
"Sial, sekarang apa lagi ini?, "Xiuhuan melihat Liu Changhai yang saat ini tengah duduk di atas tempat tidurnya.
Dia lantas berdiri dan masih memasang ekspresi yang sama. "Liu Changhai?"
Dan dari tubuh Liu Changhai banyak sekali sihir yang mengelilinginya, pemuda itu terus menatap Xiuhuan dengan sangat menyeramkan, matanya terlihat kosong serta wajahnya pucat.
Lalu tiba-tiba dia yang sebelumnya terdiam membatu, mengeluarkan sebuah kertas berwarna merah dengan rangkaian kata di atasnya yang bertuliskan KUTUKAN.
Seluruh tubuhnya kini sudah di kendalikan oleh seseorang yang memiliki sihir itu, Liu Changhai kemudian melemparkan kertas di tangan kanannya pada Xiuhuan, kertas itu melesat begitu cepat mendekatinya dan untung saja Xihuhuan dapat menghindar.
"Ada apa dengan mu? sadarlah Liu Changhai! jangan biarkan mereka menguasai dan mengendalikan otak mu!" ujar Xiuhuan saat setelah berhasil menghindari serangannya, dia juga melihat kertas yang baru saja di lempar Liu Changhai itu berubah menjadi abu saat bersentuhan dengan asap hio, yang kebetulan ada di sana.
Yang dimana jika itu mengenai tubuhnya dia juga akan terkena kutukan sama sepertinya, melihat Liu Changhai yang tiba-tiba bangun dan seperti sedang di kendalikan, membuatnya semakin penasaran pada orang yang saat ini tengah mengendalikannya.
Tubuh yang kaku itu kemudian berdiri dan menerjang Xiuhuan, tenaganya yang begitu kuat membuat Xiuhuan sedikit kewalahan menahan lutut Liu Changhai yang sekarang berada di depan wajahnya. Xiuhuan berhasil menahan serangannya dengan salah satu telapak tangannya.
"Jangan seperti anak kecil dan kembalilah tidur, aku berjanji akan menyembuhkan mu ... tapi sebelum itu, tolong katakan terlebih dahulu siapa orang yang mengendalikan mu?"
Liu Changhai hanya terdiam tidak membalas perkataannya, namun Xiuhuan kembali menunjukkan reaksi terkejut seakan pemuda itu baru saja memberitahunya sesuatu.
Lalu, Xiuhuan yang bersentuhan langsung dengan tubuhnya merasakan sebuah aliran mengalir melalui tangannya dari tubuh Liu Changhai. Aliran itu terasa menyengat dan membuat tangan Xiuhuan mengeluarkan asap bahkan terasa panas.
"Tidak, apa kutukan itu sekarang berevolusi? bagaimana ini? tidak ku sangka ternyata penyebarannya begitu cepat, jika berakhir seperti ini dia akan tiada. Tetapi, tidak lama setelahnya dia akan bangkit kembali lalu menjadi seperti monster yang malam itu pernah ku lihat"
Waktu yang sesaat seperti terhenti kembali berjalan dengan tubuh Xiuhuan yang terdorong cukup jauh lantaran tendangan Liu Changhai yang sangat kuat.
Xiuhuan memegang salah satu tangannya, dia juga melihat luka bakar yang cukup serius, sedangkan Liu Changhai lagi-lagi mematung dan kali ini sedikit tertunduk. Tangan Xiuhuan kemudian perlahan mulai sembuh dengan sendirinya, dan tidak lagi mengeluarkan asap.
"Jika di bandingkan dengan Qiaofeng kau hanya sebuah remahan. Kutukan itu ternyata tidak sekuat miliknya, apa mungkin karena kau masih hidup? dan tidak ada jiwa yang memiliki dendam, sekarang bagaimana jika kau tiada? apa akan sama sepertinya dan lebih kuat?"
Kedua kaki Xiuhuan melangkah mendekati Liu Changhai, setelah cukup dekat dia memperhatikannya yang berdiri kaku. Kemudian, berjalan mengelilingi tubuhnya seraya memperhatikannya dengan sangat teliti.
"Hmm ini sepertinya akan sangat merepotkan ...?"
Liu Changhai tiba-tiba kembali bergerak saat Xiuhuan tengah berada di belakangnya, melihat itu sontak Xiuhuan mengunci tubuhnya dengan menekan sedikit leher Liu Changhai.
"Berhenti"
__ADS_1
"Liu Changhai, sekarang apa yang harus aku lakukan pada tubuh mu yang sudah sepenuhnya di kendalikan ini? selain itu, ganjaran apa yang akan ku terima dari pihak istana karena tidak berhasil menyelamatkan mu?, "Xiuhuan kembali berjalan dan lalu berhenti di depan Liu Changhai.
"Tatapan mata mu seperti orang yang sudah mati, dalam hidup ku tidak pernah melihat kasus seperti ini. Hei, jika kau mati tidak akan bisa menikah dengan Jia li, apa yang akan kau lakukan setelah itu? menjadi arwah pendendam karena batal menikah?"
"Menyedihkan sekali"
"Apa yang sedang kau lakukan?, "Chang yi tiba-tiba datang, dia melihat Xiuhuan sedang memperhatikan wajah Liu Changhai begitu serius dengan jarak yang sangat dekat.
"Xiuhuan, jangan katakan kau-"
"Tutup mulut mu aku masih waras!"
Sesaat Chang yi berfikir hal aneh pada Xiuhuan yang melihat Liu Changhai seperti itu, "maaf, tadi aku sempat berfikir kau ingin mencari kesenangan baru"
"Wow Chang yi, otak mu itu ternyata di penuhi hal-hal negatif dan bodoh ya?"
