Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 17


__ADS_3

Intan termenung di kamarnya, dia kembali menangis namun kali ini intan menangis tanpa suara hingga tanpa sadar dia kemudian tertidur.


keesokan harinya, intan di bangunkan oleh nek ilah pagi-pagi seperti biasanya. Tampak mata intan yang masih sembab karena bekas menangis semalam..


"intan... Bangun nak, solat subuh dulu!


Suara nek ilah memanggil intan dengan lembut membuat intan langsung terbangun.


"iya nek, intan keluar sekarang!


Kemudian intan keluar dan membuka pintu kamarnya, dan nek ilah yang saat itu masih ada di depan pintu terlihat kaget melihat mata intan yang masih membengkak.


"astagfirullah mata kamu kenapa intan? kamu habis nangis sayang?


intan lupa bahwa setelah menangis matanya akan terlihat bengkak dan sekarang terlihat oleh neneknya. Lalu intan mencari alasan agar neneknya tidak curiga kepadanya.


"semalam intan kebanyakan makan pedes nek, makanya nangis kan nenek tau sendiri kalau intan nangis dikit aja langsung bengkak matanya!.


Nek ilah awalnya masih tidak percaya mendengar ucapan intan dan dia tau pasti bahwa intan sedang berbohong saat ini.


"kamu mau bohongin nenek? Mana ada orang makan cabai sampai seperti itu intan! Ini pasti ulah paman kamu ni, semalam kalian kemana?


lalu muzakir menghampiri mereka setelah mendengar namanya di sebut oleh ibunya sendiri.


"apa sih bu, muzakir ngga ngapa-ngapain intan kok! Tanya saja sama orangnya.


Intan kemudian tersenyum kepada nek ilah dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena hari ini muzakir dan nek ilah mau mengajak intan ke penjual. Untuk menjual semangka yang mereka petik kemarin.


"intan ngga apa-apa kok nek, yasudah intan mau mandi dulu.


Intan menuju ke kamar mandi, sementara muzakir menuju ke menuju ke dapur untuk membantu nek ilah menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga.


Di dapur, nek ilah merasa tidak tenang dan kemudian dia bertanya kepada muzakir.


"itu keponakan kamu kenapa sih nak? Matanya sampai bengkak gitu? Semalam kamu ajak dia kemana? Apa jangan-jangan dia di ganggu orang di sana?


Muzakir sebenarnya ingin menyembunyikan hal ini dari ibunya, namun lambat laun pasti nek ilah juga akan tahu, jadi muzakir menceritakan semua yang terjadi semalam.

__ADS_1


"jadi begini bu, intan itu semalam ketemu sama mantannya yang sempat ngajak dia nikah itu loh bu, yang pernah di ceritakan mba ratih.


Bu ratih sebelumnya sudah menceritakan semuanya masalah intan kepada muzakir dan bu ilah, jadi mereka juga sangat tahu bahwa intan telah di selingkuhi calon suaminya.


"ya allah, ternyata begitu? Pantas matanya sampai bengkak begitu nangisnya, rupanya ketemu sama lelaki itu toh!


Muzakir mengiyakan perkataan ibunya, dan dia pun menceritakan betapa sedihnya intan ketika melihat lelaki itu ada di hadapannya. Meskipun dalam kesehariannya intan adalah gadis yang sangat ceria dan aktif.


Muzakir saja sampai tidak habis pikir begitu melihat intan yang sangat bersedih.


" jangankan ibu, zakir aja tidak percaya intan bisa sesedih itu bu, semalam intan melihat mantannya itu sedang duduk di teras rumah warga baru itu bu.


Di kampung nek ilah, ada beberapa warga pindahan yang baru setahun tinggal di desa, dan salah satunya ternyata keluarga rian. Berhubung mereka jarang bersosialisasi jadi muzakir dan nek ilah belum terlalu mengenalnya.


Tak lama kemudian intan keluar dari kamar mandi dan makanan pun telah siap. Nek ilah dan zakir merapikan makanan mereka di meja makan.


