Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 26


__ADS_3

Setelah rumah nek jamilah sepi, maka intan dan muzakir di interogasi oleh bu ratih, pak wira dan nek ilah.


Mendengar percakapan wanita tadi yang mengatakan bahwa intan di gendong rian di puskesmas dan berpegangan tangan, bu ratih kemudian bertanya kepada intan dan zakir.


"sebenarnya apa yang terjadi di antara kalian? Kenapa intan pingsan dan di gendong rian? muzakir kemana memangnya?


Intan dan pamannya saling tatap dan tak tahu mau menjelaskan mulai dari mana. seketika itu neneknya intan menjawab.


"mereka ke puskesmas itu mengantar siti yang kakinya keseleo pas mau pulang dari sini ratih, mungkin tidak sengaja bertemu dengan lelaki yang bernama rian itu.


Intan hanya terdiam dan pak wira membelai lembut rambut intan yang sedang duduk di sofa bersama pamannya.


"sebenarnya ada apa nak? Kenapa bisa sampai pingsan?


Tiba-tiba saja air mata intan jatuh dengan sendirinya. Intan tak kuat menahan tangisnya yang telah tertahan sejak tadi, lalu intan memeluk erat ayahnya dan mulai bercerita


"Jadi saat itu intan duduk di kursi sambil menunggu paman dan mba siti yang sedang di periksa, tiba-tiba rian datang lalu ngajak intan bicara di taman, setelah itu di taman rian menjelaskan bahwa dia sudah menikah dan punya anak, bahkan dia mengira intan kesini untuk menghancurkan rumah tangganya, kemudian intan merasa pusing dan saat bangun tiba-tiba sudah ada di UGD.


Dengan suara terbata-bata intan menjelaskan kepada orangtuanya. Mendengar penjelasan intan sontak semua orang yang ada di sana langsung kaget dan tak terima


"apa? Jadi dia bilang begitu sama kamu? Pantas saja paman cari-cari kamu tidak ada, ternyata dia yang membawa kamu pergi?


Muzakir yang awalnya tak tahu bahwa intan pergi bersama rian sebelum ia pingsan.


"iya paman, waktu itu intan nungguin paman di kursi, tapi karena kelelahan intan sampai ketiduran dan pas buka mata rian udah ada di depan intan.


Intan menjelaskan kronologis kejadian di puskesmas.


"lalu kamu mau diajak pergi sama dia?


Bu ratih kembali bertanya.


"ya habisnya gimana bu? Rian sendiri yang narik tangan intan ke taman kan intan ngga tau kalau dia udah menikah bu.


bu ratih menghela nafas panjang dan terlihat sedikit emosi karena intan yang terlalu polos dan emosi karena lagi-lagi intan harus bertemu mantan.

__ADS_1


Ada rasa bersalah di hati bu ratih karena dialah yang meminta intan untuk tinggal di desa untuk memulai hidup baru, tanpa tahu bahwa seseorang yang menghancurkan kebahagiaan intan ternyata tinggal di sana.


"ya sudahlah tidak usah di bahas lagi, lebih baik intan pulang saja ke rumah ya!


Pak wira kemudian mencairkan suasana dan ingin mengajak intan untuk kembali ke rumah mereka agar tak terjadi kejadian tak di inginkan lagi.


sementara nenek intan jamilah merasa sangat tidak rela jika intan akan pulang kembali ke rumah.


"Kenapa kalian terburu-buru membawa intan pulang? Dia baru tiga hari berada di sini, apa kalian tidak kasihan dengan ibumu yang sudah tua ini?


nenek intan sangat berharap intan bisa tinggal lebih lama dengannya, karena beliau sudah cukup kesepian tidak ada teman untuk ngobrol. Setidaknya dengan kehadiran intan suasana rumah nek jamilah menjadi semakin ramai.


"tidak bisakah intan tinggal lebih lama di sini untuk menemani ibu? Apa kalian tahu di sini ibu sangat kesepian?


