
*AWAL MULA INTAN TRAUMA MENGENAL CINTA*
Rian mengira intan sedang mengikutinya sampai ke desa, rian tidak tahu bahwa intan tidak pernah berkeinginan untuk mencari dirinya, pertemuan tidak sengaja itu membuat rian merasa kesal dan menarik tangan intan.
"ikut aku intan, kita harus bicara!
Rian mengajak intan untuk berbicara di taman agar tidak di lihat oleh orang-orang dan mengira rian berselingkuh dengan intan.
Sampai saat ini, intan masih belum mengetahui bahwa rian sudah menikah dan memiliki anak, rian menarik tangan intan secara kasar hingga membuat intan kesakitan.
" kita mau kemana rian? lepasin tangan aku rian, sakit!
rian terus menarik tangan intan hingga mereka tiba di taman belakang puskesmas. Rian kemudian bertanya sekali lagi kepada intan.
"kamu ngapain cari aku sampai ke sini intan? Kenapa kamu nekat sekali jauh-jauh kesini untuk cari aku? Mau kamu apa intan?
Intan terdiam dengan mata berkaca-kaca intan kemudian menjawab tuduhan rian yang mengira intan mengikutinya.
"maksud kamu apa rian? Siapa yang ngikutin kamu? Aku ngga pernah nyariin kamu sejak hari itu, kenapa kamu menjadi sangat kasar rian?
Rian terlihat sedikit emosi karena intan tidak mau mengakui tuduhan rian.
" lalu bagaimana bisa kamu tahu aku bekerja di sini kalau kamu tidak mengikuti aku, kamu pasti menyuruh orang mengikuti ku kan selama ini?
Rian terus menuduh intan mengikutinya hingga intan menangis sangat sedih, rian telah menuduhnya tanpa bukti dan tanpa tahu kebenarannya.
"aku tidak pernah mengikuti kamu rian, kenapa kamu terus menuduhku tanpa bukti? Setidaknya kamu dengarkan dulu penjelasan aku rian!
Meskipun begitu, rian tetap tidak percaya kepada intan.
"aku kasih tahu kamu ya intan, kita itu tidak akan pernah bisa bersama lagi, aku sudah menikah dan memiliki anak, jadi lebih baik kamu berhenti mencari tahu tentang ku, dan berhenti mengikuti ku.
Intan terdiam mendengar perkataan rian bahwa dia telah menikah dan memiliki anak, intan merasa sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar, mereka baru putus sekitar sebulan yang lalu, dan bagaimana bisa rian sudah memiliki anak.
Pikiran intan menjadi tak karuan, dadanya terasa sesak dan intan pun pingsan tepat di depan rian.
Rian yang saat itu merasa takut akan terjadi sesuatu kepada intan dan langsung membawa intan ke UGD.
Di ruangan UGD masih ada muzakir dan siti yang baru saja selesai di periksa dan hendak meninggalkan ruangan UGD.
Muzakir kemudian melihat intan yang sedang pingsan di tangan rian, lalu muzakir menghampirinya dengan perasaan cemas ia bertanya.
__ADS_1
"kenapa ini? ada apa dengan intan? Barusan dia baik-baik saja kenapa tiba-tiba begini pak?
Muzakir sangat cemas melihat keponakannya yang tak sadarkan diri, dan tanpa ia sadari lelaki yang baru saja menggendong intan adalah rian. Ketika ia melihat wajah rian, muzakir seketika mulai emosi.
"kamu lelaki itu kan? Kamu apakan intan? Kenapa dia bisa seperti ini? Jawab saya!
Rian seketika kaget dan takut melihat lelaki bertubuh kekar sedang mencemaskan intan. Rian tak menjawab pertanyaan muzakir dan malah balik bertanya.
"anda siapanya intan?
Muzakir saat ini merasa sangat marah apalagi ketika dia melihat lelaki yang di hadapannya adalah lelaki yang sedang di hindari oleh keponakannya, dan lelaki inilah yang pernah membuat keponakannya menangis sangat sedih, kini dia lagi-lagi membuat intan pingsan.
"kamu tidak perlu tahu siapa saya, saya tanya sama kamu kenapa intan bisa seperti ini? Kamu apakan dia jawab saya rian!
