Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 24


__ADS_3

Muzakir dan intan kembali ke rumah.


Tubuh intan terasa panas seperti terkena demam.


Ketika sampai di rumah, intan langsung menuju ke kamar dan beristirahat. waktu sudah menunjukkan jam 2 siang.


Terdengar suara mobil terparkir di depan rumah nek ilah, intan mengintip melalui jendela dan ternyata itu adalah mobil pak wira.


Bu ratih dan pak wira datang mengunjungi intan, bertepatan dengan acara pengajian dan makan-makan di sore harinya.


melihat orang tuanya yang keluar dari mobil, intan kemudian berlari keluar kamar dan langsung memeluk ibunya yang belum sempat masuk rumah.


"ibu, intan kangen sama ibu!


Intan menangis di pelukan ibunya, dan membuat bu ratih terheran. Bu ratih mengira intan tidak betah berada di rumah neneknya walau sebenarnya intan menangis bukan karena hal itu.


" eh kok nangis nak? Baru aja ibu tinggal tiga hari, kamu kenapa sayang?


Bu ratih memeluk intan dengan penuh kasih sayang, lalu mereka sama-sama masuk ke rumah nek ilah.


Muzakir menyambut kedatangan kakak beserta iparnya.

__ADS_1


Jam telah menunjukkan pukul 4 sore, waktunya pengajian dan acara makan-makan di mulai.


Warga dan para ustadz juga mulai berdatangan, tepatnya pukul 4.35 acara pengajian di mulai dan di susul dengan acara makan bersama setelahnya.


Para warga sangat antusias menghadiri acara wajib nek ilah yang di adakan sekali setahun itu di kediaman neneknya intan.


Bu ratih dan pak wira datang di hari yang tepat dan di waktu yang tepat. Mereka ikut menghadiri acara.


Karena banyaknya warga yang berdatangan, intan berdiam diri di kamarnya, beberapa kali muzakir mengajaknya keluar bersama doni dan juga fatih namun intan tetap saja menolak.


intan berfikir bahwa rian akan ada di sana bersama anak dan istrinya dan intan tidak mau melihat pemandangan menyakitkan itu.


Tak lama setelah mereka pergi, bu ratih kemudian masuk ke kamar intan dan menanyakan masalah yang sedang di hadapi oleh intan.


" tok, tok, tok, intan! Ibu boleh masuk ngga?


Intan mendengar suara ibunya lalu membukakan pintu.


"masuk saja bu, intan juga mau cerita sama ibu.


Bu ratih kemudian masuk ke kamar intan yang merupakan kamar tidurnya di masa lalu.

__ADS_1


"Ada apa intan? Apakah ada sesuatu yang menyakitkan hatimu selama tiga hari di rumah nenek?


Intan menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan ibunya.


"iya bu, intan ngga mau lagi tinggal di sini bu, intan mau pulang aja, ngga masalah intan kerja di toko baju asalkan intan tidak tinggal di sini bu.


Bu ratih bingung mendengar perkataan intan dan mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan keinginannya.


" tapi masalahnya apa sayang? Apa yang membuatmu tidak betah tinggal di rumah nenek? Apakah pamanmu jahil sama kamu?


Bu ratih mengira muzakir lah penyebab intan ingin kembali ke rumah.


"engga bu, paman mah baik banget sama nenek, tapi bu Rian ada di sini, si desa ini bu.


Intan mengatakan alasannya kepada bu ratih, hal yang membuatnya ingin meninggalkan tempat itu adalah gara-gara rian.


"apa? Rian ada di sini? Bagaimana bisa nak? Apakah dia mengikuti mu sampai kesini?


Bu ratih malah mengira rian telah membuntuti intan sampai ke desa, tanpa dia ketahui bahwa rian telah pindah setahun yang lalu ke desa tersebut.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2