
hari sudah semakin siang, matahari mulai terasa panas dan para ibu-ibu mulai membungkus makanan yang akan di bawa ke masjid untuk di sedekahkan kepada para jemaah ya g sedang melaksanakan solat jum'at.
Intan sejak awal tidak banyak berbincang dengan para ibu-ibu karena belum terlalu mengenal mereka. Namun beberapa saat kemudian datanglah seorang teman baru intan yang bernama siti dan merupakan wanita yang di sukai oleh pamannya muzakir.
Siti juga ikut hadir di acara makan-makan yang di gelar oleh nek ilah di rumahnya. Siti datang seorang diri, kebetulan saat itu muzakir sedang bersiap-siap hendak berangkat ke masjid untuk solat jum'at.
Intan menyambut kedatangan siti karena dialah satu-satunya yang bisa intan ajak bicara saat ini.
"assalamu'alaikum intan.
Siti menyapa intan terlebih dahulu ketika intan sedang membungkus makanan.
"eh siti akhirnya datang juga kirain ngga datang, syukurlah akhirnya aku ada teman ngobrol.
Intan kemudian mengajak siti duduk di dekatnya.
Sejak awal, ibu-ibu tidak ada satupun yang bertanya kepada intan, mungkin karena canggung atau memang mereka tidak mau bertanya hingga membuat intan merasa sedikit kesepian dan terabaikan. Beruntung saja siti datang tepat waktu ketika muzakir baru saja meninggalkan intan.
Tak lama kemudian semua sudah beres dan hari pun sudah semakin siang, muzakir di bantu doni dan fatih membawa bungkusan makanan itu ke masjid sekalian solat jum'at.
Sementara para ibu-ibu sementara pulang ke rumah masing-masing dan akan kembali lagi sore harinya.
nenek intan yang tadinya sangat sibuk kini akhirnya bisa bernafas lega karena semua masakan sudah selesai, tinggal acara pengajian dan makan-makan sore hari nanti.
Siti berdiam diri di rumah intan menemani intan ngobrol di teras depan rumah karena nek ilah langsung beristirahat setelah memasak setengah hari full.
"intan, kamu berapa lama akan tinggal di sini?
Siti bertanya kepada intan.
"mungkin sampai nenek selesai panen di sawah dan ladangnya, kenapa mba siti?
Intan kemudian balik bertanya kepada siti.
"sebenarnya aku punya rahasia intan, yang sudah ku pendam sejak lama namun aku tidak punya teman untuk bercerita.
Intan kemudian memandangi siti, ia tak menyangka siti ternyata tidak memiliki teman meski di desanya sendiri.
" hah! Mba yang benar saja, ini kan desa mba sendiri, masa ngga ada teman satupun mba?
Siti menggeleng-gelengkan kepalanya, tandanya ia memang tidak memiliki teman saat ini.
__ADS_1
"iya intan, aku cenderung jarang keluar rumah, karena kebanyakan jaga warung jadi jarang bergaul sama orang-orang kampung. Tapi begitu melihat intan di warung kopi malam itu, aku pikir sepertinya senang sekali jika memiliki teman.
Intan hanya diam mendengarkan curhatan siti.
"jadi rahasia mba siti apa? Boleh aku tahu? Atau kalau mba ngga mau cerita juga ngga apa-apa mba aku ngga maksa.
Intan mencoba lebih akrab dengan siti.
"tapi intan jangan bilang siapa-siapa ya termasuk mas zakir, janji?
Siti kemudian membuat perjanjian dengan intan, karena ia sangat ingin menceritakan rahasianya kepada teman barunya itu, dan kini mereka terlihat semakin akrab layaknya sahabat lama.
"oke mba, mba siti tenang aja intan pasti akan merahasiakannya lagipula intan ngga kenal siapa-siapa di sini kecuali paman zakir, nenek, mba siti sama teman-teman paman aja.
Siti kemudian mulai menceritakan rahasianya kepada intan.
"sebenarnya aku menyukai seseorang intan, tapi mungkin dia tidak suka aku!.
Siti mengungkapkan rahasianya kepada intan.
"wah bagus dong mba, siapa orangnya? Apakah intan tau? Atau intan kenal orangnya?
