
Setelah berkeliling pasar selama satu jam lebih, akhirnya semua kebutuhan nek ilah telah terbeli, satu persatu barang belanjaan di bawa oleh muzakir kawan-kawan menuju ke mobil open cup yang mereka kendarai.
Intan bersama neneknya sudah terlebih dahulu menunggu di mobil mereka. Dan setelah semua sudah di angkut ke mobil, mereka kemudian pulang ke rumah.
Di perjalanan pulang intan hanya diam tak banyak berbicara seperti ketika berangkat tadi pagi. Kali ini intan asyik melamun sendiri.
Kini giliran muzakir yang bertanya kepada intan,.
"intan! Kok diem aja? Lagi mikirin apa sih?
Intan tak menjawab pertanyaan pamannya, dan masih sibuk melamun, entah apa yang sedang ada di pikirannya.
" intan, kamu kenapa sayang?
Nek ilah kemudian menggoyangkan pundak intan hingga ia tersadar dari lamunannya.
"eh iya nek, ada apa? Kenapa ya tadi? Nenek bilang apa?
Muzakir sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah keponakannya itu.
"kamu kenapa sih melamun terus? Lagi mikirin siapa?
Muzakir kembali mengulang pertanyaannya.
"engga paman, intan lagi ngga mikirin siapa-siapa kok.
Kemudian nek ilah memegang tangan intan dan sambil menasehatinya.
"intan! Kamu tidak perlu sungkan sama nenek dan pamanmu, jika ada yang sedang mengganjal do hatimu bicarakan saja kepada kami, tidak baik masalah itu di pendam sendiri saja intan.
Intan kemudian memeluk neneknya dan tidur di pundak nek ilah.
Tak terasa mereka hampir tiba di rumah, sebelumnya kawan-kawan muzakir telah tiba terlebih dahulu dan menurunkan barang belanjaan intan dan neneknya yang sangat banyak.
__ADS_1
Doni, roni, riki dan fatih menunggu di teras rumah nek ilah. Mereka sedang menunggu gaji mereka masing-masing.
Nek ilah tiba di rumah dan melihat barang belanjaannya sudah tertata dengan rapi.
Kini tiba saatnya memberikan gaji kepada karyawan-karyawan terbaiknya.
Masing-masing dari mereka mendapat bagian 1.500.000 pada panen kali ini, intan juga mendapat gaji yang sama karena ikut ambil bagian dalam panen dan menjual semangka.
Gaji hasil panen berbeda dengan gaji bulanan mereka! jadi doni,roni, riki dan fatih selalu merasa beruntung menjadi orang kepercayaan nek ilah dan muzakir.
Sejak pertama kali memilih untuk menanam buah di ladang, nek ilah dan muzakir tidak pernah mengganti karyawannya sampai sekarang, hampir 10 tahun sudah keempat orang ini menjadi karyawan kepercayaan nek ilah.
Setelah mendapatkan gaji masing-masing, roni dan riki langsung pulang ke rumah mereka, sedangkan doni dan fatih memilih untuk tinggal di rumah nek ilah, alasannya ingin membantu membersihkan bahan makanan yang akan di masak besok, padahal mereka sebenarnya memiliki tujuan lain, yaitu ingin lebih lama melihat intan.
Untuk pertama kalinya mereka memilih diam di rumah muzakir setelah menerima gaji hasil panen, biasanya pada panen sebelumnya mereka selalu banyak alasan untuk langsung pulang.
"tumben banget kalian berdua diem di sini? Kesambet setan apa kalian?
Muzakir bertanya kepada doni dan fatih yang masih terdiam di rumahnya. sementara itu intan menuju ke dapur untuk membuatkan mereka teh.
Muzakir kembali mempertegas pertanyaannya hingga membuat fatih dan doni saling beradu pandang.
"kan elu tau sendiri gw suka sama keponakan lu, gw cinta pada pandangan pertama sama intan bro!
Doni kemudian menjawab pertanyaan muzakir dengan langsung ke pada intinya. sementara fatih masih malu-malu untuk menyatakan bahwa dia juga telah jatuh hati kepada intan sejak pertama bertemu.
Kecantikan dan keceriaan intan membuat mereka terpesona dan tak sadar telah melabuhkan hatinya kepada keponakan sahabatnya itu.
"kalian jangan macam-macam ya sama keponakan gw, asal kalian tau aja mantan dia yang kemaren gw ceritain itu ternyata tinggal di desa kita bro!
Doni tiba-tiba berdiri dan terlihat sedikit kesal mendengar mantan intan ternyata ada di desa mereka, doni merasa intan tidak akan bisa menyukainya jika masih terus bertemu dengan laki-laki yang di cintainya.
"ah sialan, kok bisa-bisanya sih tuh cowok tinggal di sini! Terus gimana caranya gw mau dapetin hatinya intan, sementara lelaki yang ada di hatinya ternyata ada di sini.
__ADS_1
Muzakir kini tertawa terbahak-bahak melihat doni yang sedikit kesal, sedangkan fatih hanya diam tanpa suara.
"emangnya intan mau di deketin sama elu don? Kepedean banget lu.
Muzakir kemudian mengolok doni dan membuatnya semakin kesal. Lalu intan datang membawa tiga gelas tes dan sedikit camilan untuk merek bertiga.
" intan kamu ngga ikut kita ngobrol disini?
Fatih akhirnya angkat bicara setelah melihat intan akan beranjak pergi meninggalkan mereka.
"hm intan ngga ikut ya mas, intan mau istirahat di kamar, kalian lanjut saja ngobrolnya.
Kemudian intan tersenyum kepada fatih lalu beranjak meninggalkan mereka menuju ke kamarnya.
Doni yang melihat intan tersenyum kepada fatih lantas membuang muka, karena merasa cemburu intan hanya menyapa fatih sedangkan dirinya di abaikan.
Muzakir semakin tertawa bahagia melihat raut wajah doni yang semakin terlihat kesal.
"sudahlah, muka lu ngga usah di jelek-jelekin, intan nyapa fatih gara-gara fatih yang nyapa duluan, yaah kalah saing lu sama fatih don.
doni kemudian buru-buru menghabiskan tehnya meskipun ia tahu bahwa teh itu masih sangat panas, karena untuk pertama kalinya doni di abaikan oleh wanita yang ia sukai.
"tunggu aja, intan pasti akan jadi milik gw, lu ngga akan menang lawan gua fatih, lu tau sendiri kan daya tarik gw itu kuat.
fatih hanya tersenyum tipis melihat kedua sahabatnya yang sedang cemburu buta kepadanya.
Setelah menghabiskan teh buatan intan, mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing.
Doni dan fatih melewati rumah rian yang di lewati intan semalam. Mereka melihat lelaki yang seumuran intan sedang menyirami tanaman di halaman rumahnya.
Wajahnya terlihat sangat asing bagi doni dan fatih, namun mereka terus berjalan dan mengabaikan lelaki itu, tanpa mereka ketahui bahwa lelaki itu adalah rian, mantan intan yang di sebutkan oleh muzakir.
...****************...
__ADS_1
...****************...
Mohon dukungannya ya teman-teman, terimakasih sudah mampir di novel pertamaku, semoga kalian tidak bosan dengan ceritaku 🥰🥰