TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.

TRACES OF THE FRIENDSHIP OF SPIRITIS AND HUMAN.
CHAPTER 3 (ROH DAN MANUSIA)


__ADS_3

Di sebelah timur, tidak jauh dari kota, terdapat sungai yang panjang dan mengalir. Dari sana, gunung roh dapat terlihat dengan jelas. Suara gemuruh air yang mengalir bisa terdengar beberapa kilometer sebelum sampai tempat itu.


Di sana juga tampak Xiuhuan yang tengah melakukan meditasi, dia duduk di atas sebuah batu besar berada di tengah air sungai mengalir. Xiuhuan begitu tenang dan fokus meskipun air bergemuruh dengan keras. Tidak hanya itu, dia ternyata tidak sendiri lantaran ada seorang pemuda yang berbaring di atas batu besar di tepi sungai.


Lelaki itu mengenakan pakaian sederhana dengan rambutnya yang terikat, usianya masih muda yaitu sekitar dua puluh enam tahun. Dan betapa kasihan nya lelaki itu di wajahnya terdapat beberapa luka memar di pipi kiri dan sisi mulutnya.


Tidak lama ia tersadar dan terkejut melihat dirinya berada di dekat sungai, pada awalnya lelaki itu tidak menyadari Xiuhuan sedang bermeditasi beberapa langkah darinya. Baru setelah dia memperhatikan sekelilingnya, pemuda itu menyadari keberadaannya.


Dia menatapnya dengan heran dan bertanya-tanya, siapakah orang itu? Kemudian ia mencoba untuk berdiri namun terlihat kesakitan lantaran tidak hanya wajahnya saja yang terluka tetapi hampir seluruh tubuhnya, terutama bagian punggungnya.


"Jangan banyak bergerak tubuhmu belum pulih benar," ujar Xiuhuan yang masih bermeditasi. Pemuda itu tidak menjawabnya dan memaksakan diri untuk berdiri meskipun harus merasakan rasa sakit.


"Keras kepala, "karenanya Xiuhuan menghentikan meditasinya sembari perlahan membuka matanya, saat ia melihatnya Xiuhuan tersenyum ramah pada lelaki yang tengah terduduk di atas sebuah batu yang berada di tepi sungai.


"... Kau menolongku?" tanya pemuda itu yang awalnya ragu berbicara dengannya.


"Ya, dua hari lalu aku menemukanmu hanyut di sungai. Aku fikir kau adalah manusia yang sudah tidak bernyawa, tapi saat aku memeriksa denyut nadi mu ternyata kau masih hidup "


Setelah mendengar jawabannya wajah lelaki itu kini terlihat murung, Xiuhuan kemudian mendekatinya dan duduk di hadapannya.


"Apakah sesuatu terjadi padamu?"


"Ah kau dapat mempercayai ku, aku tidak akan memberi tahu siapa pun. Tetapi jika kau tidak ingin mengatakannya tidak masalah,"


"Tadi malam adik ku tewas."


"Benarkah?, "mendengar jawabannya Xiuhuan pun berhenti tersenyum, kini ia mengerutkan keningnya dan ingin mendengarkan ceritanya lebih lanjut.


"Itu karena para bandit yang tiba-tiba menyerang desa."


Dia adalah Chang yi, dua hari yang lalu setelah melihat-lihat kota, Xiuhuan pergi mengunjungi sungai dan berniat untuk melakukan meditasi yang biasa di lakukannya ketika berada di hutan suci.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _


"Tempat yang bagus damai dan tenang" ujar Xiuhuan yang baru saja tiba di sungai. Dia kemudian berjalan mendekati air mengalir dan hendak melakukan meditasi di atas batu yang ada di sana, namun ketika hendak menyeberangi sungai, ia melihat seseorang hanyut terbawa arus.


"Mayat?, "saat itu juga Xiuhuan terbang mendekatinya dan membawa tubuh Chang yi ke tepi sungai.


"Apa yang terjadi padanya?" betapa terkejutnya ia saat melihat wajah Chang yi di penuhi dengan luka lebam, Xiuhuan kemudian memeriksa denyut nadi pemuda itu untuk memastikan apakah dia masih hidup atau sudah tiada.


