
Intan merasakan ada yang mengganjal di dalam hatinya. Seperti sangat berat untuk meninggalkan desa yang telah ditinggalinya selama dua minggu terakhir.
Intan menatap ke arah jendela sambil memperhatikan pemandangan desa yang begitu indah di pandang mata.
" Bu!! suatu hari nanti jika intan sudah sukses, apa boleh intan membeli rumah dan tinggal di desa ini?". Intan bertanya kepada ibunya yang sedang sibuk mengobrol bersama ayahnya di kursi depan.
"mengapa tidak sayang!! Ini kan kampung halaman ibu, lagian nenek dan pamanmu juga tinggal di sini, jadi selama itu hal baik ibu dan ayah akan mendukung keputusanmu sayang!!.
Mendengar perkataan ibunya intan merasa lega.
"syukurlah kalau begitu!!.
" tapi nak!! Apakah kamu baik-baik saja? Kenapa sejak tadi wajahmu murung terus, ada yang mengganggu pikiranmu?." Bu ratih bertanya karena melihat intan yang terlihat tak bahagia akan kembali ke rumah.
"entahlah bu!!." intan menghela nafas.
Setelah itu, suasana menjadi sunyi, intan tak lagi bersuara.
Intan kembali menatap ke arah luar melalui jendela mobil.
Samar-samar intan melihat fatih yang sedang berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan ke arahnya, seolah sudah menunggu intan melewati jalan tersebut.
"mas fatih!!!." Intan bergumam di dalam hati.
"Yah berhenti dulu yah!!." intan meminta pak wira menghentikan laju mobilnya.
"ada apa nak? kamu merasa mual?". Pak wira mengira intan mual dan ingin turun dari mobil.
"engga yah berhenti dulu sebentar, itu ada mas fatih yang nunggu intan di pinggir jalan!!!."
Pak wira melihat ke arah kaca spion namun tak terlihat seorang pun di seberang jalan yang di maksud oleh intan.
" sudah yah berhenti dulu saja sebentar!!." bu ratih meminta suaminya untuk berhenti.
Lalu kemudian pak wira memarkirkan mobilnya tepat di bawah pohon kelapa di pinggir jalan.
setelah mobil terparkir, intan kemudian keluar dari mobil dan melihat ke arah dimana ia melihat fatih berdiri.
"perasaan tadi mas fatih ada di sana, kok udah hilang sih!! Kan itu sawah semua ngga mungkin secepat itu mas fatih sembunyi, aneh!! apa aku yang salah lihat ya!!." intan tak melihat kehadiran fatih yang ia yakini sedang berdiri sambil melambaikan tangan ke arahnya.
"mana orangnya intan? Ngga ada siapa siapa juga!!." kata pak wira
__ADS_1
"mungkin intan salah lihat yah!! intan minta maaf, ayo kita jalan lagi!!. Intan dan pak wira kembali masuk ke dalam mobil, sementara bu ratih sejak tadi masih berada di dalam mobil.
Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah mereka di kota.
Di dalam mobil, intan melamun dan masih menghadap ke arah luar jendela.
"intan!! Jangan melamun terus nak, ibu jadi khawatir sama kamu." bu ratih menegur intan yang terus saja melamun dan tak berbicara sepatah katapun.
"ada ada dengan anak ayah ini? Kenapa tiba-tiba menjadi pendiam begini!!!." ucap pak wira namun intan tetap diam tak bersuara.
Intan memejamkan mata dan tertidur.
Tak terasa mereka sudah menempuh 2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman mereka di kota.
Intan terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara lembut bu ratih yang membangunkannya.
"intan sayang!! Kita sudah sampai nak, ayo istirahat di dalam kamarmu, kasur dan bantalmu sudah rindu padamu!!.
Intan tersenyum dan keluar dari mobil dan langsung menuju kamar tidurnya yang telah ia tinggalkan 2 minggu lamanya.
"ahh akhirnya kita bertemu lagi kasurku yang empuk dan nyaman!!." intan membaringkan diri di atas ranjang empuk miliknya.
ia menatap langit-langit kamarnya dan secara tak sengaja melihat bayang-bayang fatih yang sedang tersenyum kepadanya di atas langit-langit kamarnya.
