Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah

Usiaku Semakin Dewasa Tapi Aku Takut Menikah
story part 9


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka sampai di pasar. Bu ratih mulai membeli beberapa sayuran dan dan daging ayam untuk di masaknya hari ini, tak lupa pula bu ratih membeli beberapa bumbu dapur yang sudah mulai menipis untuk stok di rumah.


Intan hanya mengikuti setiap langkah bu ratih. Akhirnya bu ratih selesai membeli semua yang dia butuhkan. Lalu bu ratih mengajak intan menuju ke sebuah toko baju yang di maksudkan intan untuk melamar pekerjaan.


"kita mau kemana bu? Arah ke rumah kan ngga lewat sana bu!"


Intan bertanya kepada ibunya karena bu ratih berjalan ke arah berlawanan dari rumahnya.


"sudah kamu ikut saja sama ibu, tidak usah banyak bertanya, ibu mau menunjukkan sesuatu sama kamu!"


Lalu bu ratih sampai di depan toko baju yang sangat ramai dan padat di seberang pasar. Itulah toko baju yang di maksud intan. Di dalam pikiran intan, bekerja di toko baju tidak akan terlalu ribet, karena orang-orang hanya mencari pakaian yang mereka inginkan lalu setelah ketemu yang mereka mau, mereka tinggal membayar saja kemudian pergi, seperti yang biasa intan lakukan saat membeli baju.


Intan tidak pernah tahu apa yang di lakukan karyawan saat di belakang toko. Intan hanya berandai-andai dengan pemikirannya sendiri.


Lalu bu ratih mengajak intan masuk ke dalam toko tersebut dan mengajak intan untuk mengintip pekerjaan karyawan di sana. Ada yang sedang mengangkat barang, ada yang sedang mondar-mandir mencari ukuran pakaian yang diinginkan pelanggan dan masih banyak lagi.


"ini kan tempat yang kamu maksud? Apakah kamu sudah melihat pekerjaan mereka yang kamu pikir tidak ribet dan sangat mudah itu? khayalan kamu terlalu tinggi intan!"


Setelah melihat pekerjaan karyawan toko yang sesungguhnya, intan kemudian mengurungkan niatnya untuk melamar pekerjaan di toko tersebut.


" yasudah bu ayo kita pulang saja, intan sudah mengerti apa yang ibu maksud tadi!"

__ADS_1


Bu ratih lalu tersenyum dan beranjak keluar dari toko baju tersebut.


"bagaimana? Apakah mau di teruskan ingin bekerja di sini? Kamu sanggup seperti mereka yang mengangkat barang begitu banyak, sampai berdiri berjam-jam seperti itu?


Intan dibuat galau oleh ibunya sendiri dengan kenyataan dunia kerja yang tidak semudah yang ia pikirkan.


Di perjalanan pulang, intan berfikir keras dan seperti sudah tidak bersemangat lagi untuk bekerja. Bu ratih tersenyum melihat kelakuan anaknya yang terlihat sedikit bimbang dan melas.


Bu ratih sengaja mengajak intan ke toko baju tersebut agar intan bisa berfikir panjang sebelum mengambil keputusan. Bu ratih hanya tidak tega jika nanti putrinya akan menjadi beban bagi mereka yang bekerja dengan sungguh-sungguh, sementara intan yang mudah lelah dan labil pastinya nanti akan menyusahkan orang lain di sana, dan ujung-ujungnya akan menjadi masalah bagi intan sendiri.


Setelah itu, mereka kemudian melanjutkan perjalan pulang ke rumah.


Ketika sampai di rumah, pak wira sedang duduk di ruang tamu sambil menonton berita di televisi. Berhubung tanggal merah, jadi pak wira tidak pergi ke kantor. Lalu terdengar suara intan mengucap salam dari kejauhan.


" waalaikumsalam!! Jawab pak wira.


Intan kemudian membuka pintu dan tiba-tiba berkata..


"yah intan ngga jadi kerja!"


sifat labil intan mulai kambuh, kali ini dia mengatakan bahwa dirinya tak ingin lagi bekerja.

__ADS_1


pak wira dan bu ratih sudah kehabisan kata-kata dengan tingkah intan, lalu mereka saling menatap dan sama-sama menghela nafas panjang.


Dan setelah mengatakan hal tersebut, intan kemudian masuk ke kamarnya dengan wajah cemberut.


Beberapa menit kemudian terdengar suara lantunan musik datangnya dari kamar intan. Suaranya sangat lantang sampai mengalahkan suara televisi yang di tonton pak wira.


Intan menyanyikan lagu geisha yang berjudul "Cinta dan benci" suaranya semakin keras ketika tiba di bagian reff


"sungguh aku tak bisa


sampai kapanpun tak bisa


membenci dirimu


Sesungguhnya aku tak mampu


sulit untukku bisa


sangat sulit ku tak bisa..


memisahkan segala cinta dan benci yang kurasa".

__ADS_1


Lagu tersebut melambangkan suasana hati intan saat ini. Dirinya yang masih cinta kepada rian tetapi membenci kenyataan bahwa mereka sudah tak berhubungan lagi.


Bu ratih sampai terheran-heran mendengar suara intan yang ternyata sangat merdu, hampir mirip dengan suara penyanyi aslinya.


__ADS_2