Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 28


__ADS_3

Intan menjalani rawat inap di puskesmas dan tentu saja di pertemukan kembali dengan rian yang statusnya adalah perawat di puskesmas tersebut.


Keesokan harinya, rian adalah orang yang pertama kali masuk untuk memeriksa keadaan intan, karena memang pagi itu rian bertugas untuk jaga.


Ketika hendak memasuki kamar pasien, rian bertemu dengan bu ratih yang saat itu hendak keluar membeli sarapan bersama pak wira.


Situasi canggung pun terjadi antara rian dan orang tua intan, bu ratih sangat ingin mendengar penjelasan dari rian atas semua yang telah terjadi kepada putri semata wayangnya, namun ia sadar saat ini bukanlah tempat yang tepat untuk membahas masalah itu.


Rian tersenyum kepada orang bu ratih dan menyapa namun di acuhkan oleh bu ratih, beliau memilih keluar dan meninggalkannya.


Rasa sakit hati ketika melihat anak kesayangannya hidup menderita setelah putus dengan rian, membuat bu ratih enggan untuk melihat bahkan menyapa rian yang dulunya dia sayangi seperti anak sendiri.


Akhirnya bu ratih dan pak wira pergi membeli makanan, tersisa muzakir dan nenek jamilah yang menunggu intan di ruangan pasien.


Suasana hati rian sangat itu amatlah tidak baik, apalagi ketika melihat orang yang terbaring dan akan dia periksa adalah mantan pacarnya sendiri yang telah ia tinggalkan demi menikah dengan istrinya yang kaya raya, wanita yang telah membantunya hingga mampu memberikan pekerjaan untuknya di tempatnya saat ini.


"saya periksa dulu ya! Bagaimana keadaanmu saat ini intan? Apa yang kamu rasakan?


Intan menatap tajam rian dan berkata.


"saya muak melihat wajah anda! Tolong gantikan saja perawatnya saya tidak mau di rawat oleh anda.


Rian merasa tersinggung oleh sikap intan, dan mengatakan bahwa intan tidak bisa memilih perawat untuk memeriksanya karena saat itu adalah tugas rian untuk memeriksa keadaan pasien.


"aku minta maaf intan, aku sudah sangat bersalah padamu tapi ini adalah tugasku, bukankah kamu juga mengerti dunia kesehatan? Aku mohon bekerja samalah saat ini saja, aku hanya ingin kamu sembuh dan itu tugasku merawat pasien.


Kali ini muzakir berpihak kepada rian dan menyuruh intan untuk mengikuti arahan petugas/perawat.


"dia berkata benar intan, lepaskan dulu amarahmu saat ini agar bisa segera pulang, memangnya kamu mau ketemu sama dia setiap hari di sini? Engga kan?


Intan terdiam dan membiarkan rian memeriksa keadaanya.


Setelah pemeriksaan selesai, rian kemudian meninggalkan ruangan intan untuk memeriksa pasien lainnya.


Setelah itu, intan membaringkan tubuhnya dan tertidur.


Air matanya mengalir begitu saja, setiap bertemu dengan rian air mata intan seakan terjun bebas tanpa kendali.

__ADS_1


Intan kemudian tertidur dalam tangisan.


Muzakir membiarkannya beristirahat dan hendak mengantarkan ibunya untuk pulang berganti pakaian, kini hanya tersisa intan seorang diri.


Rian mencuri kesempatan untuk menemui intan di saat tidak ada siapapun yang menemaninya.


"assalamu'alaikum intan!


Rian menyapa intan yang berbaring dan rian melihat air mata intan membasahi batal.


"kamu kenapa intan? Kenapa menangis?


Intan terbangun mendengar suara yang sudah tak asing baginya sedang memanggil namanya.


"ngapain kamu di sini? Bukankah tadi sudah memeriksa saya? Mau apa lagi?


Intan sedikit emosi melihat rian yang datang kembali untuk menjenguknya.


