
Satu bulan kemudian!!!
tibalah acara pernikahan cindy. Widia dan intan datang bersama kedua orang tua mereka.
Intan bertemu hal mengejutkan di pesta pernikahan cindy. Sejak pertama tiba di tempat acara, intan bertemu dengan rian yang saat itu datang seorang diri menghadiri pernikahan cindy.
Seperti yang ia katakan sebelumnya, bahwa ia tak ingin bertegur sapa saat mereka bertemu lagi dalam kondisi apapun dan di manapun..
Intan tak saling menyapa dengan rian, begitupun sebaliknya! Meskipun begitu, rian tak henti-hentinya melirik intan yang saat itu berdandan dengan sangat cantik mempesona dengan nuansa kebaya berwarna cream senada dengan warna kulitnya, yang menambah cerah kulit intan yang sebelumnya bening dan bersih.
Terlihat raut kebahagiaan di wajah sahabatnya yang tengah duduk bersebelahan dengan suaminya. Cindy tak henti-henti menebar senyum kepada para tamu undangan yang datang dan bersalaman dengannya.
Saat itu, intan dan rian duduk berjauhan seperti orang asing yang tak pernah saling kenal.
Cindy memperhatikan sahabatnya yang terlihat cuek kepada rian. Sementara intan hanya bersama dengan widia sejak pertama kali datang.
Ketika mereka mulai bersalaman kepada cindy dan suami, cindy memanggil nama rian untuk ikut naik ke atas dan berfoto bersama.
"rian!! Sini rian..." ucap cindy
__ADS_1
Intan memutar bola mata dan membuang muka! Di dalam hatinya ia sangat kesal karena cindy mengajak rian ikut foto bersama mereka.
Cindy mengira bahwa intan dan rian sedang marahan sehingga mereka terlihat sangat cuek satu sama lain. Saat bertemu sebulan yang lalu, intan belum sempat menceritakan kepada cindy bahwa ia dan rian sudah tak lagi menjadi sepasang kekasih.
Meskipun begitu, intan tetap menghormati keinginan cindy untuk foto bersama.
Akhirnya mereka mereka kembali memiliki foto bersama setelah putus.
"aku harus memberitahukan yang sebenarnya kepada cindy!! Dia harua tau siapa rian sebenarnya." ucap intan di dalam hati.
Setelah sesi foto bersama selesai, intan kemudian kembali ke tempat duduknya yang semula berada di samping widia.
Dalam lamunannya, intan tiba-tiba berkata di dalam hatinya "seandainya ada mas fatih di sini, mungkin aku akan lebih nyaman.*
kata-kata itu terlintas begitu saja dalam hatinya! sampai akhirnya widia menyadarkan intan dari lamunannya.
"intan!! Hey.. Kenapa intan???." tanya widia sembari menggoyangkan tubuh intan.
seketika itu intan tersadar dan matanya tertuju kepada satu orang yang ia kenal.
__ADS_1
"mas fatih!! Benarkah itu dia?? Ohh tidak.. Aku pasti sedang berkhayal lagi!." kata intan yang sedang memperhatikan lelaki yang sangat mirip dengan fatih.
Namun kali ini, intan merasa lamunannya lumayan lama, karena fatih muncul di hadapannya cukup lama tidak seperti biasanya yang muncul tiba-tiba dan seketika menghilang.
"wid tolong cubit aku wid, apakah aku sedang bermimpi??." kata intan.
"kamu kenapa sih intan, kok aneh banget dari tadi! Lihatin siapa sih? Jangan bilang kamu lagi lihatin mantan kamu itu." kata widia
Lalu widia mencubit paha intan! Seketika intan berteriak kesakitan dan membuat pandangan orang-orang tertuju padanya.
Pak wira dan bu ratih menghampiri intan dan bertanya mengapa ia berteriak.
"kamu kenapa intan?? Kenapa nak??.* kata bu ratih
"sakit bu!! Intan nyuruh widia cubit intan tapi keras banget, jangan-jangan kamu dendam ya sama aku wid??." kata intan.
"Ya habisnya lu melamun mulu intan, nanti kalau kerasukan gimana?." kata widia.
Tak lama kemudian fatih menghampirinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG......