
Setelah berdebat akhirnya muzakir dan fatih kembali dari apotik dan mereka kemudian bersama-sama menuju ke rumah zakir.
Setibanya di rumah zakir, di sana ada doni, toni dan roni sudah menunggu kedatangan mereka di teras rumah zakir, lalu intan keluar dari mobil bersama ibu dan neneknya.
Intan duduk sejenak di teras rumah menemani teman-teman pamannya di temani oleh ayahnya, lalu tak lama kemudian muzakir dan fatih pun juga tiba di rumah. Setelah muzakir dan fatih datang lalu pak wira pun masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka.
Doni sedikit cemburu begitu melihat fatih berada di dalam mobil open cup milik zakir. ia kalah cepat oleh fatih untuk menemui intan terlebih dahulu. Meskipun mereka sahabat, tapi kalau urusan asmara mereka tak akan mau mengalah kecuali si wanita itu sendiri yang sudah memilih salah satu dari mereka.
Untuk kedua kalinya fatih dan doni menyukai gadis yang sama. Sebelumnya mereka juga pernah menyukai wanita yang sama namun wanita tersebut tak memilih salah satu di antara mereka, wanita itu malah meninggalkan mereka dan menikah dengan lelaki pilihannya sendiri.
Di dalam lubuk hatinya yang terdalam fatih sangat ingin menggantikan posisi rian di hati intan. Namun ia sadar jika mendekati intan saat ini tidaklah mudah, intan pasti secara otomatis menolaknya. Apalagi fatih menyaksikan sendiri intan dan rian berdebat di ruangan rawat inap tadi pagi.
Di teras rumah mereka mengobrol dan bercanda bersama. Intan akhirnya bisa tersenyum kembali berkat kehadiran sahabat-sahabat pamannya setelah menjalani hari-hari menyedihkan dan penuh air mata selama dua hari terakhir!
Ditengah asyiknya mereka bercanda tawa, kemudian hal mengejutkan terjadi. Entah sedang tidak tahu kondisi atau memang sudah cemburu berat kepada fatih, doni tiba-tiba saja mengungkapkan perasaannya kepada intan.
"intan aku suka kamu, mau ngga jadi pacar aku? Aku janji akan selalu setia kepadamu tidak seperti mantanmu itu". Perkataan doni membuat semua orang terdiam!
Ungkapan cinta yang tiba-tiba terlontar dari bibir doni membuat semua orang yang ada di sana tak bisa berkata-kata begitupun juga intan.
"maksud mas doni apa? Suka sama aku?. Intan kemudian kembali mempertegas perkataan doni.
"iya intan, aku suka sama kamu sejak pertama kali kita bertemu di ladang! Bolehkah aku menggantikan posisi mantan mu itu dan membuatmu bahagia selamanya?. Doni tak mau menyerah dan terus membujuk intan untuk menjawab perasaannya.
" lo ngga tau tempat apa gimana sih don, intan baru aja keluar rumah sakit, lo ngga tau yang terjadi di rumah sakit kan? Malah ungkapin cinta segala". Muzakir merasa sedikit marah dan kecewa terhadap doni.
__ADS_1
"ya mau bagaimana lagi bro! gua suka sama keponakan lu, kalau ngga sekarang lantas mau kapan lagi aku bilang ke dia kalau aku suka. Apakah harus nunggu orang lain yang mendahuluiku?
Mendengar doni yang semakin bersikukuh untuk mendapatkan cintanya, intan kemudian berdiri hendak meninggalkan teras rumah, dengan tenaga yang masih belum kembali sepenuhnya, intan lalu masuk ke dalam kamarnya tanpa menjawab pernyataan cinta dari doni.
"aku ke kamar dulu ya paman, maaf mas fatih, mas doni, mas roni dan mas toni intan pergi dulu." intan berpamitan kepada sahabat pamannya lalu masuk ke kamarnya.
