Wanita Berdarah Dingin

Wanita Berdarah Dingin
Menjalankan rencana 1


__ADS_3

06.50


Klekk...Elena membuka pintu kamar Alice.


Elena mengelus-elus kepala Alice. "Alice, sayang bangun yuk sudah pagi ini..."


Mata Alice terlihat bengkak karena terlalu lama menangis.


"Mama ngapain di sini, mama gak sayang sama aku, pergi mah..." Air mata Alice tiba-tiba saja menetes lagi di pipinya.


Hati Elena terasa sesak mendengar perkataan Alice.


"Engga sayang, mama sangat menyayangi kamu, Alice dengerin mama ya, mama ngga pernah jahat sama Alice, mama cuman mau Alice mencoba membuka hati untuk laki-laki, sayang.. saatnya kamu melupakan semua kejadian buruk yang dialami ayah, kamu harus bisa melupakan semua kejadian silam itu.


Air mata Alice tak henti-hentinya keluar lagi, menatap Elena dengan tatapan lemah.


"Aku ngga bisa mah, apa mamah lupa laki-laki yang sudah membunuh ayah? mereka jahat mah..!!" Hikss hikss...


Elena tidak tega melihat kondisi Alice saat ini, hatinya terasa hancur.


"Mama ingat sayang, sekarang kamu harus ubah pola pikir kamu, tidak semua laki-laki itu jahat sayang, kamu harus bangkit dari keterpurukan itu, ngga ada salahnya kan kamu mencoba dekat dulu dengan Devan, lagi pula dia adalah anak yang baik..."


Alice menghapus cepat air mata di pipinya.


"Aku pengen sendiri mah, tolong tinggalkan aku dulu..."


"Baik, mama akan keluar sekarang, kamu pikirkan kata-kata mama tadi ya..."( Elena melangkah meninggalkan kamar Alice )


"Aku tidak tau mah aku bisa atau tidak .."( gumam Alice )


Alice langsung bangun dan mengunci pintu kamarnya, dengan cepat Alice kembali keatas kasurnya dan menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.


-----


Rumah sakit


Kringg...


Terlihat Arvie sedang sibuk memainkan handphone nya.

__ADS_1


"Ray gue dirumah sakit, Lo kesini sekarang..."


Ray kaget bukan main.


"Rumah sakit? Lo gila ya, ngapain Lo disitu?


"Lo kesini dulu deh nanti gue jelasin..." Arvie langsung menutup telponnya.


Ray terlihat sangat kesal.


"Dasar bos sialan, orang belum selesai ngomong malah dimatiin, tunggu pembalasan gue..."


Brussshhhh....


( Ray menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi )


-----


Rayfan Mahesya itulah namanya, Orang kepercayaan Arvie sekaligus sahabatnya. Laki-laki tampan dengan tinggi badan 170cm. Rayfan juga banyak membantu perusahaan Arvie. Mereka sangat dekat layaknya saudara.


Ray langsung berlari menuju ruang rawat Arvie. Dan membuka pintunya dengan kencang.


Arvie terkejut.


"Gila Lo masuk kamar orang gak ketuk pintu dulu, ngga sopan..."


"Ngapain harus sopan sama lo ( Ray tertawa ), ngapain sih Lo disini, pura-pura sakit ya biar bisa libur kerja..." Ray terkekeh


"Gue sakit beneran, ngapain juga gue pura-pura ngga guna..." ( gerutu Arvie )


Ray nampak tak peduli dan terus tertawa.


"Terserah lo, sekarang jelasin gimana ceritanya lo bisa ada disini..."


Arvie menceritakan kejadian kemarin.


"Gue ditabrak orang, ini aja kaki gue masih sakit..."


"Hahaha ( Ray tertawa terbahak-bahak ) syukur deh..."

__ADS_1


Wajah Arvie berubah jadi kesal.


"Gila lo, orang sakit gini malah diketawain..."


Ray menyeringai puas.


"Siapa yang nabrak lo? Cowok atau cewek?..."


"Cewek..."( jawab Arvie singkat )


"Wihhh gimana cantik gak orangnya, kalau cantik bisa nih kenalan sama gue hhehe..."


Arvie langsung menatap wajah Rayfan.


"Mana ada cewe yang mau sama lo, gue juga belum pernah lihat jelas mukanya, kemarin pas gue ketabrak gue langsung pingsan jadi gak sempat liat mukanya..."


Ray terkekeh.


"Cowok setampan gue gini siapa sih yang gak mau, Alahh itu sih alasan lo doang biar gue gak tau tuh cewek cantik atau ngga..."


Arvie semakin marah.


"Susah ngomong sama lo, mending lo pergi aja deh, tapi ingat jangan bilang ke bokap gue kalau gue dirumah sakit, bilang aja gue lagi liburan, gue gak mau bokap gue khawatir..."


"Gue juga gak mau lama-lama disini apalagi ngejenguk lo, iya percaya deh sama gue, tapi setelah lo keluar dari sini gue mau liburan, lo yang bayar semua biayanya..."( ucap Ray lantang )


"Brengsek, lo mau manfaatin gue ya ..."( Arvie kesal )


"Kalau lo gak mau gue bakalan bilang semua ini ke bokap lo..."( ucap Rey dengan seringai kemenangan )


Arvie sangat marah.


"Sialan, pergi lo, ngapain masih disini..."


Ray berjalan dengan gaya santai nya.


"Okey...cepat sembuh ya bos..."


"Bullshit..."( gerutu Arvie )

__ADS_1


__ADS_2