"Pemuda yang malang betapa beruntungnya kau karena aku menemukan mu, sebenarnya apa yang terjadi sampai membuat mu babak belur seperti ini?"


Dan sejak saat itu, Xiuhuan mengobati luka pada sekujur tubuh Chang yi yang sangat parah dengan menggunakan kemampuannya, dia melakukan meditasi untuk menyembuhkan orang yang sama sekali tidak di kenalnya. Awalnya Xiuhuan berniat melakukan meditasi untuk menyempurnakan tubuhnya yang terkadang jantungnya terasa sakit lantaran jiwa murni di dalam tubuhnya tidak sempurna.


Selama dua hari Xiuhuan berada di tempat itu untuk menemaninya sampai dia sadar kembali dan benar-benar pulih. Sedikit pun Xiuhuan tidak beranjak dari sungai dan hanya fokus bermeditasi untuk menyembuhkan Chang yi.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _


"Entah dari mana mereka datang, tapi malam itu aku melihat semua orang mengantri untuk mati." ujar Chang yi.


"Seharusnya aku tidak meninggalkannya saat itu, sekarang adik ku sudah pergi dan kematiannya sia-sia."


"Aku mengerti, tapi mengapa mereka melakukan itu?"


"Aku tidak tahu"


"Sekarang aku harus pergi," Chang yi tiba-tiba berdiri dan sepertinya hendak pergi, tetapi Xiuhuan menahannya dan tidak membiarkan itu terjadi karena tubuhnya masih belum pulih.


"Eh? k-kau mau pergi kemana?"


"Aku akan kembali dan menemui adik ku karena dia masih ada di sana."


"Tidak kau belum pulih sepenuhnya."


"Tapi aku harus melakukannya, "Chang yi menyingkirkan tangan Xiuhuan dari bahunya yang mencegahnya pergi, dia juga terlihat begitu marah.


"Eh?"


"Aku tidak peduli jangan menghalangi ku!"


"Ta-Tapi?, "melihat Chang yi yang tetap bersikeras dan pergi Xiuhuan lalu mengejarnya seraya berusaha menghentikannya, tetapi Chang yi tidak mendengarkannya dan terus berjalan.


"Manusia ini sangat merepotkan" gumamnya seraya terus mengejarnya.


"Jangan memaksakan diri, ayo kembali setelah kau lebih baik kau bisa pergi."


"Aku tidak bisa melakukan itu, adik ku pasti kedinginan di sana dan menunggu ku pulang "

__ADS_1


"Menunggu?"


Xiuhuan yang tadi berjalan mendadak berhenti, dia tidak mengerti apa yang di katakan Chang yi sebelumnya. Sebelumnya pemuda itu mengatakan bahwa adiknya telah tiada tetapi sekarang dia malah mengatakan bahwa adiknya itu menunggunya pulang.


Di dalam hatinya Xiuhuan bergumam. "Bukankah dia baru saja mengatakan bahwa adiknya telah tiada? tetapi mengapa sekarang dia mengatakan hal sebaliknya?"


"Eh! Kau terlalu cepat" karena melamun Xiuhuan tanpa sadar tertinggal dari Chang yi yang sudah berjalan jauh, melihat itu dia kemudian mengajarnya. Saat tengah berlari Xiuhuan tidak menyadari ada sebuah perangkap pemburu rusa di sana yang membuatnya terangkat ke atas ketika sebuah tali menjerat salah satu kakinya.


"Eehhh? apa ini?"


"Siapa yang membuat perangkap seperti ini di tengah hutan?"


"Hei tuan berhenti, punggung mu terluka parah. Jangan biarkan dirimu berjalan membungkuk di usia mu yang masih muda?" teriakannya pada Chang yi yang tidak menyadari apa yang terjadi padanya.


Chang yi terlihat muak mendengar ocehan Xiuhuan dia kemudian berbalik dan berniat menyuruhnya berhenti mengikutinya. Dan saat ia membalikan badannya betapa terkejutnya Chang yi melihat pemuda yang sebelumnya menolongnya tengah tergantung terbalik dengan tali yang terikat di kaki kirinya.


