Wanita Berdarah Dingin

Wanita Berdarah Dingin
Rencanaku berhasil


__ADS_3

Setibanya Alice dirumahnya. Alice langsung memarkirkan mobil dihalaman rumahnya.


"Mah Alice pulang..."teriak Alice.


Tiba-tiba Alice terdiam, tubuhnya seakan membeku, perasaannya menjadi tak menentu melihat keberadaan Diana bersama putranya Devan yang sedang berbincang-bincang bersama Elena.


Elena langsung berjalan mendekati Alice dan menyapanya dengan sangat ramah.


"Sayang kamu sudah pulang, sini duduk, nih kita kedatangan tamu..."


Alice berjalan dengan perasaan yang kacau dan mengikuti Elena lalu duduk bersama Diana dan Devan.


"Alice apa kabar sayang, udah lama gak ketemu, makin cantik aja nih..."sapa Diana dengan senyum yang lebar.


Devan hanya tersenyum tanpa suara sedikit pun.


"Alice baik-baik aja tante, makasih tan..."jawab Alice tidak bergairah.


Elena langsung merangkul bahu Alice.


"Sayang tante Diana sama Devan datang kesini untuk membicarakan perjodohan antara kamu dan Devan..."


Seketika mata Alice terbelalak mendengar perkataan Elena, hatinya terasa sangat sakit namun Alice memaksakan untuk tersenyum.


"Mah Alice sama Devan itu cuman teman waktu kecil, jadi gak mungkin Alice mau menikah sama Devan..."


Devan langsung angkat suara.

__ADS_1


"Iya mah, tante, kami ini cuman teman, bagaimana mungkin kami malah dijodohkan.


Wajah Diana seketika berubah menjadi sangat kesal mendengar penjelasan Alice dan Devan. Lalu Diana Tersenyum dengan seringai mengerikan.


Elena juga ikut angkat suara.


"Gimana ya Di, aku tidak bisa memaksakan perasaan Alice, kita juga tidak bisa memaksa mereka untuk menikah, menikah itu bukan paksaan..."


"Tapi Lena ini akan mempererat hubungan kita menjadi ikatan keluarga, mereka ini kan sudah berteman sejak kecil, jadi tidak ada salahnya kan kita coba dulu..."gerutu Diana.


Tentu Alice tidak mau tinggal diam.


"Ngga bisa tante, kita ini cuman teman dan selamanya akan tetap menjadi teman, lagian Alice juga sudah punya pacar..."


Semuanya repleks terkejut dan semua mata tertuju pada Alice. begitu juga Elena.


"Besok Alice ajak kesini mah..."Alice terkekeh.


"Lena kami pulang dulu ya, lain kali kami kesini lagi..."ucap Diana memotong pembicaraan dengan wajah sangat kesal.


"Iya Di, sampai jumpa lain waktu ya..."Elena mengantarkan Diana dan Devan kedepan pintu.


Alice nampak tersenyum puas, bagaimana tidak? Ia sudah berhasil membuat perjodohannya dengan Devan nyaris dibatalkan. Mungkin sudah pasti dibatalkan.


Alice langsung berlari menuju kamarnya.


Mengambil foto ayahnya dan duduk diatas kasur.

__ADS_1


"Ayah Alice sudah berhasil yah, Perjodohan itu akan dibatalkan, Ini berkat bantuan Arvie pah, dan juga do'a papa..."lirih Alice.


"Eh ngapain aku mikirin Arvie, Ini gak boleh, dia bisa saja berbahaya bagiku, aku harus hati-hati padanya..."gumam Alice.


Alice meletakkan foto ayahnya dimeja samping tempat tidurnya, dan meraih handphone yang ada disampingnya. Lalu mengirim pesan singkat kepada Arvie.


.....


Arvie..Besok saya akan mengajak kamu kerumah, saya akan mengenalkan kamu kepada mama saya....


......


1 pesan masuk.


Arvie dengan cepat meraih handphone nya.


Senyuman melengkung dibibirnya saat melihat nama Alice yang tertera dilayar handphone nya. Dengan cepat Arvie membuka pesan itu, deg deg hati Arvie terasa sangat senang melihat pesan itu spontan ia langsung membalasnya.


.....


Baiklah...


......


Setelah menerima pesan itu Alice langsung berbaring sambil memeluk boneka kesayangannya.


Begitu juga dengan Arvie. Ia langsung meletakkan handphone nya. dan memutuskan untuk tidur.

__ADS_1


Keduanya pun tertidur dirumah masing-masing.


__ADS_2