
ketika intan selesai dengan ceritanya, pak wira kemudian menceritakan pertemuan mereka dengan rian.
"kok bisa sama ya mimpi intan sama kenyataannya?" pak wira spontan mengatakan hal tersebut kepada intan.
"maksud ayah gimana? Mimpi intan sama kenyataan?" intan terlihat bingung dengan perkataan ayahnya.
Pak wira dan bu ratih saling menatap begitu melihat putri mereka yang sedikit bingung seperti orang linglung.
"jadi begini nak, ayah sama ibu baru saja bertemu dengan rian sebelum kami ke sini. Dan hal yang mengejutkan lagi, apa yang kamu ceritakan tadi sama persis dengan apa yang terjadi di antara ayah, ibu, dan rian." bu ratih kemudian menjelaskan kepada intan tentang pertemuan mereka dengan rian.
"hah masa sih bu? Memangnya benar begitu ya yah?" intan kembali bertanya seakan tidak percaya bahwa mimpinya ternyata benar terjadi di dunia nyata.
Tak lama setelah itu, muzakir dan nenek jamilah datang setelah pulang berganti pakaian.
Muzakir dan ibunya membawa makanan untuk mereka semua selama masih berada di puskesmas.
Sekitar jam 9 pagi, dokter datang memeriksa kondisi intan dan di temani oleh rian yang kebetulan masih bertugas pagi ini.
setelah dokter selesai memeriksakan keadaan intan dan dokter berkata bahwa kondisi intan sudah membaik dan di perbolehkan pulang hari ini setelah menginap semalam di puskesmas. Setelah Itu dokter kemudian keluar dari ruangan begitupun rian.
Bu rika dan pak wira merasa lega karena intan sudah pulih, dan kemudian mereka mengemas barang bawaan untuk dibawa pulang.
Muzakir yang baru saja membawa banyak makanan untuk di konsumsi bersama akhirnya kembali membawanya pulang ke rumah.
Bertepatan saat itu juga teman-teman muzakir datang ke puskesmas untuk menjenguk intan, antara lain fatih dan roni. Tapi karena intan sudah di perbolehkan pulang akhirnya muzakir menyuruh mereka untuk menunggu di rumah saja.
__ADS_1
Fatih membantu untuk membawa barang-barang mereka ke mobil, dan saat itu juga untuk pertama kalinya fatih bertemu dengan orang tua intan serta mengobrol.
"taruh di sini saja nak, terimakasih ya sudah membantu". Ucap pak wira baru saja membukakan pintu mobil untuk fatih yang membawa barang-barang mereka.
"sama-sama pak sudah kewajiban saya untuk membantu teman pak". Fatih membalas
pak wira tersenyum dan kemudian fatih kembali ke ruangan sementara pak wira menunggu di mobil bersama nenek jamilah.
Di dalam ruangan rawat inap rian kembali datang untuk melepaskan infus yang masih menancap di tangan intan.
"infusnya di lepas dulu ya! alhamdulillah kamu sudah sembuh intan aku ikut senang, tapi lain kali tolong hati-hati ya jaga diri kamu." rian menasehati intan ketika sedang melepaskan infus di tangan intan.
"iya makasih." intan menjawab dengan nada yang masih sedikit ketus.
Bu ratih kemudian mengatakan kepada intan "nak sebaiknya kalian berdamai saja, tidak ada gunanya terus memendam rasa sakit, maafkan rian dan lupakan segala yang pernah terjadi di antara kalian berdua, ibu ingin kamu tidak menderita lagi intan."
Akhirnya fatih melihat secara langsung lelaki yang telah membuat hancur hati intan, lelaki yang pernah di ceritakan oleh muzakir ketika mereka sedang nongkrong di warung kopi milik siti. Dan kini fatih mengerti kenapa intan bersusah payah untuk melupakan mantannya itu, karena memang rian lelaki yang sangat tampan, tinggi dan berkulit putih, wanita mana yang bisa menolak pesona rian, apalagi rian sudah tergolong mapan. Fatih merasa sedikit tidak percaya diri begitu mengetahui mantan intan yang sebenarnya. Ia merasa tidak ada apa-apanya di bandingkan rian.
