
"Ternyata petapa itu adalah kau" gumam Xue fang, ia yang baru saja masuk melihat Xiuhuan sedang duduk melakukan meditasi di sebelah tempat tidur Liu Changhai.
Pandangannya lalu Xue fang alihkan pada pemuda di sebelah Xiuhuan yang saat ini kondisinya cukup buruk, dengan kedua matanya ia melihat banyak sihir merah berterbangan di sekitar Liu Changhai yang terbaring lemah. Bahkan terdengarnya juga banyak suara jeritan orang tersiksa dari gumpalan asap darah itu.
Lantaran tujuannya datang ke sana hanya untuk melihat siapa petapa yang di maksud Jia li dan Chang yi, beberapa saat kemudian Xue fang hendak keluar dan mengurus pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Namun ...
"Hanya itu tujuan mu kemari? dan oh ya, nama mu Xue fang bukan?"
Saat salah satu kakinya baru saja melangkah dia mendengar suara Xiuhuan yang berbicara padanya, sontak Xue fang yang hendak pergi pun lekas berbalik untuk melihatnya.
Begitu membalik tubuh, Xue fang mengangkat sisi mulutnya lantaran mendapati Xiuhuan ternyata masih dalam posisi yang sama, ia seperti tidak bergerak sedikit pun dan bahkan matanya masih tertutup rapat.
"Katakan dengan jelas apa tujuan mu dan pemuda itu datang kemari? apa mungkin untuk balas dendam?" tanya Xue fang.
"Xue fang, kau pasti tahu masa lalu bangsa ku bukan? jika kau ada di posisi ku atau berada di kelompok kami, mungkin hal yang sama pasti akan kau lakukan, "Xiuhuan berbicara dengan batinnya.
Xue fang kembali berkata. "Kenapa kau seyakin itu? jika aku berada di posisi mu atau pun menjadi bagian dari kelompok kalian, yang ku lakukan adalah melupakan masa lalu. Bukankah sudah cukup banyak darah yang tumpah pada masa itu? terlebih musuh sekarang semakin kuat, dan kekuatan ku tidak sepadan dengannya"
" ... Aku sudah menduga kau pasti akan mengatakannya, ini bukan tentang masa lalu atau pun banyak darah yang tumpah karena perang itu. Tetapi alasan ku melakukannya karena seseorang, juga setelah perang berlalu kehidupan kami sekarang seperti di batasi bahkan terancam"
"Aku dan bangsa ku tidak bisa sebebas dahulu, manusia yang menjadi teman kami pun sekarang adalah ancaman. Aku tidak mau terus hidup seperti ini, apa lagi setelah melihat kehidupan manusia yang begitu bebas, itu membuatku sangat iri"
Mendengar alasan Xiuhuan membuatnya sesaat tidak berkata apa pun, Xue fang juga terlihat melipat kedua tangannya dan kemudian berjalan beberapa langkah mendekati Xiuhuan.
"Hanya karena itu kau sampai berjalan sejauh ini? memangnya seberapa berharga seseorang yang kau maksud? apa lebih berharga dari nyawa mu sendiri?"
"Xue fang, kenapa kau begitu peduli dengan nyawa ku?"
"Apa? "pertanyaan Xiuhuan membuat wajahnya tiba-tiba memerah dan berbicara terbata-bata.
"A-Aku tidak peduli padamu, hanya saja ka-kau sangat bodoh. Dan selain itu, sudah lama aku tidak melihat roh suci seperti mu semenjak perang berakhir, ka-karena itu ..."
Dari dalam tubuh Xiuhuan yang mengeluarkan cahaya terang seekor naga berukuran kecil keluar, naga itu bersisik putih dan perak, ia adalah sebagian dari jiwa roh di dalam tubuh Xiuhuan. Dengan kata lain, Xiuhuan dapat membagi jiwa di dalam tubuhnya. Dia lalu terbang mendekati Xue fang yang kemudian duduk di salah satu bahunya.
