
Diana dan Devan telah berdiri tepat didepan rumah Alice sambil membawa beberapa bingkisan. Setelah mendengar kabar bahwa Alice sedang sakit.
Elena dengan cepat menyambut tamunya, lebih tepatnya sahabatnya.
"Hai Diana, apa kabar, mari silahkan masuk..."sapa Elena ramah.
Diana tersenyum.
"Baik Lena, ini ada bingkisan untuk Alice, bagaimana keadaannya?..."tanya Diana sambil berjalan masuk dan duduk disofa.
"Dia sudah membaik, jadi merepotkan..."ucap Elena.
"Ngga ngerepotin..."ucap Diana terkekeh.
"Oh iya Lena kedatangan kami kesini kami mau mengundang Alice untuk makan malam dirumah kami malam ini..."ucap Diana.
Devan langsung angkat suara.
"Ko mama ngga bilang dulu sama Devan..."
"Sayang ini biar suprice buat kamu, biar kamu sama Alice jadi makin dekat..."jawab Diana.
"Hhehe iya Devan nanti aku coba bicara sama Alice ya Di, semoga aja dia mau..."sambung Elena.
"Semoga mau ya Lena, kalau ngga aku akan kecewa banget..."wajah Diana seperti sedih dibuat-buat.
Devan mendengus kesal.
"Mama apa apaan sih, ngga usah maksa gitu dong, Alice itu lagi sakit..."
Diana mengukir senyum semanis mungkin.
"Tuh kan Lena Devan ini sangat perhatian pada Alice, memang jodoh kan ya..."
__ADS_1
Elena hanya tersenyum.
"Kalau gitu aku sama Devan pamit pulang dulu ya, soalnya ada kerjaan ngga bisa lama nih..."Diana pamit undur diri.
Elena mengantarkan mereka sampai ke depan pintu. Dan merekapun pulang. Elena berniat langsung membicarakan masalah makan malam itu dengan Alice.
.....
Alice terlihat sangat rapuh, wajahnya sangat pucat, Ia meringkuk disamping kasurnya sambil memeluk kedua lututnya. Air matanya tak henti-hentinya berjatuhan.
Kejadian saat Arvie dan Viona saling berpelukan dan bermain bibir waktu itu masih mengiang-ngiang dikepala Alice.
"Disaat aku sudah benar-benar mencintaimu, kenapa kamu setega ini padaku Arvie, hikss hikss, aku benci kamu Arvie..."lirih Alice pelan disela isakannya.
Ya hatinya sangat sakit, sesak, dan sangat rapuh.
Ia meraih foto ayahnya diatas meja kamarnya lalu mengusap foto itu dengan jarinya.
Ia kelihatan sangat lemah, padahal biasanya ia selalu dipenuhi dengan senyuman.
"Alice sakit ayah, sangat sakit..."Alice tak henti-hentinya menangis dan terus menangis.
Elena tiba-tiba masuk sambil membawakan makanan dan minuman kesukaan Alice.
Betapa sakitnya hatinya saat melihat keadaan Alice yang sangat memprihatikan.
Ia bagai orang yang kehilangan semangat hidup.
Dengan cepat Elena meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja Alice.
Elena memeluk tubuh Alice yang masih meringkuk penuh air mata.
Ya, Alice memerlukan ketenangan dari pelukan sang ibu.
__ADS_1
"Ma kenapa sesakit ini mah, hikss..."
"Ada apa Alice, kenapa denganmu sayang, ceritakan pada mama..."
"Alice kemarin pergi ke New York mah, Alice sangat merindukan Arvie, saat Alice datang, hiksss Alice melihat Arvie bermesraan dengan wanita lain mah..."lirih Alice sangat pelan.
"Mama tidak menyangka Arvie seperti itu, sudah kamu harus bangkit sayang, jangan sampai kamu rapuh seperti ini, ayo mama bantu naik ke kasur kamu ya, kamu makan dulu, mama suapin ya sayang..."ucap Elena sambil memegang tangan Alice untuk berdiri.
Alice hanya mengikut saja
"Makan ya sayang, Aaa..."
Alice akhirnya mau membuka mulutnya, walaupun hanya sedikit, setidaknya perutnya telah diisi makanan.
"Mama tahu kamu sangat menyayangi Arvie sayang, dulu juga waktu mama belum nikah sama ayah kamu, hubungan mama itu penuh lika-liku, juga air mata tapi akhirnya mama tetap bersatu kan sama ayah kamu, semua masalah yang datang itu wajar, itu untuk menguji kuatnya cinta kamu pada Arvie ..."bujuk Elena.
Akhirnya Alice sudah mulai berhenti menangis, dirinya sudah sedikit tenang. Setelah makanan itu habis,
"Mama gak mau ya kamu jadi prustasi kaya gini lagi, selesaikan masalah kalian dengan baik, jangan sampai ada penyesalan..."
Ada sedikit senyum dibibir Alice.
"Makasih ma, Alice sayang mama..."lirih Alice.
Setelah merasa sudah tenang akhirnya Elena memutuskan untuk membujuk Alice agar mau makan malam bersama Devan.
"Sayang tadi Tante Diana kesini, dia ngundang kamu makan malam dirumahnya malam ini, kamu mau ya sayang, cuman makan malam, mama cuman mau kamu menghargai undangan dari Tante Diana..."
"Alice ngga mau mah, Alice ngga mau dijodoh-jodohin lagi..."
"Tolong sayang kali ini saja, mama mohon, mama janji ngga akan jodoh-jodohin kamu sama Devan lagi ..."ucap Elena sedikit memelas.
Alice merasa tidak tega melihat wajah ibunya yang sedih karena penolakannya. Akhirnya Alice setuju untuk menghadiri makan malam itu. Semata-mata demi Elena.
__ADS_1