Muzakir menyadari bahwa sahabatnya itu seperti sedang tak baik-baik saja, lalu ia menghampiri fatih yang masih berdiri di pojokan .
"lu kenapa bro? Kenapa mojok do situ?" muzakir menghampiri fatih dan bertanya.
"ngga apa apa kok zak (nama panggilan akrab muzakir)". Fatih menjawab
"sudah ngga usah minder, selagi janur kuning belum melengkung lo masih punya kesempatan bro". Muzakir menyemangati fatih seakan setuju fatih bersama intan.
__ADS_1
Setelah infusnya selesai dan rian memberikan resep obat sekalian surat kontrol, intan kemudian menjawab perkataan ibunya.
"yasudah kamu sudah aku maafkan rian, tapi aku berharap ketika kita bertemu entah dimanapun atau dalam kondisi apapun, jangan pernah menyapa ku. Bersikaplah seperti kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya, karena aku tidak mau lagi terlibat apapun denganmu bahkan jika ada kehidupan ke dua, aku juga tidak ingin bertemu kamu lagi setelah ini."
Kata-kata intan yang menusuk ke ulu hati, membuat rian terdiam dan terlihat kekecewaan di raut wajah rian.
"bagaimana bisa aku bersikap seolah tidak mengenalmu intan, sementara selama 7 tahun kita selalu bersama." rian kemudian membalas perkataan intan seakan tidak terima intan memintanya untuk tak menyapa ketika mereka bertemu lagi suatu saat nanti.
" Lalu mengapa kamu menikah dengan wanita lain ketika masih bersamaku? Bahkan aku sendiri tidak tahu kamu menikah dan memiliki wanita lain di belakangku. Menurutmu aku akan baik-baik saja ketika melihatmu dengan wanita lain setelah hatiku hancur olehmu rian? Sungguh kau lelaki tidak punya hati." Intan kemudian mengeluarkan seluruh isi hatinya yang ia pendam selama ini hingga membuat air matanya tak tertahankan lagi.
"maafkan aku intan, pernikahan itu karena salahku dan aku tidak bisa menghindarinya. Ku akui aku sangat bodoh melakukan hal yang tak seharusnya aku lakukan. Baiklah aku akan menuruti permintaanmu dan ku anggap sebagai hukuman bagiku." rian akhirnya menerima permintaan intan.
Muzakir, fatih dan bu ratih tidak ikut campur dan membiarkan mereka berdua untuk menyelesaikan masalahnya.
Fatih sedikit lega setelah mendengar perkataan intan yang terlihat begitu membenci rian, namun fatih juga merasa kasihan terhadap intan. Kini fatih mengetahui peristiwa yang terjadi dalam hubungan intan sebelumnya.
Setelah berdebat dengan intan rian kemudian meninggalkan ruangan intan, dan pada akhirnya mereka sudah menyelesaikan masalah yang terjadi kemudian memilih untuk tidak saling mengenal lagi.
Bu ratih menemani intan menuju ke mobil, sementara muzakir dan fatih pergi mengambil obat di apotik.
"sekarang lo udah tahu kan semuanya? Jadi masih mau sama keponakan gua? Gw rasa dia ngga akan secepat itu jatuh cinta lagi bro, gua kenal banget sama intan." muzakir bertanya kepada fatih.
"seperti kata lo zak, sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan, emang bodoh tuh si rian udah sia siakan intan." Fatih membalas zakir dan menganggap rian lelaki bodoh telah menyiakan intan.
"hahaha memang ya, orang jatuh cinta di butakan oleh cinta." muzakir mengejek fatih yang terlihat begitu menyukai keponakannya.
__ADS_1
"awas aja lo kalo gw ketemu siti, lo lupa zak rumah gw deket banget ama siti, lo mau gua bongkar semuanya ke siti?". Fatih kemudian mengancam zakir untuk memberitahukan segalanya kepada siti, wanita yang di sukai muzakir dan sejak lama dan juga sudah menjadi teman wanita pertama intan selama tinggal di desa.