Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 20


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali nek ilah kedatangan para tetangga yang akan membantunya memasak makanan yang akan di sedekahkan ke masjid dan warga kampung.


Sekitar lebih dari 7 orang yang datang membantu nek ilah untuk memasak, karena memang barang belanjaan nek ilah kemarin sangat banyak khusus untuk acara makan-makan hari ini.


Di antara orang-orang yang datang ke rumah nek ilah, ternyata di sana ikut hadir ibunya rian yang datang membantu sekalian ingin mengenal lebih dekat dengan warga sekitar.


Ibu rian bernama bu susi, intan dan bu susi tidak pernah bertemu sebelumnya. Intan hanya pernah beberapa kali bertemu dengan ayahnya rian tapi tidak dengan ibunya.


Maka dari itu, intan sama sekali tidak tahu bahwa bu susi yang datang membantu neneknya memasak ternyata adalah ibu dari mantannya.


Setelah cukup lama berbincang dan memasak, akhirnya ada salah seorang warga yang bertanya kepada bu susi tentang anaknya dan terdengar oleh muzakir yang kala itu sudah tahu bu susi adalah ibunya rian, karena bu susi adalah satu-satunya warga baru yang dekat dengan rumah mereka.


" bu susi, jadi gimana kabar anak dan menantu ibu? Sekali-sekali ajak kesini ya bu kenalin ke kita-kita biar ngga jadi anak rumahan terus, kasihan cucumu ngga pernah di ajak keluar selama tinggal di sini.


Begitulah ucap salah seorang warga yang meminta bu susi untuk membawa menantunya ikut bergabung dengan mereka.


Intan masih belum menyadari bahwa yang mereka maksud adalah anak bu susi satu-satunya yaitu rian.

__ADS_1


Intan hanya ikut mendengarkan sambil memotong sayuran bersama pamannya muzakir.


Muzakir yang mengetahui bahwa bu susi itu adalah ibunya rian lantas ia melirik intan dan bertanya apakah intan menyadari sesuatu.


"intan, paman mau tanya sama kamu!.


Intan kemudian menoleh ke arah muzakir yang duduk di samping kanannya.


"iya kenapa paman? Tanya aja.


Muzakir sebenarnya merasa tidak enak hati ingin menanyakan hal tersebut kepada keponakannya.


Intan kembali menoleh ke arah muzakir.


"maksud paman apa? Mantan aku udah nikah? Kapan? Jangan-jangan paman tahu sesuatu yang tidak aku ketahui?


Intan melirik muzakir dengan tatapan curiga.

__ADS_1


"paman hanya bertanya intan, jadi bagaimana jika memang itu terjadi di luar perkiraanmu, dan bagaimana jika ternyata dia juga sudah punya anak?


Muzakir semakin mempertegas bahwa rian memang sudah menikah, dan muzakir juga baru mengetahuinya setelah mendengar pembicaraan bu susi dengan salah seorang warga tadi.


"paman ini ada ada saja, mantan ku itu cuma satu, dan kami juga baru putus beberapa minggu yang lalu, masa sih dia sudah punya anak dan menikah? Ya ngga mungkinlah paman.


Muzakir kembali meyakinkan intan agar segera melupakan rian.


" kamu tidak pernah tahu apa yang di lakukan lelaki ketika jauh darimu intan, percaya sama paman, jika memang itu semua benar, maka paman cuma ingin kamu segera melupakan mantanmu itu. Dia tidak pantas untuk ada di hatimu sampai selama ini.


Intan kemudian terdiam dan meninggalkan muzakir yang masih berusaha meyakinkan intan bahwa rian sudah menikah.


Muzakir tidak mengetahui bahwa intan sama sekali belum pernah mengenal bu susi. Meskipun sejak dulu ia sangat ingin bertemu namun rian selalu mengulur waktu untuk mempertemukan mereka berdua.


Sampai akhirnya bertemu secara tidak sengaja seperti ini.


Tidak terasa hari sudah semakin siang, dan makanan yang akan di sedekahkan sudah mulai matang satu persatu.

__ADS_1


Kerja kelompok antar ibu-ibu ini sangat kompak dan patut di acungi jempol.


...****************...


__ADS_2