Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 15


__ADS_3

Hari pertama berjalan dengan baik.


Malam hari setelah panen pertama intan, muzakir mengajak intan untuk jalan-jalan dan nongkrong di warung kopi yang terkenal paling ramai di desa.


"intan! mau ikut paman nongkrong di warung ngga?


Intan yang saat itu sedang tiduran di kamar kemudian menjadi bersemangat dan bergegas mengganti pakaian dengan hoodie di karenakan di desa nek ilah suasana malam dan pagi hari sangat dingin.


"ikut dong paman, tunggu intan ambil jaket dulu!".


Kemudian mereka berangkat ke warung kopi yang di maksud muzakir. Di sana mereka bertemu dengan doni dan fatih yang juga sedang nongkrong sambil menikmati beberapa gorengan panas yang baru matang.


Setibanya di sana Intan seperti sudah sangat akrab dengan teman-teman pamannya meskipun baru bertemu dua hari, karena intan juga merupakan orang yang asyik do ajak bercanda.


Melihat muzakir datang bersama intan, doni dan fatih mulai tebar pesona. Mereka rupanya sama-sama naksir kepada intan sejak pertama bertemu.


"hai intan!


Doni menyapa terlebih dahulu dan intan pun tersenyum kepadanya.


"hai mas doni, hai mas fatih, kalian berdua saja di sini?

__ADS_1


Fatih merasa lega karna intan juga menyapa dirinya, meskipun dia kalah cepat menyapa duluan.


"hai intan, iya nih udah biasa kok nongkrong di sini, sekarang jadi nambah temen nongkrong nih kita.


Muzakir merasakan sikap aneh dari dua sahabatnya itu, dan sudah menduga bahwa mereka telah jatuh hati kepada keponakannya.


"sepertinya ada yang aneh sama kalian berdua, biasa aja dong mukanya tebar pesona aja lu pada, awas ya kalian berani macam-macam sama ponakan gw langkahi dulu pamannya nih!"


intan tersenyum melihat candaan pamannya yang berusaha menghilangkan harapan teman-temannya itu.


" haha paman ada-ada saja, kan teman paman teman intan juga, lagian intan belum punya teman di sini kan?".


Muzakir kemudian menawarkan beberapa camilan untuk intan.


Mendengar kata traktir, intan terlihat sangat senang karena memang dia juga tidak membawa uang sama sekali.


"wih beneran nih paman? Kebetulan intan juga ngga bawa uang, habisnya paman ngajakin buru-buru sih!"


"iya beneran, sok atuh mau pesan apa? Atau mau pesan sendiri juga boleh!".


kemudian intan menuju ke warung dan memesan sendiri makanan yang dia inginkan. di sisi lain Pandangan doni tak terlepas dari intan, Muzakir menyadari hal itu lalu dan bertanya kepada doni secara langsung.

__ADS_1


"Don lu suka ya sama intan?


Doni kemudian tersenyum mendengar perkataan muzakir.


"iya gua suka sama intan, cinta pada pandangan pertama bro!"


Muzakir geleng-geleng kepala, karena dia tahu sebelumnya bahwa sahabatnya itu merupakan playboy yang mudah jatuh cinta dan mudah membuat wanita merasa di cintai.


"jangan macem-macem sama keponakan gw, gw mah lebih percaya fatih daripada lu don!"


Sontak saja fatih merasa sangat bangga dan tersenyum karena dia juga sudah jatuh cinta kepada intan sejak pertemuan pertama mereka, dan sepertinya ia sudah mendapat lampu hijau dari muzakir untuk mendekati intan.


"jangan seneng dulu lu fatih, gua ngga nyuruh lu pacaran sama intan, lagian intan kesini juga mau move on dari mantannya yang selingkuhi dia padahal udah janji mau nikah tahun depan, jadi ngga mungkinlah dia secepat itu jatuh cinta lagi, jangan ngarep deh kalian".


Doni dan fatih saling memandang begitu mendengar intan sedang tidak memiliki pasangan. Dan mulai muncul keinginan untuk bersaing mendapatkan cinta intan.


Intan kemudian kembali setelah memesan beberapa camilan untuk menemaninya nongkrong bersama paman dan teman-teman pamannya.


"kamu pesan apa intan? kok lama banget? Muzakir bertanya karena intan memesan makanan sangat lama.


" oh tadi mba itu nanya ke intan karena penasaran tumben lihat intan di desa ini paman, tapi intan udah kasih tahu kok kalau intan tinggal di rumah nenek, terus dia minta nomor intan, yasudah intan kaso kan lumayan dapat teman baru!"

__ADS_1


Muzakir lalu melihat wanita yang dimaksudkan intan dan ternyata wanita yang berkenalan dengan intan adalah wanita yang selama ini dia suka, namun muzakir tidak berani mengungkapkan perasaannya.


__ADS_2