Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 39


__ADS_3

Acara pernikahan cindy di gelar di sebuah hotel ternama dan ia juga berbulan madu bersama suaminya di sana.


Intan dan fatih mendapat interview dari cindy dan widia. Sebelumnya intan tidak pernah bercerita bahwa ia memiliki teman dekat laki-laki sejak putus dari rian beberapa bulan yang lalu.


"sekarang jelaskan hubungan kalian." kata cindy


"hubungan apa cindy, kami ngga ada hubungan apa apa kok! iya kan mas fatih?." kata intan.


"iya, ngga ada hubungan spesial kok! Kebetulan pas intan tinggal di desa, aku sering ketemu sama dia! Soalnya intan keponakan sahabatku di desa!." kata fatih.


"hmmm terus kenapa bisa akrab banget begini??." tanya widia.


"kan setiap hari ketemu, gimana mau ngga akrab coba??." kata fatih.


"jadi kalian ngga ada hubungan apa apa, atau belum menjalin hubungan? Atau sedang proses pendekatan?? Jawab jujur mas." kata cindy


"aduh kamu ada ada aja sih, lagian intan juga baru putus dari pacarnya! Ya ngga mungkinlah mau sama aku orang desa begini." kata fatih.

__ADS_1


"maksudnya apa mas fatih? Sorry ya meskipun intan tinggal di kota, tapi intan ngga pernah membedakan orang desa atau orang kota! Kita sama sama manusia yang hidup di dunia sementara ini." kata intan.


"jadi kamu udah putus sama rian? Pantas saja kalian tidak tegur sapa hari ini! Aku perhatikan ku kira kalian berantem, tapi ngga taunya udah putus toh!!." kata cindy.


hari pernikahan cindy berakhir dengan sangat baik, semua acara tersusun sangat rapi tak ada cacat sedikitpun.


Akhirnya intan juga mengetahui bahwa fatih adalah sepupu dari sahabatnya. Lalu intan dan fatih bertukar nomor telepon.


Saat intan tinggal di kampung, fatih tak pernah sekalipun meminta nomor teleponnya, namun kali ini fatih tak mau tertinggal lagi.


"intan, boleh aku minta nomor hpmu?." kata fatih.


intan dan fatih menggeleng kepala, dan widia menghela nafas panjang begitu melihat ekspresi keduanya yang seperti anak kecil.


Intan kemudian memberikan nomor telponnya kepada fatih! Dan dari sanalah cerita mereka dimulai...


intan dan fatih menjadi semakin dekat sejak saat itu, mereka menjadi lebih sering berkomunikasi via telpon dan whatsapp.

__ADS_1


Fatih pun akhirnya kembali pulang ke desa, dua hari setelah acara cindy berakhir. Pertemuan secara tidak sengaja itu selalu membekas di ingatan fatih, apalagi ia sempat memperkenalkan intan kepada keluarga besarnya, dan respon mereka sangat sangat baik.


"mungkinkah ini pertanda yang baik untuk kam??." kata fatih di dalam hati.


Fatih sedang duduk di teras rumahnya di kampung, ia tiba tiba saja teringat senyuman manis intan yang tengah bercanda dengan neneknya di pernikahan cindy.


Angan-angan fatih menjadi semakin jauh, ia bahakan memikirkan nama anak anak mereka nanti jika berjodoh.


Sungguh imajinasi yang sangat jauh..


Sementara itu, widia dan intan juga semakin sering mengunjungi rumah masing-masing secara bergiliran. Posisi intan yang masih belum mendapat kerjaan membuatnya memiliki banyak waktu untuk bersantai dan berkelana..


Suatu hari, widia mengajak intan untuk makan di sebuah warung makan lalapan di pinggir jalan yang sudah menjadi langganan mereka sejak dulu.


Kala itu widia mendapatkan gaji pertamanya di tempat bekerja. Setelah memberikan uang kepada orang tuanya, ia berinisiatif untuk mentraktir sahabatnya makan bersama.


Intan dengan senang hati menerima tawaran widia, kebetulan ia juga ingin bercerita panjang lebar kepada widia.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2