
Hari ini Arvie sudah diperbolehkan dokter untuk pulang dari rumah sakit.
"Terimakasih dok..."ucap Arvie.
"Sama-sama, ini sudah menjadi tugas saya..."jawab dokter dengan ramah.
Arvie dan Ray bergegas pulang kerumah Arvie.
Setelah sampai dirumah Arvie.
"Kamu liburan kemana Arvie, kenapa lama sekali, sudah lebih dari seminggu kamu liburan, kamu tahu kan pekerjaan dikantor sangat banyak..."ucap ayah Arvie sedikit membentak.
Memang setahu ayah Arvie, Arvie hanya sedang liburan, tapi ia tidak mengetahui bahwa putranya itu masuk rumah sakit.
"Maafkan Arvie dad, Arvie hanya ingin menenangkan pikiran saja jadi Arvie pergi ke Bogor untuk jalan-jalan sekalian represing..."ucap Arvie membela diri.
Ayah Arvie menghela nafas kasar.
"Untuk kali ini ayah maafkan, sekarang kamu istirahat kekamar besok akan ada meeting penting dikantor untuk membahas tentang kerjasama kantor kita dengan perusahaan besar Yunata Group..."
Arvie tentu sudah tau sebelumnya bahwa Ini adalah perusahaan besar milik Alice.
"Baik dad, Arvie akan datang tepat waktu..."
Arvie langsung berjalan menuju kamarnya, sedangkan Ray langsung kekantor untuk mengurus keperluan meeting besok.
*****
"Gimana non, sudah bilang belum kalau non mau jadiin Arvie sebagai pacar pura-pura non?..."ucap Felly cengengesan.
"Belum, kamu yakin orangnya harus dia?..."Alice ragu.
"Saya yakin banget non, lagi pula Arvie juga tampan, gak ada salahnya kan kalau kita pilih dia, pacar non beneran juga serasi kok..."Felly terkekeh.
__ADS_1
Alice sedikit kesal.
"Sialan kamu, ini cuma pura-pura, kalau aja mama ngga jodohin aku sama Devan, aku gak akan mau kaya gini..."
"Iya non iya saya cuman bercanda, lebih baik non telpon Arvie sekarang dan jelaskan rencana kita ini, lagian Arvie juga sudah keluar dari rumah sakit..."jelas Felly
Alice mengangguk dan langsung meraih handphone yang ada didalam tasnya.
Kringgg...
Arvie terkejut saat handphone nya tiba-tiba berbunyi, karena dari tadi Arvie hanya melamun, entah memikirkan apa.
Hanya tertera nomornya saja, spontan Arvie langsung mengangkatnya.
"Maaf ini siapa ya?..."tanya Arvie.
"Arvie ini saya Alice, boleh saya bertemu dengan kamu, ada yang ingin saya bicarakan..."jawab Alice.
"Tentu saja, dimana kita akan bertemu?..."tanya Arvie penuh semangat.
"Bagaimana kalau dicafe dekat kantor saya...?"saran Alice.
"Oke saya akan kesana sekarang..."jawab Arvie dan langsung menutup telpon.
*****
Cafe dekat Kantor Alice.
Alice berjalan memasuki cafe itu, terlihat Arvie sudah duduk manis disana.
Alice langsung menyapa Arvie.
"Selamat malam Arvie, maaf saya telat..."Alice langsung duduk disamping Arvie.
__ADS_1
Arvie terkagum-kagum melihat wanita cantik yang menyapanya ini.
"Malam, tidak masalah saya juga baru saja sampai..."
"Baik saya akan langsung mulai pembicaraan saja.."ucap Alice tampak serius.
Arvie pun juga ikut serius.
"Jadi begini saya dijodohkan oleh ibu saya dengan Devan anak dari sahabatnya, tapi saya sama sekali tidak menyukai Devan, jadi apakah kamu mau membantu saya untuk menjadi pacar pura-pura saya, dengan ini saya akan bisa menolak perjodohan itu dengan mudah, tenang saja saya akan bayar kamu berapapun yang kamu inginkan..."jelas Alice.
Arvie sangat terkejut mendengar perkataan Alice.
"Kenapa harus saya?..."tanyanya bingung.
"Karena saya yakin kamu bisa membantu saya, tolong ..."wajah Alice berubah menjadi sedih.
Arvie sangat tidak tega melihat Alice seperti itu.
"Baiklah saya mau, tapi tidak usah dibayar, lagi pula perusahaan kita juga sudah bekerjasama dan itu lebih dari cukup..."
"Terimakasih banyak, kamu baik sekali..."puji Alice.
Pujian yang membuat Arvie rasanya ingin melayang.
"Sama-sama, aku hanya membantu..."jawab Arvie.
"Sekarang kita makan dulu ya, saya yang teraktir..."bujuk Alice.
"Dengan senang hati dan terimakasih..."jawab Arvie terkekeh.
Keduanya tertawa bersama seperti layaknya pasangan yang sangat romantis.
Keduanya kelihatan sangat serasi, hanya saja mungkinkah Arvie bisa menaklukkan hati Alice?Dan Mungkin kah Alice bisa melupakan masalalu nya?
__ADS_1