Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 35


__ADS_3

Ketika mereka di perjalanan menuju ke rumah widia, intan dan cindy bertemu dengan suami widia.


"bukankah itu arif suaminya widia? Aku tidak salah lihat kan intan??." cindy menunjuk ke arah lelaki yang sedang duduk di warung bakso bersama seorang wanita asing, pastinya sahabat mereka widia!!


"sedang apa dia di sana!! Siapa wanita yang bersamanya?? Waaah!! Ini tidak bisa di biarkan!!." kata intan.


"sudahlah kita tidak usah ikut campur intan, lebih baik kita ke rumah mereka dulu, mungkin saja itu sepupu atau kerabatnya!!. Jawab cindy berusaha meyakinkan sahabatnya.


Mata intan terus tertuju ke arah lelaki yang ia kenali sebagai suami dari sahabat dekatnya itu. Cindy menarik intan untuk terus berjalan ke arah rumah widia yang sudah semakin dekat.


" Awas aja ya kalau si brengsek itu selingkuh dari widia!! Gak akan gw kasi ampun tuh orang. Ucap intan yang tersulut emosi.


Akhirnya mereka sampai tepat di gerbang rumah widia!! Dari luar tampak kondisi rumah yang sepi dan tak terawat, rumput-rumput liar mulai tumbuh di pekarangan rumah itu, seperti sudah lama di tinggalkan pemiliknya.


Intan dan cindy mencoba masuk dan memanggil nama widia, berharap ada yang menjawab dan membukakan pintu.


"assalamu'alaikum..!!! Widiaaa!!! Apa ada orang di rumah???." intan memanggil namun tak ada tanda-tanda ada jawaban.


"widiaaa!!! Ini aku intan!! Bukain pintu dong wid!!." intan kembali memanggil namun belum juga ada jawaban.


Kemudian mereka mengintip melalui jendela, barangkali widia sedang tertidur sampai tak mendengar suara mereka memanggil.


"sepertinya memang tidak ada orang intan, ayo kita pulang saja!!." kata cindy


"tunggu dulu cin, sepertinya ada yang aneh!! 2 minggu yang lalu aku juga kesini tapi tak ada orang sama sekali!! Lihatlah halamannya sangat tidak terurus, apakah mereka sudah pindah dari sini?? Tapi kok widia ngga pernah bilang ya kalau memang mau pindah, aneh banget deh!!." intan merasakan ada yang salah dengan kondisi rumah dan penghuni rumah tersebut.


Lalu mereka memutuskan untuk menanyakan keberadaan widia kepada tetangga yang rumahnya berdekatan.


"permisi!!! Bu saya mau nanya, orang yang tinggal di rumah itu kemana ya? Kok rumahnya seperti tidak terurus!!. Ucap cindy bertanya kepada tetangga widia yang kebetulan sedang membersihkan halaman rumahnya.


"oh si widia maksudnya!!!." dia udah lama pulang ke rumah orang tuanya. Katanya suaminya selingkuh dan mereka sudah bercerai dua minggu yang lalu." Kata tetangga widia.


Sontak intan dan cindy kaget, karena mereka tak pernah menyangka widia yang selalu terlihat harmonis dengan suaminya itu akan bercerai.

__ADS_1


"ibu serius?? Ini ngga gosip kan bu?." ucap intan kembali bertanya karena masih merasa tidak percaya.


"iya mba intan, mba ini anaknya by ratih kan??." si ibu bertanya kepada intan.


"iya benar bu saya anaknya bu ratih dan pak wira!! Terimakasih ya bu, atas informasinya!! Kalau begitu kami permisi dulu!!." intan dan cindy berpamitan kepada si ibu.


Mereka tak habis pikir bahwa suami widia yang mereka kenal romantis,baik, dan sayang kepada keluarganya ternyata benar-benar berselingkuh dengan wanita lain.


Apa yang baru saja mereka lihat di perjalanan menuju ke rumah widia ternyata memang benar suami widia bersama selingkuhannya.