Dan dari naga itu terdengar suara Xiuhuan. "Tentu saja dia sangat berharga lebih dari nyawa ku, aku sudah lama hidup dengannya. Tetapi Jiao long malah menghabisinya begitu saja tepat di hadapan ku yang saat itu masih belum tahu apa itu kehidupan"
"Hei Xue fang, apa kau mau bekerja sama dengan ku? dari jarak sedekat ini ternyata aku baru menyadari kau juga tidak menyukai Jiao long, tapi selain itu aku juga merasakan sesuatu yang aneh dari dalam hati mu, apa itu? kenapa aku tidak mengetahuinya? padahal aku sudah mempelajari sihir kebatinan, tapi kenapa perasaan yang aneh di dalam dirimu tidak dapat ku ketahui?"
'Pe-Perasaan?' batin Xue fang terlihat resah.
"Ya perasaan, "Xiuhuan membalas isi hatinya, dia juga mengelus wajah gadis itu dengan kepala naganya yang panjang.
Namun Xue fang tampak terkejut lantaran Xiuhuan mendengar apa yang di katakannya secara diam-diam, dia sontak menggeser tubuhnya dan hampir membuat naga kecil itu terjatuh.
"Kenapa kau menanyakan hal yang tidak penting? lakukan saja apa tujuan mu" ujar Xue fang yang kemudian berjalan mendekati pintu keluar, tetapi tidak lama dia menghentikan langkahnya. "Aku mengatakan itu bukan berarti menerima tawaran mu, urus saja balas dendam mu sendiri karena aku juga memiliki sesuatu yang harus ku selesaikan"
Setelah mengatakannya Xue fang kembali berjalan, dan kali ini dia tidak berhenti bahkan juga menoleh.
"Kenapa dia? apa aku salah berbicara?, "naga Xiuhuan terlihat mendekati pintu dan melihat Xue fang yang berjalan semakin jauh.
Tidak lama dia lalu menghampiri tubuhnya yang masih bermeditasi, dan juga berputar-putar di atas Liu Changhai yang terbaring.
"Wahhh sihir darah ini terus mengikuti ku, kenapa kalian bisa sejahat ini? siapa yang mengirim kalian?, "tanpa henti dia terus terbang ke sana-kemari di dalam kamar, lalu sesaat terdiam seraya melihat wajahnya.
"Hmmm ternyata aku cukup tampan, haha rasanya sangat senang memuji diri sendiri ... tapi tunggu, aku tidak datang sendirian bukan? kemana pemuda jelek itu?"
Xiuhuan mulai mencari keberadaan Chang yi, dia yang sebelumnya hanya berada di kamar kini mulai terbang bebas keluar untuk mencari temannya itu, sepanjang pencariannya jelas tidak mudah untuk Xiuhuan agar seseorang tidak melihatnya. Sesekali saat beretemu dengan orang lain dia harus bersembunyi.
__ADS_1
Hingga setelah lama mencarinya, Chang yi akhirnya terlihat keberadaanya yang sekarang tengah berada di tepi kolam besar bersama dengan Jia li.
"Eh? apa yang sedang dilakukannya dengan seorang wanita? dia mendekati putri Jiao long?"
Keberadaan Xiuhuan ternyata di sadari oleh Chang yi, pemuda itu sedikit melirik naga kecil yang berada di sebrang kolam tempat sebelumnya dia meminum air, dan tengah memperhatikannya. "Naga? ada naga di sini? ... ahhh itu Xiuhuan, kenapa dia datang kemari? bagaimana dengan Liu Changhai? dasar bodoh, dia malah mengintip seperti itu bukannya mengurus Liu Changhai!"
Chang yi yang sekarang dapat mengendalikan sihir Qiaofeng memanfaatkannya untuk mengerjai Xiuhuan yang sedang mengintipnya diam-diam, namun sebelum dia melakukannya ...
"Jia li?, "Chang yi menarik tangan Jia li dan membuatnya menghadapa padanya, hal itu sengaja dia lakukan supaya saat mengerjai Xiuhuan, Jia li tidak melihatnya.
Karena akan sangat merepotkan jika ada orang melihat keberadaan roh naga itu.
"Jia li, ternyata kau tidak tinggi ya?, "Chang yi yang tak pandai berbohong dan mencari alasan, malah mengatakan hal tidak penting.
"Apa? kenapa tuan muda tiba-tiba mengatakan itu?"
" ... Ah haha ka-karena kau memang pendek"
'Sial aku harus mencari akal'
"Lihat itu, apa mereka akan berciuman? menjijikan, "melihat Chang yi yang tiba-tiba merubah posisi Jia li dan menutupnya dengan tubuhya, membuat Xiuhuan berfikir hal yang aneh.