Rian terdiam dan sedikit takut melihat muzakir yang semakin emosi.
Intan kemudian terbangun dan menangis, intan melihat pamannya yang sedang emosi kemudian intan meminta pulang.
"intan mau pulang! Ayo kita pulang.
Intan merengek minta pulang dan muzakir mengiyakan permintaan intan.
"iya intan sayang! kita pulang sekarang ya mba siti juga sudah selesai di periksa dan sudah mendapat obatnya ayok kita pulang sekarang.
Rian hendak mengantar intan menuju ke mobil namun tangannya di tepis oleh intan.
"aku bantu ya intan!
Rian menawarkan bantuan kepada intan.
"tidak usah! Saya tidak kenal kamu, tidak perlu repot-repot saya bisa jalan sendiri.
Intan berjalan menuju ke mobil sambil menahan kesedihannya. Sementara muzakir membantu mendorong siti dengan kursi roda menuju ke mobil mereka. Langkah intan terhenti ketika rian menarik kembali tangannya.
" dia siapa intan? Kenapa kalian begitu dekat?
Rian kembali menarik tangan intan dan menanyakan soal muzakir namun intan kembali menepis tangan rian dan berkata.
"kamu itu suami orang, kenapa lancang sekali menarik tangan saya? saya tidak mau ya orang-orang menganggap saya pelakor dan kamu tidak berhak menanyakan apapun dan siapapun yang dekat dengan saya.
Intan meninggalkan ruangan UGD. Rian masih terdiam dan tanpa mereka sadari sejak tadi mereka sudah dilihat oleh orang-orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Rian merasa bersalah kepada intan dan sangat malu karena ia di kenal dengan perawat yang sangat baik di puskesmas itu.
Intan, siti dan muzakir kemudian beranjak pulang.
Di dalam mobil, intan kembali menangis dan di tenangkan oleh siti. Muzakir menjadi semakin marah dan kesal akan jal itu.
"paman kan sudah bilang sama kamu intan, tapi kamu tidak percaya.
Muzakir kemudian mengingatkan intan bahwa ia pernah meminta intan untuk melupakan mantannya karena muzakir tahu rian sudah menikah dan memiliki anak.
"intan ngga habis pikir paman, bagaimana bisa dia sudah menikah dan punya anak padahal kami baru putus sebulan yang lalu. Sekarang intan harus bagaimana mba siti, paman?
Siti kemudian memeluk intan dan berusaha menenangkannya.
"jadi tadi si rian itu bilang sama kamu kalau dia sudah menikah?
Muzakir kembali bertanya kepada intan. Intan mengangguk tanda setuju dengan perkataan pamannya.
"bangs*t!!
untuk pertama kalinya siti melihat muzakir sangat marah sampai mengumpat seperti itu.
"Intan kamu yang sabar ya, sudah jangan menangis lagi, lelaki itu tidak pantas mendapat air mata berharga milikmu intan.
Siti mencoba menenangkan intan sekali lagi.
"intan kangen ibu, intan mau pulang aja ke rumah, intan kangen ibu sama ayah.
Intan menangis di pelukan siti, kali ini ia sangat merindukan ibunya. Tiga hari berada di desa bukannya move on, intan malah semakin trauma dengan percintaan.
Tak lama kemudian mereka tiba di rumah siti, muzakir lalu mengantarkan siti hingga ke depan rumahnya.
Kondisi rumah siti sedang sepi saat itu, kemungkinan orang tuanya sedang berada di sawah.
"terimakasih ya mas, maaf merepotkan! Ayok masuk dulu siti buatkan kopi buat mas zakir sama intan.
Siti menawarkan untuk singgah di rumahnya namun muzakir menolak karena ingin membawa intan pulang ke rumah agar lebih tenang.
" kami mampir kapan-kapan saja ya siti, mas mau menenangkan intan dulu takutnya nanti dia berbuat yang aneh-aneh. Jangan lupa minum obat ya dan istirahat saja, tidak usah banyak bergerak.
Siti tersenyum mendapatkan perhatian dari muzakir. Lalu muzakir dan intan pulang ke rumah meninggalkan rumah siti.
__ADS_1
...****************...