Muzakir memandangi ibunya, untuk pertama kalinya ibunya jamilah, mengatakan bahwa beliau sangat kesepian, karena biasanya beliau terlihat baik-baik saja tinggal berdua dengannya.


Muzakir tidak pernah menyangka bahwa ibunya ternyata memendam rasa kesepiannya selama inu setelah di tinggal suaminya.


"yah, intan mau nemenin nenek saja di sini ngga apa-apa kan? Lagipula intan juga sudah punya teman di sini dan mereka semua baik-baik sama intan.


"tapi intan apakah kamu akan baik-baik saja dengan semua ini?


Bu ratih merasa sedikit cemas dengan keinginan intan kali ini.


" Tidak apa-apa bu, anggap saja ini cara intan untuk melupakan semua luka masa lalu itu. Jika terus melarikan diri jadi kapan sembuhnya?


Intan berusaha meyakinkan ibunya bahwa dia akan baik-baik saja.


Kali ini pak wira menyetujui keputusan intan dan merasa bangga karena putri semata wayangnya itu sudah mulai berpikir dewasa.


pak wira dan bu ratih menginap di rumah jamilah..


Keesokan harinya, intan berkunjung ke rumah siti! Karena di rumah nek ilah hanya ada mobil open cup dan tidak ada sepeda motor, akhirnya intan jalan kaki menuju ke rumah siti yang lokasinya lumayan jauh dari rumah neneknya.


Di perjalanan intan bertemu dengan fatih yang baru saja pulang dari sawah.

__ADS_1


"loh intan! Mau kemana pagi-pagi begini?


Fatih menyapa intan yang sedang berjalan seorang diri.


"eh mas fatih, ini intan mau ke rumah mba siti, mau jenguk mba siti.


fatih kemudian menawarkan untuk mengantar intan karena merasa khawatir intan akan nyasar.


"mas anterin ya? Nanti kalau ada apa-apa nenek sama paman kamu jadi khawatir. Ya itupun kalau kamu tidak malu diantar sama aku yang penuh lumpur ini.


Intan dengan senang hati menerima tawaran fatih untuk mengantarkan dirinya. Intan sama sekali tidak mempermasalahkan penampilan fatih yang penuh lumpur di kakinya, Ia sama sekali belum mengetahui bahwa doni dan fatih telah jatuh hati kepadanya.


"baiklah mas kalau tidak mengganggu mas fatih, ya intan sangat senang.


Di perjalanan mereka terlihat sangat asyik mengobrol. Seperti dua orang yang sudah kenal sejak lama.


Intan merasa nyaman dan bahagia berjalan dengan fatih, meskipun saat itu fatih sedang dalam kondisi kotor penuh lumpur


"oh iya paman kamu dimana? Kok tumben kamu pergi sendirian, biasanya kan dia selalu ikut kemanapun kamu pergi!


Intan tersenyum dan berkata..


"paman masih molor di kamarnya mas, tadi habis solat subuh dia tidur lagi, intan ngga enak bangunin dia.


" oh begitu ya? Ngomong-ngomong kamu mau tahu rahasia paman kamu tidak?


fatih berniat untuk membongkar rahasia besar muzakir yang selama ini ia simpan sendiri.


Namun belum sempat mengatakannya, langkah intan terhenti ketika melihat orang-orang meliriknya dengan tatapan berbeda.


"orang-orang kenapa ya mas? Dari tadi ngelihatin intan kayak gitu?


fatih juga ikut melihat sekeliling mereka, dan menyadari memang ada yang aneh dari tatapan orang-orang desa terhadap intan.


"sudah ngga usah dipikirkan, mungkin mereka agak asing dengan wajah cantik kamu, soalnya di sini ngga ada wanita secantik kamu intan.

__ADS_1


Fatih berusaha mengalihkan pandangan intan dan menggodanya hingga membuat wajah intan sedikit merah.


__ADS_2