Sementara itu, intan berdandan di kamarnya dan setelah ia selesai kemudian intan menuju meja makan untuk sarapan bersama.


Mereka makan bersama dengan tenang tanpa ada pembicaraan sedikitpun. Nek ilah tidak bertanya kepada intan begitupun juga muzakir, mereka membiarkan intan makan dengan nyaman.


Begitu di sayangnya intan oleh semua anggota keluarganya. Bahkan apapun yang di lakukan intan tidak luput dari perhatian nenek dan pamannya.


Terlihat doni, roni, riki dan fatih sudah berada di lokasi sedang menunggu kedatangan muzakir dan nek ilah. Doni dan fatih terlihat lebih bersemangat setelah melihat intan juga ikut bersama mereka.


"wih udah sampai aja ini karyawan teladan!


Muzakir menggoda sahabat-sahabatnya seperti biasanya mereka hanya bercanda dan tidak pernah memasukkan ke dalam hati setiap perkataan muzakir.


" ya iyalah emangnya elu, ngga bisa bangun pagi.


Doni kemudian menyahut dan kembali menggoda muzakir, doni mengira bahwa muzakir tidak pernah bangun pagi karena selalu datang kesiangan. Padahal muzakir selalu bangun pagi dan membantu ibunya memasak.


"enak aja lu don, ngga tau aja lu gw jadi koki di rumah, dan bangunnya selalu paling awal.


muzakir menjelaskan bahwa ia selalu bangun pagi, namun tetap tidak ada mempercayainya.


Akhirnya mereka semua berangkat menuju pasar buah untuk menjual semangka hasil panen mereka kepada penjual semangka eceran di pasar tradisional.

__ADS_1


Di perjalanan menuju ke pasar buah dengan menggunakan dua mobil open cup yamg di kendarai oleh muzakir dan fatih, intan mendadak bertanya kepada neneknya tentang pernikahan.


"nek intan mau bertanya!


Nek ilah kemudian memegang tangan intan.


"iya sayang, mau tanya apa? Tanya saja!


"nek, bagaimana caranya menemukan lelaki yang tepat untuk menjadi suami?


Nek ilah dan muzakir kaget mendengar pertanyaan intan.


" kenapa tiba-tiba bertanya begitu intan? Kamu sudah ada calon ya intan?


Muzakir bertanya karena penasaran.


"memangnya intan sudah mau menikah ya?


Kemudian nek ilah juga bertanya kepada intan.


"intan hanya takut nek, paman!


Intan mengutarakan rasa takutnya untuk mengenal dan berhubungan kembali dengan laki-laki, karena cinta pertama dan pacar pertamanya sangat menyakitkan baginya, ia hampir kehilangan rasa percaya lagi kepada laki-laki.


"loh kenapa takut sayang?


Nek ilah kembali bertanya kepada intan, sementara muzakir hanya fokus menyetir mobil mereka.


"intan takut salah memilih laki-laki dan sakit hati lagi nek, kali ini saja sudah sangat sakit, apalagi nanti jika sudah menikah. Intan rasa intan takut menikah nek.


Nek ilah kemudian menasehati intan karena intan sepertinya masih trauma dengan percintaan.


"kamu tidak perlu takut menikah intan, selama kamu menikah dengan lelaki yang tepat, maka hidupmu akan selalu bahagia, dan masalah sekecil apapun akan bisa terselesaikan seperti ayah dan ibumu, lagipula usiamu juga masih 25 tahun, kamu masih mempunyai waktu untuk menemukan lelaki yang tepat untuk menjadi pendamping seumur hidup.


Intan kemudian terdiam lumayan lama, ia meresapi setiap perkataan neneknya, karena jika dia menikah dengan lelaki yang bisa memahami dan saling mengerti seperti ayahnya dia pasti akan bahagia seperti bu ratih.


...****************...

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya, tetap dukung aku ya supaya lebih semangat untuk menulis 🥰🥰


__ADS_2