"Itu lebih baik, kemari lah bantu aku kepala ku terasa berputar"


"Perangkap?, " Chang yi kemudian berlari menghampiri Xiuhuan dengan raut wajah sedikit terkejut. Begitu berada di dekatnya dia melihat ke mana arah tali yang terikat di kaki Xiuhuan berasal dan berniat untuk memotongnya.


"Mengapa kau menginjaknya?"


"Aku tidak tahu ada perangkap rusa di sini."


"Hei apa yang akan kau lakukan?"


Chang yi mendekati seutas tali yang di ikatkan pada sebuah pohon dan berniat memotongnya, namun ternyata Xiuhuan sempat menghentikannya karena merasa itu akan membahayakannya.


"Aku akan memotongnya."


"Tidak! apa kau tidak melihat posisi ku? kepala ku terbalik berada di bawah, jika kau memotongnya aku akan terbentur!"


"Kalau begitu lepaskan dirimu sendiri aku akan pergi"


"Kenapa ku tega? aku sudah membantu mu tidak adakah rasa terima kasih untuk ku?"


Chang yi yang baru saja hendak pergi mengentikan langkah kakinya setelah mendengar perkataan Xiuhan, dia lalu melepaskan tali dan menurunkannya secara perlahan. Setelah itu Xiuhuan melepaskan tali yang mengikat kakinya kemudian berdiri dan berterima kasih padanya karena telah membantunya.


"Terima kasih, "namun bukannya perlakuan ramah yang dia terima darinya melainkan Chang yi tidak menjawabnya dan malah berjalan pergi, terlihat caranya berjalan tidak biasa dia seperti tengah menahan rasa sakit karena sebelumnya berlari.


"Kau sangat keras kepala," ujar Xiuhuan sembari meletakkan kedua tangannya di kedua pinggangnya.


"Kau tidak akan mengerti." balas Chang yi seraya menoleh ke arahnya dengan matanya yang terlihat berkaca-kaca.


Xiuhuan yang sebelumnya tidak berhenti mengoceh sekarang terdiam saat melihat raut wajahnya, dia melihat kedua mata pria itu berkaca-kaca seperti akan menangis. Dari sana Xiuhuan mulai mengerti apa yang tengah di rasakannya.


"Jadi begitu? sekarang aku mengerti"


Mendengar itu Chang yi menghentikan langkah kakinya kemudian berbalik dan menatap Xiuhuan. Dia melihatnya tengah tertunduk seraya tersenyum, namun tidak lama segera Xiuhuan mengangkat kembali kepalanya dan melihat ke arahnya.


"Izinkan aku membantu mu."


Xiuhuan lalu berjalan mendekatinya dan setelah berada di hadapannya dia kemudian memegang salah satu bahunya dan setelah itu berkata. "Mari kita kubur kan jasadnya dengan layak agar adik mu tidak kedinginan."


Chang yi hanya terdiam, ternyata beberapa saat yang lalu dia mengira adiknya masih hidup. Itu sebabnya mengapa dia mengatakan bahwa adiknya tengah menunggunya pulang, lantaran ternyata dia belum menerima kematiannya. Saat kedua matanya saling bertatapan dengan Xiuhuan dari sana dia menyadarinya, pemuda roh itu membawanya kembali pada kenyataan.


"Di-Dia?, "ingatan itu membuat Chang yi tidak bisa menahan air matanya lagi dan pada akhirnya menangis.


"Aku juga pernah merasakan hal yang sama seperti mu, sekarang kau harus menerima kepergiannya agar dia bisa pergi dengan tenang, kau harus menerima kenyataan."


Chang yi mulai mengingat kembali kejadian semalam, saat ingatan itu kembali di benaknya dia dapat mendengar dengan jelas perkataan adiknya di detik-detik terakhir sebelum kematiannya. Tidak hanya itu, dia juga mengingat bagaimana adiknya Changpu tersenyum padanya sebelum dia menutup rapat kedua matanya.