Dan selain itu, "apa mungkin ada alasan lain dia melakukannya? jangan-jangan Chang yi mengetahui keberadaan ku? ... tapi jika memang itu benar artinya dia juga mengetahui sosok asliku?"
"Mana mungkin, selama ini bukankah dia tidak curiga? bahkan setelah mengetahui itu Chang yi seharusnya menunjukkan reaksi yang tidak terduga bukan?"
Di saat tengah berfikir tanpa Xiuhuan sadari dari belakangnya diam-diam temannya yang sudah mulai bergerak mengirimkan sebagian kecil sihir miliknya, sihir berwarna merah darah itu perlahan mulai mengelilingi tubuh naga Xihuan dan bahkan dapat mengendalikannya.
'Chang yi, apa kau sudah tahu siapa aku? tapi bagaimana kau-?'
"Eh apa ini?, "Xiuhuan baru menyadari kehadiran sihir yang sejak tadi mengelilingi tubuhnya. "Kenapa kalian bisa mengikuti ku? kalian sudah menguasai tubuh pemuda itu! sekarang jangan mengambil alih tubuh ku juga!"
'Aku tidak mengerti bagaimana bisa mereka sampai kemari, tapi sekarang aku menghawatirkan tubuh ku yang ada di sana. Bagaimana jika sekarang arwah-arwah ini sudah mengendalikannya?'
Chang yi yang berdiri di sebrangnya sedikit melirik ke arah naga Xiuhuan, sekarang hewan roh itu tengah terbang tidak karuan karena kewalahan menghadapi sihir yang di kirimnya dan terus mengganggunya.
Melihat tingkah Xiuhuan membuat Chang yi tidak dapat menahan tawa, dan Jia li yang berada di hadapannya pun mulai merasa aneh dengan tingkah tuan muda itu. Dia bahkan mengira Chang yi menertawakannnya karena dia bertumbuh pendek.
"Apa harus sesenang itu mengejek orang lain!" tanya Jia li.
Chang yi yang sedari tadi melirik ke arah Xiuhuan lantas berbalik melihat Jia li yang memberinya pertanyaan dengan tatapan kesal. "Ah? me-mengejek? aku tidak mengejek siapa pun"
"Pendek!"
'Astaga dia ternyata melihat ku tertawa dan mengira aku sedang mengejeknya'
"Tidak, aku tidak bermaksud mengejek mu. Hanya saja aku teringat sesuatu saat masih kecil"
"Apa itu?" tanya Jia li penasaran.
'Sekarang apa yang harus aku katakan?, ' lagi-lagi mulutnya membuat kesalahan, bukannya menyelesaikan masalah. Namun Chang yi malah membuat dirinya sendiri semakin kebingungan.
"I-Itu ..."
Saat tengah merasa kebingungan, tatapan gadis muda yang sekarang tengah berdiri di hadapannya membuat Chang yi tiba-tiba terdiam.
Diam-diam dia juga mulai memperhatikan setiap sisi dari wajahnya, Jia li yang memiliki mata bulat, hidung lancip, bibir tipis serta berkulit putih itu ternyata membuat Chang yi tanpa sadar terpana melihat kecantikannya.
Namun sayangnya itu terjadi hanya beberapa saat.
__ADS_1
"Kenapa tuan muda terdiam?, "Chang yi yang sesaat melamun tersadarkan oleh suara Jia li yang saat ini tengah memlihatnya dengan heran.
"Ah ... ma-maaf aku membuat mu bingung"
"Apa kau baik-baik saja? sikap mu terasa berbeda? tuan muda, apa kau sedang ada masalah?"
"Tidak ada, aku baik-baik saja ... Jia li, mulai hari ini dan seterusnya berhenti memanggil ku tuan muda. Panggil saja nama ku, kau mengerti?"
"Memangnya kenapa? sudah dari kecil aku memanggil mu seperti itu, lagi pula panggilan itu memang sudah sepantasnya untuk mu. Kau sudah memilikinya sejak di lahirkan"
Chang yi tersenyum mendengar perkataan Jia li. "Tapi sekarang berbeda aku tidak seperti dahulu lagi, panggilan seperti itu sudah tidak pantas ku miliki"
Kedua matanya tiba-tiba terlihat sendu dan semakin jelas, Jia li bahkan menundukkan kepalanya agar Chang yi tidak melihat wajahnya.
