Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 30


__ADS_3

"permisi! Mas rian ada?". Pak wira bertanya ke salah satu perawat yang bertugas.


" iya pak ada yang bisa kami bantu?" kepala perawat kemudian menghampiri pak wira dan bu ratih setelah mendengar nama rian di sebut. Rekan kerja rian masih sangat ingat bahwa bu ratih yang telah menampar rian di depan ruangan intan. Saat itu ada lima orang perawat yang sedang berjaga termasuk rian dan kepala perawat.


Kemudian si perawat berbisik kepada kepala perawat, entah apa yang ia katakan namun pak wira mencoba untuk menjelaskan tujuannya untuk bertemu rian.


"mohon maaf sebelumnya, sebelumnya ada salah faham di antara istri saya dan mas rian hingga membuat mas rian merasa tidak nyaman. Maksud kedatangan saya adalah istri saya mau meminta maaf kepada mas rian atas perlakuan tidak baik yang mas rian terima.


Kepala perawat kemudian mulai mengerti mengapa rian hari ini terlihat sangat murung dan tidak fokus, rupanya ada masalah dengan salah satu kerabat pasien.


"oh jadi begitu ya? tunggu sebentar ya pak saya panggilkan mas rian dulu, dia sedang beristirahat.


Pak wira menganggukkan kepala, lalu kepala perawat membangunkan rian yang baru saja mulai tertidur pulas.


" Rian, bangun ada yang cariin tuh di luar". Kepala perawat menepuk pundak rian dengan pelan hingga rian terbangun dari mimpi indahnya yang baru saja ia mulai.


"siapa yang cari saya?" dengan nyawa yang baru terisi setengah, rian bertanya kepada kepala perawat yang membangunkannya.


"ngga tau, coba kamu temui dulu". Kepala perawat menyuruh rian untuk menemui pak wira dan bu ratih yang sudah menunggu.


Kemudian rian membersihkan wajahnya lalu menemui pak wira dan bu ratih. Setibanya di meja kerjanya rian melihat pak wira dan bu ratih yang sedang duduk di kursi tunggu. Rian kemudian bertanya kepada rekannya bernama anton.


"siapa yang nyari saya mas anton?

__ADS_1


Anton lalu menunjuk ke arah pak wira dan bu ratih.


"mereka yang duduk di sana dari tadi nungguin kamu tuh". Ucap anton sambil membaca buku pasien rawat inap.


Lalu rian menghampiri pak wira dan bu ratih. Ada sedikit rasa takut di hati rian ketika menghampiri orang tua intan, ia takut akan mendapatkan tamparan untuk kedua kalinya apalagi kali ini di depan rekan kerja dan beberapa pengunjung yang sedang duduk di kursi tunggu bersamaan dengan pak wira dan bu ratih.


"assalamu'alaikum pak, bu!" rian bersalaman dengan orang tua intan.


"syukurlah kamu masih di sini rian, ini ibu mau minta maaf sama kamu karena kejadian tadi". Pak wira langsung mengatakan tujuannya mencari rian.


" oh yang itu! ngga apa apa kok pak, saya memang pantas mendapatkan tamparan dari ibu karena memang saya bersalah kepada putri ibu dan bapak. Justru saya yang seharusnya meminta maaf kepada kalian dan intan.


Bukannya menyalahkan, rian malah menganggap wajar sikap bu ratih yang menampar dirinya. Rian pun tak segan meminta maaf kepada orang tua intan.


Pak wira lalu memeluk rian, begitu juga dengan bu ratih.


Lalu rian kembali ke meja kerjanya, sementara pak wira dan bu ratih kembali ke ruangan rawat inap intan.


Tepat sekali saat orang tuanya datang intan baru saja terbangun dari tidurnya.


Intan bercerita kepada orang tuanya bahwa baru saja ia sedang bermimpi pak wira dan bu ratih pergi menemui rian.


"Habis dari mana sih bu?" intan bertanya kepada ibunya karena terlihat baru saja memasuki ruangannya.

__ADS_1


"habis cari udara segar sayang!" bu ratih menjawab di susul dengan pak wira yang baru masuk ruangan.


"loh ayah juga keluar ya? Jadi dari tadi intan sendirian di sini?" intan kembali bertanya kepada kedua orang tuanya.


"memangnya anak ayah ini kenapa sayang?" pak wira kemudian mendekati intan dan membelai rambut putrinya yang terlihat kesal karena di tinggalkan sendirian.


"tadi intan mimpi aneh banget yah, bu!" intan mulai menceritakan mimpinya.


"Memangnya kamu mimpi apa nak?" pak wira mulai penasaran begitu juga bu ratih yang semakin mendekat ke arah intan.


"jadi tadi intan mimpi ayah sama ibu pergi menemui rian, dan kalian bertiga bicara lama banget. Terus setelah itu ayah sama ibu tiba-tiba meluk rian." intan menjelaskan mimpi yang baru saja ia alami dalam tidurnya yang sangat tepat dengan apa yang baru saja terjadi di antara orang tuanya dan rian.


Hal tersebut membuat orang tuanya menjadi semakin penasaran dan kemudian menyuruh intan untuk meneruskan ceritanya.


"lalu apa yang terjadi setelah itu nak?


Intan kemudian menatap ibunya dan menggelengkan kepala, karena setelah itu ia mendengar suara pintu terbuka lalu intan terbangun dari tidurnya.


"ngga ada bu, setelah itu intan dengar suara pintu kebuka dan intan bangun, jadi ngga ada kelanjutannya.


Pak wira dan bu ratih merasa aneh, karena memang benar mereka baru saja menemui rian dan memeluknya sama persis seperti cerita intan di mimpinya.


Pak wira kemudian memberitahukan kepada intan bahwa mereka benar-benar menemui rian sebelum mereka datang.

__ADS_1


__ADS_2