
Siti tengah menenangkan intan yang kala itu mulai menangis.
Kemudian muzakir datang dan menyapa.
"assalamualaikum, loh intan kenapa menangis?
Siti dan intan melepas pelukan mereka dan kemudian intan menghapus air matanya, siti yang baru saja mengungkapkan bahwa ia menyukai zakir kini zakir sudah berada tepat di depannya.
"eh mas zakir, engga apa-apa kok mas, tadi kami cuma cerita-cerita aja, yasudah kalau begitu siti pulang dulu. Intan aku pulang dulu ya, nanti sore aku kesini lagi.
Siti kemudian berpamitan karena tidak sanggup berada di dekat zakir paman intan, jantungnya terus berdetak kencang begitu melihat muzakir.
"baiklah kalau begitu, kamu hati-hati ya siti, atau aku antar saja!
Karena tidak hati-hati, Siti kemudian terpeleset ketika hendak menuruni tangga rumah intan yang hanya satu baris saja.
*praakkk*
" aduh..!!
Terdengar suara siti yang baru saja terjatuh.
siti terlalu gugup ketika berbicara dengan zakir hingga ia tak melihat jalan dan akhirnya jatuh karena terpeleset.
" astagfirullah mba siti!
Intan kemudian beranjak dari tempat duduknya dan hendak membantu siti berdiri namun muzakir terlebih dahulu menggendong siti dan di letakkan di kursi bambu yang ada di teras rumah.
"tunggu dulu jangan bergerak, aku ambilkan obat dulu.
__ADS_1
Muzakir kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil minyak urut untuk mengobati kaki siti yang tampaknya keseleo. Siti menangis kesakitan.
Suara teriakan intan tadi ternyata membangunkan nek ilah dari tidurnya, lalu beliau keluar kamar dan melihat muzakir yang terlihat sedikit panik.
"ada apa zakir? Kenapa kamu panik begitu?
Nek ilah bertanya kepada muzakir.
"ini bu, temen intan keseleo, zakir mau ambi minyak urut.
Zakir menjelaskan kepada ibunya, dan kemudian nek ilah keluar menemui intan dan siti yang masih ada di teras rumah.
" ya allah gusti, kenapa bisa begini nak?
Nek ilah terlihat khawatir dengan siti.
"tadi mba siti jatuh nek, mungkin kakinya keseleo.
"zakir cepetan bawa dia ke puskesmas, ngga usah di urut-urut nanti kalau anak orang tambah parah memangnya kamu bisa apa nak?
Muzakir menuruti perkataan ibunya dan kemudian membawa siti ke puskesmas terdekat.
Berbekal ilmu kesehatan yang ia miliki, intan berusaha untuk membantu siti.
"baik bu, zakir pergi sekarang. Intan ikut paman ya?
Intan mengiyakan ajakan pamannya untuk ikut ke puskesmas.
Setibanya di puskesmas, siti langsung di periksa oleh perawat dan intan selalu berada di samping siti, sementara muzakir menunggu di kursi luar karena tidak tega melihat wanita yang ia sukai kesakitan.
__ADS_1
Namun tak lama kemudian intan menyuruhnya masuk dan menggantikan posisi intan menjaga siti.
"paman gantian dong jagain mba siti, intan capek dari tadi belum istirahat, nanti kalau intan sakit gimana?
Muzakir tersenyum mendengar alasan intan, tapi sejujurnya muzakir juga sangat ingin berada di samping siti, namun ia terlalu malu dan gugup ketika berada di dekatnya. Akhirnya muzakir menggantikan intan untuk menjaga siti di ruangan UGD.
Mereka sama-sama saling mencintai namun terlalu malu dan takut untuk mengungkapkannya.
Intan kini duduk di kursi depan ruangan UGD. Ia duduk sambil memejamkan mata karena kelelahan.
Ketika ia sedang setengah tertidur, tiba-tiba intan mendengar suara seseorang yang sangat familiar sedang menyebut namanya.
"intan!! Intan bangun, intan.
Intan sedikit membuka mata, dan mengira dirinya sedang bermimpi. Namun saat itu juga intan sangat terkejut melihat lelaki yang kini berada di depannya.
"rian!! Apa benar ini rian?
Intan bertanya di dalam hatinya.
"intan kamu ngapain disini? Kok bisa ada di sini?
lelaki itu adalah rian mantan pacarnya yang ternyata bekerja di puskesmas itu.
"Rian? kamu beneran rian kan?
Intan kemudian bertanya kepada lelaki itu, dan memang dia adalah rian mantan pacarnya.
"iya intan, aku rian dan kenapa kamu bisa ada di sini? Apakah kamu sedang mencari ku sampai ke sini?
__ADS_1
...****************...