Mendengar perkataan Xiuhuan membuatnya sedikit tertawa seraya berjalan mendekati Liu Changhai. "Terima kasih, tapi sepertinya kau juga bodoh"
"Apa?"
"Xiuhuan, sebenarnya apa yang kau lakukan padanya? kenapa Liu Changhai bisa seperti ini! dia sepertinya sudah sepenuhnya di kendalikan!" Chang yi sedikit menaikan nada bicaranya.
"Saat? mengapa berhenti?" tanya Chang yi tampak heran.
"Sa-Saat aku sedang bermeditasi"
'Dia berbohong" batin Chang yi seraya tersenyum.
"Kalau begitu ... "Chang yi kemudian memegang dagunya seraya berbalik melihat Xiuhuan.
"Jika pihak istana mengetahuinya kita pasti akan mendapatkan hukuman, selain itu kau sepertinya tidak tahu keluarga Liu Changhai bukanlah orang sembarangan. Ayahnya merupakan salah satu sekutu Jiao long, jadi kita tidak hanya akan mendapatkan hukuman dari sini saja, mungkin juga dari pihak ayahnya, yang merupakan seorang raja"
Chang yi melihat Xiuhuan yang sepertinya sedang berfikir, dia bahkan mengepal erat kedua jari-jari tangannya.
"Kau takut, Xiuhuan?"
Dia yang sebelumnya tidak melihat Chang yi kini menoleh padanya. "Tidak bukan itu"
__ADS_1
"Lalu?"
" ... Chang yi, aku merasa orang yang memberikan kutukan pada Liu Changhai berada di tempat ini"
"Sayangnya aku hanya bisa merasakannya saja tidak melihat seperti apa orang itu, aku bukanlah petapa yang sangat kuat hingga bisa melihat sesuatu dari jauh. Bahkan aura yang sekarang aku rasakan pun terasa samar-samar, tapi aku yakin dia ada di sini"
"Apa maksud mu?" tanya Chang yi terkejut, dari awal dia sudah menyadari Xiuhuan pasti akan mengetahuinya, namun tidak mengira akan secepat ini. Karena tahu jiwa roh di dalam tubuhnya tidak sempurna, Chang yi tidak terlalu memikirkannnya.
Jantungnya terasa berdegup kencang bahkan kedua tangannya pun seperti akan bergetar, jika Xiuhuan mengetahui dialah orangnya, maka semua rencana yang di atur Chang yi diam-diam akan gagal tanpa sedikit pun hasil, karena Xiuhuan pasti tidak akan berada di pihaknya.
Dia yang memiliki dendam atas kematian adiknya pada seseorang yang berada di sini, jika gagal akan kembali merasakan kepahitan dalam hidupnya. Bukan karena miskin atau pun tidak memiliki uang, melainkan harga dirinya serta rasa sakit hati selama bertahun-tahun semenjak kepergiannya dari kota ini.
"Chang yi, kau harus waspada dia mungkin juga akan mengincar tubuh mu. Kutukan yang kau miliki pasti akan orang itu rasakan keberadaanya, kutukan itu berarti sebuah tanda orang yang akan menjadi korban"
"Benarkah? tapi bagaimana kau mengetahuinya?"
"Liu Changhai yang memberitahu ku, "Xiuhuan menoleh pada Liu Changhai.
"Meski pun dia terlihat seperti orang mati, tetapi hatinya masih berbicara dan aku dapat mendengarnya. Selain itu, sebuah aura sihir yang berbeda dari yang di miliki Jiao long perlahan mulai menyebar, dan semakin membesar"
"Jika aku menyempurnakan kekuatan ku, mungkin akan terlihat siapa orang itu"
Lagi-lagi Chang yi kembali terdiam sembari berusaha menyembunyikan rasa khawatirnya dari Xiuhuan, namun ternyata Xiuhuan dapat melihatnya dan rasa curiga mulai muncul sedikit di dalam benaknya.
"Kita bereskan dia terlebih dahulu baru orang itu," Xiuhuan membalik badannya dan menepuk salah satu bahu Liu Changhai, tetapi matanya masih melihat Chang yi.
"Jika aku berusaha mungkin Liu Changhai dapat kembali, karena sihir di dalam tubuhnya masih belum sekuat Qiaofeng. Apa kau bisa membantuku, Chang yi?"
Chang yi melirik Xiuhuan sembari tersenyum dan membalas perkataanya. "Tentu saja"
"Dia tidak sekuat Qiaofeng bukan? jadi akan mudah dan cepat menyembuhkannya, lagi pula nona Jia li akan menikah dengannya. Jika Liu Changhai tiada dia pasti akan merasa sedih"
"Kutukan di dalam tubuhku saja kau dapat menyegelnya, berarti itu berlaku juga untuk Liu Changhai, bukan begitu?"
Kali ini Xiuhuan membalas perkataan Chang yi dengan lebih serius. "Aku akan berusaha, karena ini menyangkut masa depan kerajaan"
'Dan juga bangsa roh'
__ADS_1
"Baiklah, tapi sebelum itu kita harus menyembunyikan fakta bahwa tubuh Liu Changhai sudah sepenuhnya terkena kutukan" ujar Chang yi memegang sisi kiri bahu Liu Changhai, yang dimana tangan Xiuhuan berada di sisi lainnya.
Lalu Liu Changhai yang sebelumnya berdiri kaku tiba-tiba roboh dan menimpa tempat tidurnya, melihat itu Xiuhuan kemudian berkata. "Jadi begitu, mengejutkan sekali Chang yi"