"apakah boleh kita berbicara baik-baik intan? Aku mengerti kamu sangat marah padaku dan mungkin sudah muak melihatku, tapi mari kuta selesaikan secara baik-baik agar kamu dan aku bisa hidup dengan tenang tanpa rasa bersalah.


Intan tersenyum kecewa mendengar perkataan rian, karena sebelumnya intan pernah mengajak rian bertemu untuk menyelesaikan kesalahpahaman mereka namun rian menolaknya begitu saja.


Rian terlihat merasa bersalah dan menyesal.


"kamu wanita baik intan, bahkan sangat baik tapi kita tidak bisa menentukan takdir dan jodoh yang telah di atur tuhan intan.


Tangisan intan kembali pecah ketika rian mengungkit tentang jodoh.


" kamu tahu rian? aku sangat membencimu dan bahkan saat ini pun aku masih membencimu dan bahkan aku membenci diriku sendiri karena mencintaimu. seharusnya kau bilang padaku jika memang sudah menikah bukannya malah menghilang tanpa alasan.


Tak terasa air mata rian pun ikut mengalir begitu melihat intan menangis.


"maafkan aku intan, aku sangat berdosa kepadamu, semoga kelak kamu mendapatkan lelaki yang lebih bahkan jauh lebih baik dariku intan, aku akan menerima hukuman atas kesalahanku padamu.


Intan menghapus air matanya, karena ia tersadar bahwa tidak ada gunanya menangisi lelaki seperti rian.


"terimakasih atas doamu, dan berkat kamu sekarang aku tidak percaya lagi dengan lelaki manapun, terimakasih sudah menumbuhkan trauma yang mendalam di diriku rian, kamu berhasil membuatku tidak percaya akan janji manis laki-laki. Lebih baik sekarang kamu pergi saja daripada aku berteriak dan membuat keributan di tempat ini.

__ADS_1


Akhirnya rian menuruti permintaan intan dan keluar dari ruangan itu meninggalkan intan seorang diri.


Intan berusaha terlihat tegar di hadapan rian, meskipun sebenarnya hatinya sangat teriris begitu melihat rian.


Tak lama kemudian pak wira dan bu ratih kembali setelah membeli sarapan. Mereka di pertemukan kembali tepat di depan pintu ketika rian keluar dari ruangan intan.


"sedang apa kamu di ruangan anak saya?


Bu ratih bertanya kepada rian karena melihat rian yang baru saja menghapus air matanya.


"maafkan rian bu, rian hanya..


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, bu ratih melayangkan tamparan di pipi rian.


*plak*.


"ini balasan untuk sakit hati dan hancurnya harapan anak saya.


Rian hanya diam saja ketika bu ratih menampar pipinya. Sementara pak wira terlihat kaget dan menyuruh bu ratih masuk ke ruangan.


"maafkan ibu ya rian, suasana hatinya sedang tidak baik sejak intan menghilang seharian kemarin.


Rian terkejut mendengar intan menghilang.


"apa? Intan menghilang pak?


Rian kembali bertanya kepada pak wira.


"iya rian, kemarin intan sempat menghilang dan di temukan sore harinya di dalam hutan. Intan baru saja beberapa hari ini tinggal di rumah neneknya di desa ini tapi dia nekat ke rumah temannya yang baru ia kenal hingga akhirnya nyasar ketika mau pulang.


Perasaan bersalah kembali menyelimuti hati rian, pasalnya kemarin ia tahu intan melihatnya berboncengan dengan istrinya.


" rian yang harusnya minta maaf pak, tamparan ini bukan apa-apa daripada apa yang sudah saya perbuat.


Pak wira kemudian menepuk pundak rian dan masuk ke ruangan menemui putrinya.


Percakapan dan tamparan itu di saksikan oleh kerabat rian yang sedang bertugas, hingga membuat mereka penasaran. Namun rian menyambunyikan kebenarannya dan berkata bahwa terjadi kesalahfahaman di antara mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2