
Rumah sakit
Ray datang membawakan makanan untuk Arvie.
"Nih mumpung gue baik..."( ucapnya sedikit mengejek )
"Jangan-jangan tuh makanan udah lo racunin lagi, Lo kan suka iri sama ketampanan gue..."( jawab Arvie dengan sombongnya )
Ray sedikit kesal.
"Ngapain juga gue ngeracunin lo ngga ada untungnya buat gue, lagian ya coba Lo mikir gue iri sama lo? Jangan mimpi deh lo, tampanan juga gue..."
Arvie menyeringai puas.
"Hahaha, sini makanannya gue lapar..."
Ray meletakkan makanannya diatas meja disamping Arvie.
"Tuh buruan makan, biar cepat keluar dari sini, capek gue ngurusin semua kerjaan lo sendiri ..."keluh Ray.
"Yakin lo gak mau nyuapin gue..."( Arvie tertawa kecil )
"Ihhhh gila lo, jijik gue dengernya, ngapain juga gue nyuapin makhluk kaya lo..."gerutu Ray.
"Iya-iya berisik banget sih lo..."( Arvie tertawa cengengesan )
Klekk....
Pintu ruang rawat Arvie terbuka, siapa yang datang? Ray dan Arvie langsung menatap kearah pintu yang perlahan-lahan mulai terbuka itu.
__ADS_1
Kedua mata pria ini terbelalak melihat siapa yang datang.
Wanita cantik sambil memegang keranjang buah. Siapa dia? Ya, dia adalah Alice.
"Gila ini cewek atau bidadari sih..." lirih Ray.
"Selamat siang, perkenalkan saya Alice yang kemarin tidak sengaja menabrak kamu, ini saya bawakan buah untuk kamu sebagai permohonan maaf saya..."Alice meletakkan buah itu disamping Arvie.
Arvie masih saja diam seribu bahasa menatap wanita didepannya ini, seperti ada sesuatu yang aneh yang di rasakan Arvie.
"Kalian berdua kenapa? kok bengong sih?.."tanya Alice memecahkan keheningan.
Seketika kedua pria itu langsung salah tingkah dan kelihatan sangat gugup.
"Tidak apa-apa, saya sudah baik-baik saja mungkin hanya kaki saya yang sedikit sakit, sebentar lagi juga sembuh..."ucap Arvie dengan sopan.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, saya hanya merasa bersalah saja..."( ucap Alice )
Alice pun spontan langsung membalas senyuman dari Arvie, senyuman yang bisa dibilang sangat manis.
Senyuman yang membuat kedua pria itu rasanya ingin pingsan.
Alice berusaha bersikap seramah mungkin pada dua pria dihadapannya ini walaupun dalam hatinya dia masih sangat membenci laki-laki tapi dia sekarang mencoba berusaha bergaul dengan laki-laki.
Ray dengan cepat langsung mengulur kan tangannya pada Alice.
"Perkenalkan saya Rayfan Mahesya, sahabat Arvie.."ucap Ray sedikit gugup.
Alice langsung membalas uluran tangan Ray.
__ADS_1
"Iya, senang bisa bertemu dengan kalian..." jawab Alice.
Tatapan Arvie seperti tidak suka dan sedikit kesal melihat Ray mencoba mendekati Alice.
"Arvie nanti setelah kamu sembuh ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu, Baiklah sekarang saya pergi dulu, saya masih banyak kerjaan, Semoga cepat sembuh ya Arvie ..." ucap Alice dengan senyuman melengkung dibibirnya.
"Ba baik terimakasih sudah mau menjenguk saya..."ucap Arvie terbata-bata.
"Hhehe tidak masalah..."jawab Alice sambil tertawa kecil dan mulai berjalan keluar dari ruang rawat Arvie.
Ray langsung berteriak.
"Gila bro, kalau cewek yang nabrak lo kaya gitu gue ditabrak berkali-kali juga mau..."ucap Ray.
"Gausah lebay..."sahut Arvie kesal.
"Gimana urusan bokap gue, udah lo beresin kan?
"Lo tenang aja, serahin semuanya sama gue, asal jangan lupa teraktiran liburannya hhehe..."jawab Ray terkekeh.
"Dasar brengsek..."gerutu Arvie.
Wajah Arvie terlihat sangat marah.
"Gue mau istirahat, lo pergi sana..."
"Gausah emosi gitu dong bro, gue juga mau pergi..."ucap Arvie sambil tertawa dan berjalan meninggalkan ruang rawat Arvie.
Arvie juga bingung dengan perasaannya, kenapa ia begitu emosi melihat Ray mencoba mendekati Alice. Padahal ia belum mengenal siapa wanita ini. Dan sudah lama Arvie tidak pernah tertarik dengan wanita manapun, tapi dengan Alice?
__ADS_1
"Ada apa denganku..."lirih Arvie.