
Lalu mereka bersama-sama masuk ke rumah. Intan beranjak ke kamarnya sementara pak wira dan bu ratih mengobrol di ruang tamu.
Bu ratih merapikan barang bawaan pak wira dan meletakkannya di kamar, lalu bu ratih membuatkan kopi dan membawa beberapa gorengan untuk pak wira yang sudah di siapkan sebelumnya.
Bu ratih duduk di samping pak wira dan bertanya basa-basi sebelum berbicara ke intinya yaitu untuk meminta izin intan untuk bekerja. Biasanya setiap pak wira pulang dari kantor bu ratih hanya membuatkan kopi dan menyediakan camilan sambil bertanya-tanya sedikit. Tapi kali ini sedikit berbeda karena bu ratih juga memijit bahu dan kaki pak wira disertai dengan senyuman manis seolah sedang merayu.
"capek ya yah? Gimana kerjaan di kantor tadi? Lancar-lancar semuanya?
Pak wira mengerutkan keningnya karena merasakan ada yang aneh dengan sikap istrinya kali ini. Karena tidak biasanya bu ratih bersikap sangat manis seperti ini! Lalu pak wira tersenyum dan langsung menggenggam tangan bu ratih dan bertanya.
" ibu mau apa sekarang? Kalau begini nih biasanya ada maunya nih! Kok tiba-tiba manis banget senyumnya? Mau sesuatu ya? Sok atuh mau apa, bilang sama ayah!"
Lalu bu ratih kembali tersenyum dan melihat ke arah intan yang ternyata sedang menguping pembicaraan bu ratih dan pak wira dari balik tirai kamarnya namun sedikit terlihat dari ruang tamu.
__ADS_1
" hehe ini loh yah masalah si intan anak kita, dia mau kerja katanya mau belajar mandiri yah. Intan boleh kerja ngga yah?
Dengan suara keras bu ratih langsung berbicara ke intinya dan membuat intan tak terlihat lagi. pak wira yang baru saja menyeruput kopi buatan istrinya itu kemudian sedikit tersedak karena suara bu ratih sangat lantang.
"jadi intan boleh kerja ngga yah? Soalnya dia mau move on dari rian katanya.
Bu ratih kembali memperjelas suaranya agar terdengar sampai ke kamar intan. Lalu pak wira memanggil intan untuk ke ruang tamu.
"intan! Sini nak, ayah mau bicara!".
Intan duduk dengan wajah menghadap ke lantai, dia takut pak wira akan marah dan tidak mengizinkannya untuk bekerja. Tetapi ternyata dugaan intan dan bu ratih salah. Pak wira malah mendukung keinginan intan untuk bekerja.
" jadi intan bener sudah putus dengan rian? Dan sekarang ayah mau tanya, apakah intan serius mau bekerja?
__ADS_1
Intan kemudian memandang pak wira dan mengangguk tandanya ia benar-benar serius ingin menjadi anak yang mandiri.
"baiklah kalau begitu, sejujurnya ayah sangat senang putri ayah akhirnya mau hidup mandiri, tapi ada syaratnya!"
pak wira memperbolehkan intan bekerja tetapi dengan syarat.
"apa yah syaratnya?
Intan sangat senang dan penasaran dengan syarat yang akan di berikan oleh ayahnya.
"syaratnya, intan ngga boleh kerja terlalu jauh dari rumah dan pulang perginya sama ayah. Ayah tidak mau ketika intan nanti bekerja nanti, terus jadi anak yang bebas keluyuran di luar sana.
mendengar persyaratan ayahnya intan langsung menyetujuinya. Intan tidak pernah menyangka bahwa pak wira akan mengizinkannya bekerja karena mengetahui fisik intan yang sangat lemah dan mudah lelah.
__ADS_1
Kini intan akan mulai menjalani hidup mandiri setelah menjadi anak manja selama 25 tahun. Intan terlalu senang dan kemudian memeluk bu ratih dan ayahnya. Setelah itu intan kembali ke kamarnya untuk melihat-lihat lowongan pekerjaan yang kira-kira cocok untuk dirinya.