
*****
Rumah Alice
"Mah Alice sudah pulang nih..."( sapa Alice )
"Sayang duduk dulu mama mau bicara sebentar..."( pinta Elena )
"Ada apa mah? tumben?..."( tanya Alice penasaran )
"Nih kamu minum dulu, kamu pasti capek seharian keluar rumah..." ( ucap Elena )
Alice langsung duduk disamping ibunya dan mengambil segelas air untuk diminum.
"Alice tadi teman mama kesini..."( Elena memulai pembicaraan )
"Maksud mama tante Diana ya mah?..."( Alice balik bertanya )
"Syukurlah kamu masih ingat..."( ujar Elena sedikit lega )
"Kenapa sama tante Diana mah?..."( tanya Alice bingung )
"Kamu masih ingat gak sama Devan anaknya tante Diana? dulu waktu kamu masih kecil kamu sering main sama Devan..." ( terang Elena )
"Oh iya mah aku masih ingat, ada apa mah?..."( Alice semakin bingung )
"Tadi mama sama Tante Diana sudah bicara banyak soal kalian berdua, dan kami setuju ingin menjodohkan kalian berdua, lagi pula Devan sudah dewasa dan kamu juga sudah dewasa, jadi tidak ada salahnya kan kalau mama jodohin kamu sama Devan..."( jelas Elena dengan lantang )
Prangg....
Gelas yang dipegang Alice jatuh kelantai dan pecah, Seperti ada sesuatu yang menyambar tubuh Alice yang seketika membuatnya gemetar dan hatinya yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
"Mama jahat..."( kalimat terakhir yang keluar dari mulut Alice sebelum Alice berlari menuju kamarnya dengan air mata yang berjatuhan )
"Alice dengarkan mama dulu, Alice..."( panggil Elena )
Alice tetap tidak menghiraukan panggilan ibunya, sekarang perasaannya sangat hancur.
Alice membuka pintu kamarnya dengan kasar dan langsung menguncinya.
Prangg...( Alice melempar vas bunga yang ada diatas meja kamarnya ke kaca hingga pecah berantakan )
Aaaakkkhhhh...( teriak Alice )
"Mama jahat hikss hikss..." ( Alice tidak henti-hentinya menangis meluapkan segala perasaan sakit dan kecewa yang ia rasakan saat ini )
"Alice, buka pintunya sayang mama mau bicara, dengarkan penjelasan mama dulu, Alice..."( panggil Elena sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Alice )
Tentu saja Elena sangat khawatir dengan keadaan Alice saat ini, bagaimanapun juga Elena sangat memahami perasaan Alice saat ini.
Elena pun pergi meninggalkan kamar Alice. Ia sangat mengerti bahwa sekarang Alice membutuhkan waktu menenangkan diri.
Tringg tringg...
( Alice menelpon Felly )
"Felly tolong kekamar saya sekarang..."( lirih Alice dengan suara melemah )
"Baik non..."( ucap Felly yang langsung bergegas menuju kamar Alice )
Alice langsung berjalan membuka kunci kamarnya dan kembali duduk disamping kasurnya.
"Tok tok tok, non Alice..."( panggil Felly )
__ADS_1
"Masuk..."( sahut Alice dengan suara serak karena menangis )
"Ada apa dengan non Alice, kenapa kamarnya seberantakan ini, pasti telah terjadi sesuatu..."( gumam Felly )
"Non Alice kenapa?..."( tanya Felly sangat khawatir )
"Hikss, Fell apa ibu tidak menyayangiku lagi? apa ibu membenciku? kenapa ibu jahat Fell?..."( ucap Alice terisak )
"Ada apa dengan ibu non?..."( tanya Felly dengan wajah sedih )
"Ibu ingin menjodohkan aku dengan Devan anaknya tante Diana, kamu tau kan Fell aku sangat membenci laki-laki tapi kenapa ibu malah menjodohkan ku, laki-laki itu pembunuh ayah Fell, kenapa ibu tidak pernah memahami aku? Hikss hikss..."( Alice tak henti-hentinya menangis )
Felly tentu tak tega melihat Alice dengan kondisi sedih seperti ini.
"Non dengerin saya ya, tidak semua laki-laki itu jahat, non tidak boleh terbelenggu dalam pahitnya masalalu, sekarang saatnya non mencoba membuka hati untuk laki-laki, non pasti bisa..."( Felly menenangkan Alice )
Perasaan Alice sudah mulai sedikit lebih tenang.
"Fell laki-laki itu jahat kan? mereka sudah membunuh ayah..."( ucap Alice masih terisak )
"Tidak non, tidak semua laki-laki itu pembunuh, non harus bisa menerima takdir yang menimpa keluarga non, semuanya pasti akan baik-baik saja..."( Felly berusaha menghibur Alice )
"Apa aku bisa melupakan semua kejadiah pahit yg menimpa ayah Fell? Hikss...ayahhh..."( Alice mengusap air mata yang membasahi pipinya sambil menatap Felly )
"Bisa non, saya yakin, non harus berusaha melupakan kejadian itu, sekarang non istirahat ya, saya akan keluar sekarang..."( Felly ingin memberikan waktu untuk Alice agar bisa menenangkan diri )
Alice hanya mengangguk tanda mengiyakan. Felly langsung keluar dan menutup kembali pintu kamar Alice. Alice pun mulai bangkit dari duduknya dan berbaring langsung diatas kasurnya sambil memeluk foto ayahnya.
"Ayah, apakah Alice harus melupakan kejadian pahit yang menimpa ayah? apakah Alice bisa yah? Alice sayang ayah..."( lirih Alice )
"Perjodohan ini menyakitkan. Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi..."( Alice pun terlelap dalam tidurnya setelah menghabiskan banyak waktu untuk menangis )
__ADS_1