Siti kemudian melirik intan dan menganggukkan kepalanya tanda membenarkan bahwa lelaki yang siti sukai adalah orang yang intan kenal.
Siti melirik ke arah kanan dan kiri takut orang yang intan sebut tiba-tiba datang setelah solat jum'at.
" sebenarnya aku sudah lama suka sama paman kamu intan, tapi aku takut dia tidak suka aku. Janji ya intan jangan bilang siapa-siapa, aku malu banget jangan sampai paman kamu tahu ya please!.
Intan kemudian tersenyum mendengar pengakuan siti, bahwa ia sudah menyukai muzakir sejak lama.
"tenang saja mba, aku ngga akan bilang sama paman kok, atau mba mau nomor hpnya paman Ini intan kasi.
Intan hendak memberikan nomor hp muzakir kepada siti, namun siti menolaknya.
"tidak usah intan, aku takut nanti paman kamu ilfil sama aku, sudah biarkan saja perasaan ini ku simpan sendiri asalkan dia belum memiliki istri dan aku bisa melihatnya saja aku sudah bahagia.
Intan merasa bahagia sekaligus terharu dengan perkataan siti. Lalu intan juga hendak mengungkapkan rahasia yang ia miliki.
"berat banget mba menyimpan perasaan sendiri itu! intan juga pernah merasakannya dan itulah alasannya intan berada di sini mba.
Siti kemudian memegang tangan intan dan sama-sama saling menguatkan.
__ADS_1
"maksud kamu gimana intan? Alasan kamu di sini?
Intan kemudian tersenyum kepada siti.
"baiklah sekarang giliran intan yang bercerita ya mba.
Siti menganggukkan kepalanya.
"jadi sebelum pindah ke desa, intan sempat mengalami putus cinta dengan kekasih yang intan sayangi 7 tahun lamanya. Kami sudah berjanji akan menikah tahun ini namun di tahun ini juga intan akhirnya mengetahui bahwa lelaki yang intan cintai ternyata sudah berpindah hati sejak lama, dan yang menyakitkan lagi intan melihatnya sendiri dia berjalan bersama wanita itu.
Siti terdiam dan mengusap pundak intan dengan pelan.
"dan intan sempat mencari pelarian untuk bisa melupakannya dengan berusaha mencari pekerjaan di kota, tetapi ibu dan ayah intan tidak rela jika intan bekerja dengan tekanan, hingga akhirnya mereka mengirim intan ke rumah nenek untuk belajar mandiri serta melupakan mantan intan itu.
Siti terlihat seperti pendengar yang baik, dia tidak menyela sedikitpun cerita intan dan meminta intan terus melanjutkan ceritanya.
"terus? Lanjutkan intan!
Kemudian intan melanjutkan ceritanya.
"tapi mba, ternyata pilihan ibu untuk menyuruh intan tinggal di sini sangat salah.
Siti mengerutkan dahi mendengar perkataan intan.
"loh kenapa gitu intan, apanya yang salah?
Intan kemudian kembali melanjutkan ceritanya.
"jadi di hari pertama intan berada di sini awalnya semua baik-baik saja, intan merasa memiliki abang sekarang karena ada paman yang selalu menjaga dan memanjakan intan, tapi di malam intan pulang dari warung kopi milik mba siti intan malah bertemu dengan lelaki yang sedang intan hindari mba.
Siti menjadi semakin penasaran dengan cerita intan.
"maksudnya gimana intan?
kini mata intan sedikit memerah, intan merasa sakit hati itu datang kembali ketika mengingat rian.
"mantan intan ternyata ada di sini mba siti. Dia tinggal di desa ini, dan intan baru tahu di malam itu ketika pulang dari warung mba sama paman zakir, jadi sekarang intan harus bagaimana mba?
Sebelumnya intan selalu bercerita kepada ibunya, namun kali ini ibunya sangat jauh darinya dan ia merasa sangat kesepian namun intan bersyukur saat ini memiliki teman untuk bercerita.
Siti kemudian memeluk intan dan menepuk pundak intan dengan pelan, begitulah cara siti untuk menenangkan intan.
__ADS_1
Tak lama kemudian muzakir pulang dari solat jum'at dan melihat siti dan intan sedang berpelukan.
...****************...