letih.


"Tidak, kita harus segera pergi dari sini atau kita akan selamanya berada di tempat ini"


"Selamanya?"


"Tempat ini di penuhi arwah-arwah dengan energi negatif dan mereka dari tadi tengah memperhatikan kita"


"Sekarang aku mengerti, semua ini adalah permainan mereka agar kita datang kemari. Karena sebenarnya kota yang kau maksud tadi itu memang ada di sekitar ngarai, tetapi mereka menutupi penglihatan kita dan mengarahkan kita kemari"


"Arwah?, "mendadak Chang yi merasa ada seseorang tengah berjalan ke arah mereka, dia kemudian berbalik melihat ke belakang. Dan ternyata memang benar, ada sesosok wanita tanpa kepala tengah berjalan mendekati keduanya.


"Hah? Xi -Xiu huan?, "melihat itu jelas membuatnya gemetar yang kemudian menepuk perlahan bahu Xiuhuan agar dia juga berbalik dan melihatnya.


"Apa?"


"Sekarang kau ikuti kemana mata ku melihat, setelah itu kau katakan pada ku apa kau juga melihat seorang wanita tanpa kepala dengan darah di pakaiannya yang compang-camping tengah berjalan menghampiri kita?"


Xiuhuan yang heran dengan perkataannya pun mengikuti apa yang di katakan-nya, saat berbalik dia juga melihat apa yang tengah di lihat oleh Chang yi. Namun dia juga melihat wanita itu tengah menenteng kepalanya.


"Kau benar, tapi sepertinya yang ku lihat bukan hanya wanita tanpa kepala melainkan wanita itu juga tengah membawa kepalanya di salah satu tangannya"


"Be-Benarkah?"


"Hah?, "Chang yi kemudian mengalihkan perhatiannya pada tangan wanita itu, dan ternyata itu memang benar dia tengah menenteng kepalanya seraya berjalan mendekati mereka.


Lalu tiba-tiba dari belakang seseorang memegang bahu mereka, Chang yi dan Xiuhuan melihat tangan orang itu yang berwarna merah karena darah. secara bersamaan keduanya pun berbalik dan melihatnya, meskipun takut dan gemetar tapi mereka juga penasaran ingin mengetahui siapa orang yang sekarang tengah berada di belakang mereka.


Perlahan keduanya melihat ke belakang, dan ternyata itu adalah tangan si wanita tanpa kepala yang tiba-tiba berada di belakang mereka, entah bagaimana caranya. Chang yi dan Xiuhuan semakin gemetar ketakutan, mereka sebenarnya ingin lari namun mendadak kedua kaki mereka tidak dapat di gerakan. Dari sana keduanya melihat jelas sebuah tubuh tanpa kepala dengan darah yang terus mengucur dari lehernya berada sangat dekat dengan mereka.


Tangan wanita itu lalu perlahan meraba wajah mereka, dan saat tangannya menutupi kedua mata Chang yi dan Xiuhuan, seketika penglihatan keduanya menjadi gelap juga mendadak terdengar jeritan-jeritan mengerikan di telinga mereka.


Jeritan-jeritan itu semakin keras bahkan keduanya terlihat tidak tahan mendengarnya karena saking kerasnya, sampai beberapa saat kemudian suara itu menghilang dan kini hanya terdengar suara yang berdengung panjang. Setelah itu keduanya pun tidak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2