
Intan kemudian masuk ke kamarnya dan mengotak-atik handphone miliknya demi mendapatkan informasi mengenai lowongan pekerjaan.
Intan lupa bahwa ketika sudah memiliki izin untuk bekerja, maka diapun harus memiliki tempat untuk bekerja. Dan bahkan intan belum tahu bahwa mencari pekerjaan itu tidak semudah meminta izin untuk bekerja kepada orang tuanya.
Hampir dua jam intan berdiam diri di kamarnya untuk mencari lowongan pekerjaan di internet tetapi intan belum juga mendapatkan pekerjaan yang ia rasa cocok untuk dirinya yang baru pemula di dunia kerja.
Hingga waktu malam pun tiba, tepatnya jam delapan malam waktunya mereka untuk makan malam bersama.
Intan masih terdiam di kamarnya sampai bu ratih memanggil intan untuk menuju ke meja makan.
"intan ayo makan nak, kamu ngapain di dalam kamar terus? Ayo sini kita makan! Ayah udah nungguin dari tadi nak.
"iya bu, intan keluar sekarang!"
Kemudian intan melepaskan handphonenya dan menuju ke meja makan untuk makan malam bersama seperti yang biasa mereka lakukan.
__ADS_1
Di meja makan, intan terlihat gelisah karena belum juga mendapatkan lowongan pekerjaan yang cocok dengannya.
Pak wira dan bu ratih saling menatap melihat kelakuan putri mereka yang terlihat resah.
"intan! Kamu kenapa sayang?
pak wira mulai bertanya kepada intan, karena sudah tidak betah melihat putrinya kelihatan resah.
"nanti aja kita bahas yah, makan dulu yuk intan udah lapar banget nih.
Setelah 30 menit kemudian mereka pun selesai makan bersama. Intan membantu ibunya untuk membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor bekas mereka makan.
Bu ratih juga sangat penasaran dengan sikap putrinya yang tadi terlihat resah, kemudian bu ratih bertanya kepada intan disaat intan sedang fokus mencuci piring.
"kamu kenapa sih sayang? Ngga mau cerita nih sama ibu?
__ADS_1
Intan tersenyum dan berkata " nanti dulu bu, intan mau selesaikan ini dulu!" kemudian intan melanjutkan mencuci piring. Sementara bu ratih meninggalkan intan karena tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya.
Bu ratih dan pak wira kini berada di ruang tamu sedang menonton tv sambil menunggu intan selesai mencuci piring.
Keluarga pak wira sangat harmonis dan menjadi keluarga impian semua orang, karena pak wira sama sekali tidak pernah berkata kasar ataupun membentak anak dan istrinya selama hidupnya. Ketika beliau marah akan sesuatu, beliau lebih memilih untuk langsung membicarakannya dan menyelesaikan masalah saat itu juga. Begitulah cara orangtuanya pak wira mendidiknya sejak kecil.
Tak lama kemudian intan telah selesai dengan pekerjaannya mencuci piring. Lalu intan beranjak ke ruang tamu untuk memberitahukan masalah yang kini dia hadapi kepada ibu dan ayahnya.
intan duduk di tengah-tengah ibu dan ayahnya seperti anak kecil yang sedang bermanja-manja, dia lupa bahwa usianya kini sudah 25 tahun.
"yah, memangnya orang cari kerja itu sesulit ini ya? Intan sudah dua jam mencari di internet tetapi tidak ada satupun yang cocok sama intan yah, gimana ya padahal kan intan udah dapat izin ayah sama ibu?"
Bu ratih dan pak wira kembali saling menatap dan kini mereka tersenyum melihat intan yang baru saja mengeluh tentang sulitnya mencari pekerjaan, padahal baru tadi sore intan terlihat sangat bahagia karena sudah mendapat izin untuk bekerja.
"jadi kamu minta izin sama ayah untuk bekerja tetapi belum punya tempat untuk bekerja?"
__ADS_1
Pak wira bertanya kepada intan dan Intan menggeleng-gelengkan kepalanya, hingga bu ratih tidak dapat menahan tawa melihat ekspresi anaknya yang mulai labil.