"Aku melupakannya, dia sudah tiada"


"Mari kita pergi menemuinya, tapi sebelum itu izinkan aku menyembuhkan lukamu."


"Ini tidak akan lama, aku akan menggunakan kemampuan ku untuk membuat mu pulih saat ini juga. Sebelumnya aku berniat melakukannya secara bertahap, tetapi sepertinya itu akan memakan waktu beberapa hari, dan jika seperti itu kau tidak akan bisa bertemu dengan adik mu"


Xiuhuan kemudian berjalan mendekatinya dan berdiri tepat di belakang punggungnya, saat itu juga dia mulai menyembuhkan luka yang tersisa di tubuh Chang yi dari punggungnya yang kemudian itu akan menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah selesai, Xiuhuan kemudian mengajaknya untuk pergi melihat tubuh Changpu. Dan seperti yang dia katakan sebelumnya, dia akan menemaninya.


"Kita pergi sekarang"


Chang yi tidak membalasnya sepanjang perjalanan tidak ada satu kata pun dia ucapkan dari mulutnya. Setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirnya tiba di desa dan menuju rumahnya. Adiknya Changpu ternyata masih berada di sana, tubuhnya yang sudah tidak bernyawa tergeletak di tanah tepat berada di sebelah rumah yang semalam terbakar dan menyisakan abu.


Chang yi perlahan berjalan menghampirinya dan kemudian berlutut di samping tubuh bocah malang itu, dia tidak dapat menahan air matanya dan kembali menangis sembari memegangi tangan adiknya yang dingin dan mengusap wajahnya. Xiuhuan yang juga berada di sana tampak kasihan padanya, dia juga memandangi wajah bocah itu sebelum mengajak Chang yi menguburnya.


"Mari berikan dia tempat yang lebih layak"

__ADS_1


Chang yi menyeka air matanya dan hendak memangku Changpu, namun para bandit semalam ternyata masih berada di sana mereka berteriak dan menghampiri keduanya. Melihat itu Xiuhuan sedikit berjalan dan kemudian berdiri tepat di hadapan Chang yi dan tidak membiarkan para bandit itu menyentuh tubuhnya.


"Siapa kau? beraninya kau menginjak wilayah kami?" tanya salah satu bandit.


"Wilayah kalian? sejak kapan? siapa pun bisa menginjak tempat ini, dan ini bukan wilayah mu?" Xiuhuan membalasnya sambil tersenyum.


"Tempat ini sejak dahulu adalah wilayah kami, tetapi orang-orang rendahan itu datang dan menempatinya begitu saja."


"Kau tidak terlihat seperti mereka, siapa kau? dan untuk apa kau kemari?"


"Memberi kalian pelajaran yang sangat berharga, apakah kalian tahu berapa banyak dosa yang telah kalian perbuat dengan membunuh orang-orang yang sama sekali tidak berdosa?"


"Tidak ada yang peduli dengan itu, kau tidak perlu memberitahu kami"


"Tunggu, bukan kah kau pemuda yang malam itu aku lempar ke sungai?" salah satu bandit lainnya menyela pembicaraan Xiuhuan dengan temannya saat matanya terkejut melihat Chang yi bersamanya.


"Ternyata kau masih hidup!"


"Ya aku menolongnya," balas Xiuhuan seraya menatapnya dengan dingin.


"Kau sangat angkuh, apa kau ingin mati?" lelaki dengan tubuh kekar tiba-tiba menghampiri mereka dengan raut wajah menyeramkan, lelaki itu tidak menyukai bagaimana cara Xiuhuan berbicara pada mereka.


Xiuhuan bukanlah orang biasa, dia sudah tahu bahwa para bandit itu akan datang menghampiri mereka berdua. Oleh karena itu Xiuhuan menunggu kedatangan mereka sejak pertama kali menginjakkan kaki di tempat itu, dan untuk menyambutnya Xiuhuan tidak berhenti tersenyum dengan tujuan tidak menyinggung perasaan para bandit itu.


"Bukankah kalian yang menginginkan kematian?" Xiuhuan balik bertanya.


Mendengar ucapannya pemimpin bandit itu mengangkat alisnya sembari tersenyum menyeringai. "Siapa kau? sangat menarik"


"Benarkah? kau bukan orang pertama yang mengatakan itu pada ku"


"Tunduk kan kepala mu atau aku akan merobek mulut besar mu itu"


"Hahhh merepotkan, "tanpa memberikan aba-aba Xiuhuan tiba-tiba menyerang mereka.


Pertarungan dengan jumlah tidak seimbang terjadi begitu saja di sana, meskipun begitu Xiuhuan mampu mengimbanginya. Baginya, para bandit itu tidak ada apa-apanya dan mereka masih perlu mengasah kemampuan bela dirinya. Chang yi yang melihatnya tidak percaya dengan kemampuan pemuda itu, hal itu wajar saja lantaran ia tidak mengetahui bahwa orang yang telah menolongnya adalah roh.


Hanya dalam waktu singkat Xiuhuan telah mengalahkan mereka satu per satu. Dia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pemimpin bandit itu pada Chang yi, tanpa ampun dan henti Xiuhan menginjak punggungnya hingga membuat seluruh tulangnya remuk tanpa sisa satu pun.


Dengan wajah penuh amarah ia tidak berhenti memukuli mereka bahkan setelah para bandit itu tidak sadarkan diri, kedua tangan Xiuhuan terlihat di lumuri banyak darah mereka. Chang yi kemudian mendekatinya dan menyuruhnya untuk berhenti karena para bandit itu sudah tidak berdaya dan mereka mungkin sudah mati.


"Hentikan kau tidak bisa terus memukuli mereka!"


Mendengar perintahnya saat itu juga Xiuhuan berhenti memukul mereka, dan seolah-olah tidak ada yang terjadi dia tersenyum padanya sambil berkata.


"Ah haha maaf sepertinya aku


berlebihan"


"Kau tersenyum setelah apa yang kau lakukan?"


"A-Apakah itu salah?" dengan polosnya Xiuhuan menayangkan hal itu pada Chang yi yang ternyata Ini adalah pertama kalinya dia berkelahi sehingga Xiuhuan tidak tahu perbuatannya sudah melewati batas.


...****************...


Singkat cerita setelah kejadian itu mereka berdua pergi menguburkan jasad Changpu dan mendoakannya.


"Aku bersumpah tidak akan membiarkan kematian mu sia-sia, Changpu ini adalah sumpah ku sebagai kakak mu," gumam Chang yi sambil memandangi makam adiknya.


Meskipun dia berbicara dalam hati Xiuhuan ternyata dapat mendengarnya dengan jelas karena dia memiliki kemapuan mendengar apa yang berada dalam fikiran seseorang, setelah mendengar itu dia menatapnya dengan heran Xiuhuan ingin bertanya padanya apa arti sumpahnya itu. Namun dia tidak bisa melakukan itu karena mereka tidak saling mengenal.


"Terima kasih, nama ku Chang yi," ujar Chang yi yang ternyata menyadari Xiuhuan tengah memperhatikannya.


"Ah! sa-sama sama, panggil aku Xiuhuan"


"Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" lanjutnya.


"Aku akan kembali ke tempat kelahiranku, aku akan terus berjalan ke arah barat hingga menemukan Kerajaan Jiao Long."


"Barat? aku juga akan berjalan ke arah yang sama dengan mu"


"Benarkah? Itu kebetulan."


"Bagaimana jika kita berjalan bersama sampai menemukan tujuan kita masing-masing?"


Sebelum menjawab, Xiuhuan mengamatinya sejenak untuk memastikan dia bersih dari niat jahat. Setelah itu barulah dia menjawabnya.


"Emm baiklah, jika tujuan kita sama yaitu berjalan ke arah barat, maka tidak ada salahnya"

__ADS_1


Dari sanalah awal perjalanan keduanya di mulai dan akan berlanjut sampai waktunya tiba, Xiuhuan bersama dengan Chang yi mulai berjalan menuju arah barat untuk menuju tujuan mereka masing-masing, dan setelah itu mereka akan berpisah.


__ADS_2