Wanita Berdarah Dingin

Wanita Berdarah Dingin
Pagi yang Indah


__ADS_3

Hari-hari berjalan seperti biasanya. Hanya saja ada yang berbeda pagi ini, wajah Alice terlihat sangat bahagia dengan senyum yang terukir indah dibibir mungilnya, sambil mengingat kejadian kemarin saat rencananya berjalan dengan mulus, sekarang Alice tidak perlu lagi ambil pusing memikirkan masalah perjodohan itu lagi.


Alice membuka jendela kamarnya, seketika angin bertiup kencang memenuhi seluruh ruangan tempat Alice berdiri. Matahari seakan tersenyum melihat Alice. Udara pagi ini seakan mengerti dengan apa yang dirasakan Alice.


"Seperti nya ada yang sangat bahagia pagi ini..."


Ucap seorang wanita yang baru saja memasuki kamar Alice dengan seragam kantor lengkapnya.


Ya dia adalah Felly.


Sontak Alice terkejut dan memalingkan tubuhnya dengan cepat mencari sumber suara itu.


"Sudah berani ya memasuki kamar ku tanpa mengetuk pintu..."Alice hanya terkekeh, seakan ucapannya barusan hanyalah candaan.


"Baru pernah aku melihat Alice sebahagia ini..."batin Felly.

__ADS_1


"Saya sudah mengetuknya bahkan saya hampir menghancurkan pintu itu..."Jelas Felly berbohong, ia bahkan hanya mengetuk pintu itu sekali lalu langsung masuk.


Alice hanya terkekeh geli melihat tingkah Felly.


"Non Alice siang ini kita akan meeting tentang kerja sama non dengan perusahaan Arvie..."ucap Felly menjelaskan maksud dari kedatangannya.


"Tidak perlu memanggilku dengan sebutan non, cukup panggil aku Alice saja, aku sudah menganggapmu seperti sahabatku, bicaralah dengan sebutan aku kamu saja..."jawab Alice tersenyum.


"Ada apa dengan wanita cantik ini, bahkan sebelumnya dia belum pernah seramah ini, entah ada angin badai mana yang menerpa tubuhnya, atau mungkin kepalanya baru saja terbentur tembok..."batin Felly bingung.


"Tidak perlu menatapku begitu, baiklah aku akan menghadiri meeting itu, tolong kamu persiapkan segala keperluan meeting nanti..."ucap Alice yang kemudian berlalu meninggalkan Felly yang masih mematung.


Alice berniat ingin makan diluar pagi ini, bahkan dia sudah siap dengan kaos putih lengan pendek dan rok hitam selutut ditambah riasan wajah yang natural tanpa make up namun tetap terlihat sangat cantik.


Alice memang memiliki segalanya, ia juga bisa memiliki apapun yang dia inginkan, bahkan seluruh butik terbesar yang ada di seluruh dunia ini pun mampu ia beli. Tapi itu tidak Alice lakukan, ia hanya memilih hidup dengan cukup sederhana, hanya memakai pakaian yang sederhana tanpa menampakkan kekayaannya.

__ADS_1


Siapapun yang melihatnya pasti akan berpikir, apa kurangnya wanita ini, semuanya sudah ia miliki, harta, kekuasaan, bahkan wajah yang sangat cantik rupawan yang membuat siapapun yang melihatnya tentu akan merasa sangat iri. Alice juga selalu menjadi sorotan media, jadi tidak heran jika segala aktivitas nya selalu menjadi perhatian media karena kekayaan yang diwariskan ayahnya kepadanya. Seakan-akan Tuhan mengatakan kata sempurna saat menciptakan nya.


"Good morning dear..."sapa wanita paruh baya yang kelihatan masih cantik itu.


Alice mengeluarkan senyum terbaiknya.


"Good morning too mom..."Ya, wanita paruh baya itu adalah Elena ibunya.


"Anak mama yang cantik ini mau kemana pagi-pagi begini..."ucap Elena sembari mengelus lembut rambut Alice.


"Alice mau keluar bentar mah..."jawab Alice.


"Baiklah hati-hati sayang..."ucap Elena lalu mengecup pucuk kepala Alice.


Alice mengangguk cepat. Lalu melangkahkan kakinya untuk berjalan meninggalkan ibunya dan meluruskan niatnya untuk makan diluar.

__ADS_1


Dengan cepat Alice sudah pokus mengendarai mobil pribadinya ke tempat yang ia tuju.


__ADS_2