"iya intan, kamu istirahat saja biar cepat pulih dan bisa beraktivitas lagi." Fatih memberikan perhatian kepada intan yang membuat doni semakin terbakar api cemburu. Apalagi Saat meninggalkan teras, intan terlihat memberikan senyum untuk fatih namun mengabaikan doni.
Melihat sikap intan yang acuh tak acuh dengan pengakuannya, doni terlihat sedikit kecewa.
"gua balik dulu ya kalau gitu, niat gw kemari sudah tersampaikan jadi ngga ada lagi yang perlu dilakukan di sini,gw males banget liat muka satu orang ini." Begitu intan masuk ke dalam rumah, Saat itu juga doni kemudian berpamitan dan meninggalkan rumah zakir.
Muzakir dan teman-temannya membiarkan doni pergi begitu saja tanpa menghalangi sedikit pun.
Ketika doni sudah tak terlihat, fatih kemudian mengepalkan tangannya karena merasa sangat kesal dengan sikap doni yang seenaknya sendiri.
"sabar bro, namanya juga persaingan, makanya kalian jangan suka sama satu cewek begini kan jadinya". Roni berusaha menenangkan fatih.
Saat ini suasana di rumah zakir terasa aneh dan canggung karena ulah doni. Mereka yang sebelumnya baik-baik saja bercanda tawa kini menjadi sunyi seketika.
Karena tak tau mau mengerjakan apa, akhirnya mereka di sibukkan dengan handphone masing-masing.
......................
Seminggu setelah kejadian itu, fatih doni masih tak saling tegur sapa. Sampai akhirnya intan memilih untuk meninggalkan desa dan kembali ke rumah orang tuanya.
__ADS_1
Intan berpamitan kepada paman dan neneknya, intan merasa sangat bahagia bisa mengenal orang-orang baik yang ada di desa. Intan juga berhasil melupakan masa lalunya dan akan memulai hidupnya baru.
Ketika hendak pulang ke rumah orang tuanya, tak lupa juga intan berpamitan dengan siti dan sahabat pamannya yang lain. Kebaikan mereka akan selalu membekas di hati intan.
Nenek jamilah mulai merasakan kesedihan akan di tinggal oleh cucu kesayangannya karena tak tau entah kapan intan akan kembali untuk menemuinya.
Banyak pelajaran yang di ambil intan selama menetap di desa. Intan meminta kepada pamannya untuk membawa para sahabatnya ke rumah karena ia akan berpamitan.
Ketika mereka sudah berkumpul, lalu Intan meminta maaf kepada doni terlebih dahulu karena telah mengacuhkannya saat itu, dan memberikan jawaban bahwa ia tak ingin berpacaran dengannya.
"maafkan intan ya mas doni, intan ngga bisa menerima cinta mas doni. Saat ini intan hanya ingin sendiri.
Doni menerima permintaan maaf intan dan menyuruh intan untuk melupakan apa yang pernah terjadi di antara mereka.
" iya intan, mas juga minta maaf ya karena sudah memaksakan kehendak mas kepada kamu, mas sekarang sudah lega karena sudah mengatakan apa yang ingin di katakan, dan sudah mendengar apa yang ingin di dengar. Jika suatu saat nanti kita bertemu di jalan jangan lupa menyapa ya!.
Akhirnya intan dan doni berjabat tangan dan melupakan yang telah terjadi. Mereka sama sama tersenyum.
Intan berjabat tangan dengan roni dan toni, serta memeluk siti. Sedangkan fatih tak kunjung datang saat itu.
Intan menunggu kedatangan fatih namun selama 30 menit menunggu fatih tak kunjung datang, akhirnya intan meninggalkan desa tanpa berpamitan kepada fatih.
Ada perasaan aneh ketika meninggalkan desa, seperti ada sesuatu yang di tinggalkan oleh intan, Hatinya terasa begitu hampa.
"aneh, perasaan aku ngga ninggalin apapun, tapi kenapa terasa ada yang ketinggalan ya?"
__ADS_1
Intan berbicara di dalam hati.