
"ih ibu kok ketawa sih, bukannya bantuin intan mikir! Intan pusing nih bu cari kerjanya. "
Intan protes kepada bu ratih karena tak tahan melihat intan yang begitu menggemaskan. Lalu pak wira menegur bu ratih dengan sedikit menepuk pundak bu ratih.
"iya iya maafin ibu habisnya kamu lucu sekali nak, ibu pikir kamu sudah mendapatkan pekerjaan sampai mendesak ibu untuk minta izin sama ayah, ternyata pekerjaannya masih on the way!"
Bu ratih kemudian menjelaskan alasannya tertawa. pak wira mulai geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan istrinya.
Karena tak kunjung mendapat masukan dari orang tuanya, intan kemudian kembali lagi ke kamarnya dan mengambil handphone sekali lagi untuk mencari lowongan pekerjaan di sosial media.
Intan mulai tertarik dengan beberapa lowongan kerja yang ia temukan di facebook dan instagram. Lalu intan mecoba mencari tahu lebih lanjut sampai dia tertidur karena kelelahan.
Keesokan harinya intan bangun kesiangan sampai dia lupa melaksanakan solat subuh. Lalu intan bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan solat subuh meskipun matahari sudah sedikit terbit.
Dalam sujud terakhirnya intan berdoa agar diberikan kemudahan dalam mencari pekerjaan.
__ADS_1
kemudian setelah selesai melaksanakan solat subuh, intan akhirnya kembali mengambil handphonenya dan mencari informasi mengenai pekerjaan yang sempat menarik perhatiannya itu, yaitu lowongan kerja sebagai karyawan toko baju dan lowongan kerja sebagai karyawan konter.
Sangat berbeda dengan gelar yang dimilikinya yaitu sebagai D3 farmasi yang seharusnya sudah bisa bekerja di apotik atau rumah sakit.
Namun dikarenakan apotik hanya ada di kota-kota besar, sementara intan tidak diperbolehkan bekerja terlalu jauh oleh ayahnya, dan lowongan pekerjaan terdekat yang tersisa adalah sebagai karyawan toko baju dan karyawan konter.
Setelah mencari informasi mengenai kedua toko tersebut, akhirnya intan memilih untuk bekerja di toko baju saja agar tidak repot untuk mengurus ini dan itu pikirnya karena dia tidak mau ribet.
Intan kemudian menemui ibunya bu ratih yang sedang bersiap-siap ke pasar untuk membeli lauk pauk.
"mau ke pasar ya bu? Intan ikut yah!"
Intan kembali mengikuti ibunya ke pasar, dan benar saja di perjalanan intan meminta pendapat bu ratih tentang lowongan pekerjaan terdekat yang baru kemarin malam ia temukan.
"bu, intan sudah ketemu lowongan pekerjaan yang dekat dengan rumah, dan pastinya tidak ribet bu!"
__ADS_1
Bu ratih merasa lega karena intan sudah mendapatkan lowongan pekerjaan yang dia inginkan, meskipun bu ratih belum tahu pekerjaan apa yang intan maksudkan. Di dalam pikiran bu ratih, intan akan bekerja di apotik atau di rumah sakit tapi ternyata..
"oh ya? Dimana lokasinya nak? Pekerjaan apa itu?
Bu ratih penasaran dan menanyakan pekerjaan apa yang intan maksudkan.
"di seberang pasar bu sebagai karyawan di toko baju terbesar itu, yang sering kita kunjungi!"
Intan berkata sangat terus terang kepada bu ratih, entah karena dia terlalu polos atau memang terlalu bersemangat.
"apa? Di toko baju intan? Kamu yang benar saja nak Kamu itu d3 farmasi intan! bisa-bisanya mau kerja di toko baju. Apa kata orang nanti melihat kamu bekerja di sana? engga ibu ngga setuju. Ibu yakin ayahmu juga tidak akan setuju dengan keinginan kamu ini!"
Bu ratih sangat kaget dan marah mendengar perkataan intan yang ingin bekerja di toko baju di seberang pasar. Toko baju itu memang selalu ramai dan dekat dari rumah mereka, tetapi bu ratih sangat tidak rela putri kesayangannya bekerja di toko baju.
Intan mulai memasang wajah melas karena mendengar ibunya sangat marah, bukannya mendukung dia untuk bekerja di sana.
__ADS_1
"terus intan harus gimana bu? kan kata ayah ngga boleh kerja jauh-jauh dan yang terdekat cuma toko itu sama konter yang di ujung sama bu!"
bu ratih menatap intan lalu menggeleng-gelengkan kepala dan tidak menjawab perkataan intan, bu ratih hanya terus berjalan ke pasar di susul intan yang berada di belakangnya.