Tak lama kemudian intan tersadar dan spontan terbangun dari ranjang.
Intan berlari keluar kamar menemui ibu dan ayahnya yang masih duduk di ruang tamu sambil menonton tv.
"ibuuu!!! Ayaah!!! tolong intan!!!." intan berlari keluar kamar.
pak wira dan bu ratih kaget lalu bu ratih memeluk intan dan bertanya "Ada apa sayang? Kamu kenapa nak?.
" Ada yang ngga beres bu!! Barusan intan melihat bayangan mas fatih di langit-langit kamar intan!!.
Pak wira dan bu ratih saling menatap begitu mendengar perkataan intan.
"ha... Ha.... kamu sedang berhalusinasi nak, mana bisa fatih tiba-tiba muncul di langit-langit rumah kita, sedangkan perjalanan ke sini saja butuh waktu berjam-jam nak!!!." kata pak wira
"iihh ayah ini gimana sih!! Intan serius loh yah, tadi ada di sana!!.
Intan merasa sangat yakin dengan apa yang baru saja ia lihat, lalu kemudian intan mengajak ayah dan ibunya untuk ke kamarnya memeriksa kebenarannya.
__ADS_1
"mending ibu sama ayah lihat sendiri deh!!.
"baiklah ayo kita ke kamar kamu!!." Kata bu ratih
Mereka bersama-sama menuju ke kamar intan untuk memastikan kebenarannya.
Intan memeluk ibunya sambil berjalan ke kamarnya, sementara pak wira menjadi tameng terdepan.
Pak wira memasuki kamar intan dan tak melihat apapun di sana.
"jadi dimana fatih bersembunyi?." pak wira bertanya kepada intan.
"tadi ada di atas sini yah!!." intan menunjuk langit-langit yang polos tanpa ada bolongan sedikitpun.
"intan!!! intan!!! Sepertinya kamu terlalu lelah nak, sekarang istirahat saja ya!!." bu ratih menyuruh intan untuk beristirahat.
"tapi!!! Ah sudahlah, baiklah kalau begitu intan mau tidur dulu." intan kembali berbaring di ranjangnya namun kali ini tidak lagi menatap langit-langit.
Pak wira dan bu ratih kemudian keluar kamar dan membiarkan intan beristirahat.
"apa yang sebenarnya terjadi kepadaku? Mengapa mas fatih selalu muncul di hadapanku!! Apakah aku mulai menyukainya? Tidak intan, itu tidak mungkin!!." intan terus berbicara sendiri sampai akhirnya ia benar-benar tertidur.
Sore hari pun tiba, terdengar suara seseorang memanggil nama intan dari luar.
"assalamu'alaikum!! Intan.. Intan apakah kamu ada di rumah?." suara seorang wanita yang sepertinya tidak asing bagi intan.
Kemudian intan keluar dari kamarnya, ia melihat ayah dan ibunya sudah tak lagi berada di ruang tamu. "mungkin ibu sama ayah kecapean juga sampai ngga dengar suara orang memanggil.".
Intan membuka pintu dan melihat seorang wanita cantik mengenakan hijab sedang berdiri di depan pintunya, wanita itu adalah Cindy teman sekolahnya dulu.
Selain widia, intan juga memiliki sahabat masa kecil bernama cindy dan Lia. Dahulu mereka selalu selalu bermain bersama di sekolah ketika mereka masih sekolah dasar. Namun ketika beranjak dewasa mereka sudah semakin jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
Intan hanya sering bertemu dengan widia, karena menikah dengan orang satu kampung.
Hari ini pertama kalinya intan dan cindy bertemu kembali.
"cindy!! Ini benar cindy kan??." ucap intan tak percaya
"assalamualaikum intan, apa kabar?." ucap cindy
Intan kemudian memeluk cindy tanpa menjawab pertanyaan cindy.
__ADS_1
"ya allah mimpi apa aku barusan!! Ayo masuk cin." intan mengajak cindy masuk ke dalam rumah.
Mereka menumpahkan rasa rindu karena sudah bertahun-tahun tak bertemu, dikarenakan cindy memilih pendidikan di luar kota dan membuatnya jarang pulang kampung, bahkan hampir tak pernah pulang.