
hari pertama intan berada di desa ia gunakan untuk berkeliling di sawah dan ladang milik keluarganya.
Dan di hari kedua esok harinya, intan mulai bekerja di ladang bersama pamannya muzakir dan keempat sahabatnya yang kemarin di kenalkan kepada intan.
Pagi-pagi sekali intan di bangunkan oleh nek ilah untuk mandi,sarapan dan bersiap ke ladang karena hari ini kebetulan akan ada panen semangka di ladang.
Intan yang tak terbiasa bangun sangat pagi, terlihat sangat ngantuk dan lelah karena memang baru kemarin dia sampai di desa setelah melakukan perjalanan selama 4 jam lamanya.
"intan, bangun nak ayo sarapan sebentar lagi kita ke ladang sama-sama.
suara nek ilah membangunkan intan dari tidur nyenyak nya. Intan kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Air di pedesaan sangat dingin membuat intan berfikir dua kali untuk mandi, karena memang desa itu sangat dekat dengan pegunungan, suhunya bisa dua kali lipat dari dinginnya air perkampungan yang ada di pinggiran kota tempat tinggalnya.
"paman ada air hangat ngga? Air sumurnya dingin banget, intan ngga kuat.
Intan keluar dari kamar mandi dan menanyakan air hangat kepada muzakir yang saat itu sedang membantu ibunya menyiapkan sarapan. Namun muzakir malah menyuruh intan untuk membiasakan diri mandi dengan air dingin, karena dia akan tinggal lebih lama di desa.
"sudah mandi aja pakai air dingin biar kamu terbiasa, kan kata ibumu tidak boleh bermanja harus semangat intan.
__ADS_1
Intan memelas karena memang air sumurnya sangat dingin. intan kemudian beralih meminta air hangat pada neneknya.
"nenek! boleh ya intan minta air hangat?"
Lagi-lagi nek ilah tidak memberikan kepada intan, dan perkataannya sama dengan muzakir, yaitu intan harus terbiasa mandi air dingin.
Akhirnya intan mengalah dan kemudian mandi menggunakan air sumur yang sangat dingin.
Setelah itu, intan sarapan bersama paman dan neneknya karena ibu dan ayahnya langsung kembali ke rumah setelah mengantarkan intan ke desa. Dan mereka kemudian pergi bersama-sama ke ladang.
Di ladang sudah menunggu roni, doni, riki dan fatih. Mereka datang lebih awal bahkan sebelum matahari terbit.
Doni terpesona melihat intan dengan wajah polosnya tanpa riasan begitupun juga dengan fatih, namun mereka berdua mencoba untuk memendamnya karena takut intan akan tidak nyaman.
Intan menyapa mereka terlebih dahulu. Doni dan fatih sangat bersemangat karena untuk pertama kalinya mereka bekerja di temani wanita cantik setelah bertahun-tahun lamanya.
Hari pertama bekerja, intan terlihat sangat lelah dan ngantuk karena pertama kalinya bangun sangat pagi dan pertama kalinya juga dia bekerja. Berkali-kali intan beristirahat karena merasa kelelahan.
Muzakir yang sudah berjanji untuk tidak memanjakan intan lantas menyuruh intan untuk fokus bekerja memetik buah semangka agar mereka bisa cepat selesai dan tidak terlalu kesiangan. Muzakir juga tidak ingin keponakannya berpanas-panasan seharian.
__ADS_1
Ketika yang lain sudah menyelesaikan setengah ladang bagian mereka masing-masing, intan malah baru mendapatkan panen beberapa buah saja.
Nek ilah kemudian menghampiri intan dan menyuruhnya beristirahat namun intan menolaknya.
"sudah, kamu istirahat saja nak nanti biar pamanmu yang selesaikan itu semua!"
"tidak nek, intan harus kuat, intan harus semangat tidak boleh menyerah intan sudah janji pada diri sendiri harus punya fisik yang kuat dan tidak boleh lemah lagi!.
Doni lagi-lagi terpesona melihat kepolosan intan dan dia akhirnya menghampiri intan dan nek ilah kemudian membantu intan untuk menyelesaikan bagiannya.
Di antara semuanya, intan mendapat bagian memetik yang paling sedikit, tetapi intan juga yang paling sedikit mendapat buah hasil panen.
" mau aku bantu?
Doni menawarkan diri untuk membantu intan.
"boleh banget, terimakasih ya mas doni!"
Doni kemudian tersenyum dan membantu intan menyelesaikan bagiannya. Sementara bagian tempat panen doni sudah selesai ia kerjakan.
__ADS_1
Di sisi lain fatih merasa cemburu melihat doni dan intan memanen semangka berduaan seperti orang yang sudah kenal lama, mereka terlihat sangat akrab. Karena fatih juga merasa ingin lebih dekat dengan intan, namun bagian panen miliknya masih belum selesai ia kerjakan.
Hari sudah semakin siang dan matahari sudah mulai perlahan naik. Akhirnya mereka selesai memanen semua buah semangka tepatnya pada pukul 11.25