"Maaf, kau jadi seperti ini karena ulahnya. Bahkan bukan tuan muda saja yang menderita, permaisuri dan Changpu juga merasakan akibat dari ketamakannya"
"Jika saja waktu bisa di putar dan aku kembali, saat hari itu terjadi aku tidak akan membuat kesalahan lagi. Akan ku pastikan dia tidak akan mendapatkannya"
"Jia li, "Chang yi menaruh salah satu telapak tangannya di atas kepala Jia li. "Semuanya sudah berlalu, meski pun kau mencoba menghalanginya tetap saja dia pasti akan terus melakukan keinginannya itu"
"Lagi pula menurut ku ini adalah takdir, tidak semua tuan muda harus mendapatkan kebahagiaan di dalam hidupnya bukan? jujur saja berkat ulah Jiao long aku jadi mengetahui bagaimana sifat aslinya"
"Aku yang saat kecil selalu bermimpi akan menjadi sepertinya dewasa nanti, ternyata itu adalah sebuah kesalahan. Orang yang ku anggap sebagai pelindung nyatanya seorang iblis, dia bahkan membuang ku, adik ku dan bahkan ibu ku"
"Jia li kau tidak perlu meminta maaf, sekarang sebaiknya fikirkan dirimu sendiri dan mulailah berjalan di jalan menuju masa depan yang baik"
Jia li yang sebelumnya tertunduk kini kembali memperlihatkan wajahnya, setelahnya dia berkata. "Ternyata benar kau tidak berubah sama sekali, senyuman yang kau tunjukkan selalu terlihat di wajah itu meski sedang menderita," seraya tersenyum ia menatap wajah Chang yi.
Begitu juga sebaliknya, Chang yi membalas senyumannya.
Namun sepertinya pemuda itu melupakan sesuatu, yaitu Xiuhuan yang sekarang tengah tidak terkendali karena ulahnya. Tanpa henti Xiuhuan terus berputar-putar mengitari kolam lantaran sihir mengendalikannya.
"Siapa pun tolong hentikan aku!"
Hingga pada akhirnya dia yang dari tadi terus berputar jatuh menimpa kolam. "BYUR!"
"Suara apa itu?, "Jia li dan Chang yi serentak menoleh melihat kolam saat mereka mendengar sesuatu jatuh ke dalam air.
'Xiuhuan? aku melupakannya'
"Sepertinya ada yang jatuh ke dasar kolam?" ujar Jia li.
"Mu-Mungkin itu burung yang tidak sengaja jatuh? hal seperti itu se-sering terjadi bukan?," Chang yi membalas dengan berbohong.
"Apa mungkin?"
"Mungkin saja haha"
'Xiuhuan maafkan aku, lagi pula kenapa kau kemari dan tidak menjaga Liu Changhai? sekarang kembalilah ke sana dan lihat hadiah yang ku berikan untuk mu'
...****************...
Di kamar Liu Changhai terdengar suara nafas Xiuhuan yang tersengal-sengal saat setelah sebagian jiwanya baru saja kembali. Dia yang berniat meditasi untuk menyegel kutukan di dalam tubuh Liu Changhai harus berakhir sia-sia.
Kedua matanya juga tampak membelalak serta sedikit keringat di dahinya. "Aku kembali! tidak mungkin aku akan mati semenyedihkan itu bukan?!"
"Ternyata tubuh ku tidak mereka kendalikan, apa mungkin itu ulah seseorang?"
Xiuhuan yang baru saja tersadar dan masih belum mengerti dengan situasi yang baru saja dia alami, harus di kagetkan oleh Liu Changhai yang berada di sampingnya. Dia yang sebelumnya tertidur lelap itu sekarang terlihat duduk di atas tempat tidur dan sedang melihatnya dengan matanya terbuka lebar.
__ADS_1
Xiuhuan baru menyadari itu saat ia melihat gumpalan sihir merah di sana semakin tebal dan hampir menutupi ruangan kamar.
"Sial, sekarang apa lagi ini?" ujarnya.