
Rumah Devan
Terlihat Diana sedang memarahi Devan putranya.
"Mama tidak mau tau, pokonya kamu harus menikah dengan Alice..."
"Kenapa mah, aku sama Alice itu cuman teman lama. Kenapa mama maksa banget jodohin aku sama dia, aku juga berhak menentukan pasangan hidup aku mah, aku juga sudah dewasa..."( jawab Devan )
Diana semakin marah.
"Oh jadi kamu sudah berani ya melawan mama, mama gak pernah ngajarin kamu ngebantah perintah mama..."
Devan semakin bingung dengan tingkah ibunya.
"Aku tidak pernah melawan mama, tapi mama harusnya ngertiin aku, aku bisa cari pasangan hidup aku sendiri..."
"Diam kamu, pokonya kamu harus menikah dengan Alice..."( gerutu Diana )
"Terserah..."( Devan berjalan meninggalkan ibunya, dia tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi )
Itulah yang tidak dipahami oleh Devan sejak ia kecil. Diana selalu melakukan berbagai cara agar bisa menjodohkan Devan dengan Alice, Entahlah...Devan juga bingung, ada apa dengan semua ini. Padahal Devan hanya menganggap Alice sebagai teman kecilnya dulu.
*****
Rumah Alice
Sudah seharian Alice mengurung dirinya dikamar dengan perut kosong karena ia tidak mau makan dari tadi malam...
Elena tentu sangat mengkhawatirkan keadaan Alice, sudah sering ia bolak-balik kamar Alice hanya untuk mengantarkan makanan, tapi Alice tetap tidak mau makan. Ini membuat Elena menjadi semakin panik.
__ADS_1
Elena bergegas mencari Felly karena dia tau Felly cukup dekat dengan Alice.
Elena mengambil handphone nya dan langsung menelpon Felly.
Kringgg...
"Iya bu ada apa menelpon saya?..."( ucap Felly )
"Kamu kekamar saya sekarang, saya mau bicara..."
(Elena memutuskan sambungan telponnya )
Dengan cepat Felly langsung menuju kamar Elena.
Tok..tokk...
"Masuk..."( ucap Elena dari dalam kamar )
"Ada apa bu..."
"Jadi begini, saya sangat mengkhawatirkan keadaan Alice saat ini, sejak saya memberi tahu tentang perjodohan dia dengan Devan kemarin dia jadi gak mau makan sampai sekarang, tolong kamu coba bicara sama dia ya, kamu bujuk dia..." ( terang Elena dengan wajah sedih )
"Ibu tenang saja, saya akan berusaha semampu saya ..." ( ucap Felly sedikit meyakinkan Elena )
"Saya percayakan semuanya pada kamu, tolong kamu urus dia..." perintah Elena.
Dengan cepat Felly langsung mengangguk.
Felly langsung pergi menuju kamar Alice.
__ADS_1
"Non Alice boleh saya masuk?..."
"Masuklah..."( suara Alice terdengar sangat serak )
Klekk...
"Non jangan begini terus, non bisa sakit, non makan dulu ya..."bujuk Felly.
"Aku baik-baik saja, hanya memikirkanan masalah perjodohan kemarin..."lirih Alice .
"Non saya tau gimana caranya biar perjodohan non sama Devan dibatalin..." ucap Felly mengagetkan Alice.
"Gimana caranya?..." Mata Alice langsung menatap wajah Felly penuh harap.
"Tapi non janji, non harus makan dulu..."
"Iya habis ini aku makan deh, cepat beritahu aku..."Alice penasaran.
"Non harus punya pacar pura-pura dengan begitu non bisa menolak perjodohan itu dengan mudah..." ucap Felly yakin.
Mata Alice langsung terbelalak mendengar rencana Felly.
"Pacar pura-pura? gimana caranya?dan siapa yang akan jadi pacar pura-pura ku..." Alice masih sangat bingung.
"Pokonya non ikuti saja rencana saya, saya yakin semua ini akan berhasil, tapi sebelum itu non makan dulu deh..." bujuk Felly.
"Terserah kamu, aku ikut aja, yang penting perjodohan itu bisa dibatalkan..."
"Oke siap non..." Felly tersenyum seperti memikirkan sesuatu.
__ADS_1
Alice pun bangun dan langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan berniat untuk langsung makan.