Wanita Berdarah Dingin

Wanita Berdarah Dingin
Air terjun


__ADS_3

Yunata Grup.


Kini Alice sudah berdiri didepan gedung besar nan megah miliknya itu, dengan cepat Alice melangkahkan kakinya masuk, karena Alice adalah salah wanita yang sangat menghargai waktu.


"Alice..."


Langkah Alice terhenti saat melihat pria tampan yang kini berlari kearahnya.


"Hai Arvie ada apa?..."


Ya,pria tampan itu adalah Arvie.


"Boleh aku menghabiskan waktu bersamamu hari ini nona cantik?..."ucap Arvie dengan wajah memelas.


"Tapi aku sibuk Arvie..."terang Alice.


"Kumohon hari ini saja..."ucap Arvie dengan wajah cemberut dan itu membuat aura ketampanan nya malah semakin bertambah.


Alice terkekeh melihat wajah Arvie sekarang, menurutnya itu sangat lucu.


"Baiklah, ayo..."ucap Alice yang membuat Arvie sangat kegirangan.


Dengan cepat Arvie membukakan pintu mobilnya untuk Alice, dan berjalan setengah memutari mobil lalu masuk kedalam mobil.


"Kita akan kemana Arvie?..."tanya Alice heran.


"Kemanapun yang kamu mau tuan putri..."ucap Arvie.


Alice terkekeh geli entah kenapa ia sangat bahagia dengan semua perlakuan Arvie kepadanya.


Berhentilah mereka disebuah taman yang sangat indah dengan harus bunga yang semerbak, terjaga sekali, sangat indah.


Alice turun.


"Ini indah sekali Arvie..."


"Kamu suka tempat ini Alice, akan ku berikan untukmu..."ucap Arvie terkekeh


Alice hanya tersenyum.

__ADS_1


"Ayo ikut aku..."ajak Arvie.


Alice hanya mengikuti jejak Arvie.


Kini mata Alice terbelalak melihat air terjun yang sangat indah.


Gemercik air yang terdengar sangat jelas, suara katak yang bersahut-sahutan, dikelilingi pepohonan yang rimbun. Dan terdapat banyak batu-batuan besar disana.


Arvie kini mencoba membuyarkan lamunan Alice.


"Mau ikut bersamaku Alice? Kita merasakan sejuknya air terjun itu ..."


Tapi langkah Alice terhenti.


"Arvie aku ngga bisa berenang..."ucapnya jujur.


Arvie cengar-cengir.


"Tenang aja airnya gak terlalu dalam, lagi pula kamu pakai life jacket, its ok, kalau takut pegang tangan aku..."


Akhirnya Alice memberanikan diri walaupun ia sangat merasa takut.


Mereka pun berjalan hingga ketengah sungai dan ternyata benar Airnya tidak terlalu dalam hanya sedalam pundak orang setinggi 150cm. Akhirnya mereka sampai di bebatuan dengan riak sungai yang bergemuruh didepannya.


Mereka pun duduk diatas batu besar itu, sambil melihat indahnya matahari sore dan suara gemercik air, serta kicauan burung-burung. Tempat ini sangat terjaga keasriannya.


Arvie terjun kedalam air sedangkan Alice masih duduk diatas batu besar itu.


"Alice kamu seperti kucing saja takut air..."ucap Arvie terkekeh.


"Ayo sini terjun bersamaku..."ajak Arvie.


"Ngga ah aku takut Arvie..."ucap Alice dengan cemas.


"Gapapa, nanti aku pegangin..."Arvie berusaha meyakinkan.


Alicepun memberanikan diri untuk menuruni batu besar itu tiba-tiba kakinya terpeleset dan membuat nya hampir jatuh kedalam sungai, tapi dengan cepat Arvie menangkap tubuh mungil Alice dalam dekapannya.


Wajah keduanya bertemu, saling menatap.

__ADS_1


"Degg deggg..."jantung Alice berdetak dengan cepat.


Sontak Alice langsung menjauhkan wajahnya,


"Terimakasih Arvie..."ucap Alice malu.


Arvie hanya tersenyum puas.


Setelah lama mereka menikmati pemandangan dan kebersamaan yang sangat indah, kini mereka memutuskan pulang dengan pakaian basah kuyup karena hari sudah mulai gelap.


Mereka kini kembali ke mobil, Alice kelihatan kedinginan, seketika Arvie mengambil Jasnya yang ada dimobil lalu menutup tubuh mungil Alice yang kedinginan.


"Sudah enakan Alice?..."tanya Arvie.


"Emm..."Alice hanya berdehem.


Indahnya pemandangan jalan dengan lampu-lampu yang gemerlapan, bintang yang bertaburan dan cahaya bulan yang sangat terang, seakan menghiasi perjalanan mereka.


Tanpa terasa mobil Arvie sudah berhenti tepat didepan rumah Alice.


"Maaf Alice aku membuat mu kedinginan..."wajah Arvie cemas.


Alice sontak tertawa kecil.


"Aku baik-baik saja Arvie, harusnya aku yang berterima kasih untuk semuanya, hari ini luar biasa..."ucap Alice seraya tersenyum.


Arvie sangat bahagia mendengar itu.


"Baiklah aku pulang dulu, Good night tuan putri, have a nice dream..."


Alice tersenyum.


"Have a nice dream too..."


Alice pun langsung memasuki rumahnya dengan pakaian basah dan tersenyum-senyum sendiri, Elena yang heran kini menyapa Alice.


"Kenapa sih sayang ko cengar-cengir gitu..."


Alice sontak kaget dan merasa malu.

__ADS_1


"Gapapa mah, Alice kekamar dulu..."Alice langsung lari meninggalkan Elena yang masih bingung.


__ADS_2