Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 11


__ADS_3

bu ratih akhirnya selesai dengan aktivitas memasaknya lalu ia menghampiri suami dan anaknya di ruang tamu.


Tiba-tiba bu ratih kepikiran untuk membawa intan tinggal di rumah neneknya, yaitu kampung halaman bu ratih yang tidak pernah intan kunjungi sebelumnya bersama rian meskipun mereka sudah berpacaran selama 7 tahun.


Bu ratih sangat yakin kalau di sana intan tidak akan terlalu memikirkan rian karena tidak ada jalanan yang pernah mereka lewati bersama, dan bu ratih yakin intan pasti akan melupakan rian dalam waktu cepat.


Lokasi rumah nenek intan ada di dekat pegunungan yang lumayan jauh dari kediaman mereka. Neneknya bernama jamilah dan biasa di panggil nek ilah, beliau tinggal bersama paman intan yang merupakan adik kandung dari mamanya intan bu ratih yang bernama muzakir.


Di kampung halaman bu ratih banyak pemandangan indah yang bisa di nikmati oleh intan di sana.


Intan pernah beberapa kali berkunjung kesana ketika ia kecil dan sangat jarang berkunjung ketika sudah dewasa dan berkuliah di kota.


Dan biasanya nek ilah bersama muzakir lah yang sering menemui mereka dan menginap di rumah intan.


"yah! Ibu punya ide bagus".


Bu ratih datang dari dapur dan nimbrung menghentikan percakapan mereka berdua yang tadinya terlihat sangat serius. lalu pak wira berbalik dan menatap bu ratih dengan penasaran..

__ADS_1


"ide apa bu?


Bu ratih kemudian tersenyum dan duduk di samping pak wira dan langsung menyampaikan ide yang ia maksud.


"bagaimana kalau intan tinggal di rumah neneknya di kampung, biar intan bisa melupakan rian dengan cepat. Di sana intan juga bisa belajar mandiri dari neneknya daripada harus bekerja sama orang, kan mending bekerja di perusahaan sendiri".


Bu ratih mengedipkan matanya ke pak wira, namun intan masih belum mengetahui maksud dari ibunya tersebut. Sementara pak wira juga masih bertanya-tanya dengan perusahaan yang di maksudkan bu ratih.


"perusahaan sendiri? Memangnya kita punya perusahaan ya bu di kampung? Kok ayah ngga pernah tahu?


"ih ibu ngapain sih kedip-kedip mata sama ayah dari tadi? Mata ibu sakit ya? Sini coba intan lihat".


Bu ratih kemudian berdiri dan menghindar dari intan yang ingin memeriksa matanya.


" intan tinggal di rumah nenek ya, selama beberapa bulan untuk bekerja di perusahaan nenek di kampung, ibu yakin intan pasti betah di sana apalagi banyak pemandangan indah. Intan kan ngga pernah berkunjung ke rumah nenek sudah lama banget loh".


Intan kemudian terdiam dan berpikir, memang benar selama dia bersekolah hingga kuliah, bahkan sampai dia lulus, intan tidak pernah sama sekali tinggal di rumah nek ilah karena sibuk belajar dan mengerjakan tugas. Lalu intan meminta waktu untuk berfikir kepada bu ratih dan ayahnya.

__ADS_1


"intan boleh pikir dulu ngga bu? Biar ngga menyesal nantinya.


Pak wira dan bu ratih mengangguk dan memberikan waktu untuk intan berpikir. Meskipun pak wira masih tidak faham dengan perusahaan yang bu ratih maksud.


"yasudah kalau begitu kita sarapan dulu yuk, semua sudah siap tuh di meja makan.


intan kemudian berdiri dan menuju ke meja makan terlebih dahulu, di susul pak wira dan bu ratih. sebelum mereka menuju ke meja makan untuk sarapan bersama, Pak wira berbisik kepada bu ratih agar tidak terdengar oleh intan.


"bu perusahaan apa sih?


"itu loh yah, maksud ibu perusahaannya itu jadi petani di sawah, biar sekalian dia belajar mandiri dari nenek dan pamannya. Kalo di sana ibu bisa lebih tenang melepas intan, daripada harus kerja di toko"


"oh begitu? ya sudahlah kalau itu mau ibu".


Pak wira lantas menyetujui keinginan bu ratih untuk membawa intan ke rumah nek ilah di kampung.


Lalu mereka menuju ke meja makan untuk sarapan bersama sementara intan sudah terlihat lebih tenang daripada sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2