"sialaan!!! Jika ku tahu dia benar-benar bersama selingkuhannya tadi, harusnya ku lempar batu ke arah muka si cowok brengsek itu!!. Ucap intan yang terlihat sangat marah.


"sudah intan!! Tidak baik marah-marah terus, sebaiknya sekarang kita ke rumah orang tua widia saja, kita tanyakan kebenarannya sama mereka, mungkin widia juga ada di sana!!." kata cindy.


Mereka kemudian kembali ke rumah intan dan hendak menuju ke rumah widia dengan menggunakan mobil milik cindy yang telah terparkir di depan rumah intan.


Sesampainya di rumah intan, mereka langsung bergegas ke rumah orang tua widia.


Lokasi rumah orang tua widia masih satu desa cuma jika berjalan kaki akan lumayan jauh jaraknya. Jadi mereka memutuskan untuk menggunakan mobil.


" emang bajingan itu si arif (suami widia), Kelihatannya saja polos, baik, penyayang, ternyata kelakuannya sama aja dengan lelaki bajingan yang berkeliaran di luar sana."


Intan mengatai arif dan kemudian di lirik oleh cindy yang sedang menyetir.


"sudah intan!! Jangan marah-marah terus, kita cari tahu dulu penyebabnya! Karena yang tahu kenapa arif begitu ya cuma widia, kita tak boleh berasumsi sendiri intan!!." cindy berusaha menenangkan sahabatnya yang masih tersulut emosi.


"huuuffftt!!! Sabaaarr intan!!! Yakin masih ada lelaki yang benar-benar setia seperti ayahmu!!. Ucap intan sambil mengusap dada.


Cindy mengendarai mobil dengan sangat pelan, karena jalanan kampung sangat banyak anak-anak yang berkeliaran.


Meskipun mereka hidup di kota, tapi lokasi rumah mereka ada di pinggiran kota tepatnya di perkampungan elit dekat pusat kota.


Tak lama kemudian mereka sampai di rumah orang tua widia.

__ADS_1


Intan melihat kedua anak widia yang sedang bermain bersama kakek dan neneknya.


"eh itu kan anaknya widia cin, berarti widia memang ada di sini!! Ayo kita samperin!!."


Lalu mereka keluar dari mobil hendak menghampiri orang tua widia.


"assalamu'alaikum om, tante!!." ucap intan.


"waalaikumsalam, eh intan!! Tumben sekali kesini nak!!." kata bu risma, ibunya widia.


"waalaikumsalam!!! Mari masuk, masuk nak." ucap pak anton, ayahnya widia.


Mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Tak terlihat kehadiran widia di sana!


"widia dimana tante?." Intan melirik ke arah ruangan yang dulunya menjadi kamar tidur widia.


"widia lagi kerja intan!! Sejak pulang ke rumah ini, dia selalu sibuk mencari nafkah untuk anak-anaknya." ucap bu risma


Tatapan intan dan cindy saling bertemu!!


"apa yang sebenarnya terjadi tante? widia benar-benar bercerai dengan arif?." tanya intan.


Bu risma melirik pak anton yang sedang duduk di teras bersama kedua cucunya, kemudian bu risma kembali menghadap intan.


"jadi kamu sudah tau intan!!


sebenarnya widia melarang kami untuk memberitahukan ini kepada teman-temannya, termasuk kepadamu! Dia tau benar bahwa kamu akan sangat marah jika tahu hal ini." kata bu risma.


seketika intan menangis mendengar jawaban bh risma. " widia bodoh, kamu tidak menganggap ku temanmu lagi?." batin intan


Di tengah percakapan intan dan ibunya, tiba-tiba widia pulang dan melihat dua sahabatnya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


"intan!! Cindy!! Kalian kapan datang? Kok ngga bilang-bilang!!.. Ucap widia

__ADS_1


Intan menghampiri dan memeluk widia, dengan isak tangis ia memeluk sahabatnya yang sedang tidak baik baik saja.


__ADS_2