Wanita Berdarah Dingin

Wanita Berdarah Dingin
Ada masalah


__ADS_3

Terlihat seorang pria yang kini sedang mondar-mandir dengan wajah cemasnya.


"Hai dad kenapa kelihatan sangat cemas..."Arvie datang dengan santainya.


"Kita harus pergi ke New York..."jawab Johan singkat.


Sontak Arvie terkejut.


"Apa New York? untuk apa dad? pekerjaan ku disini bahkan sangat banyak..."


"Ada masalah besar disana? ada penghianat di perusahaan kita, dan itu membuat kelemahan kita diketahui pesaing kita, kamu harus membantu ayah, kamu tau kan musuh selalu mengintai setiap gerak-gerik kita, jadi beberapa hari lagi kamu ikut ayah kesana, urusan disini percayakan pada Ray ..."jelas Johan lantang.


"Tapi berapa lama dad?..."tanya Arvie.


"Sampai semuanya kembali aman..."jawab Johan lalu pergi.


Ya, Keluarga ini memang keluarga yang kaya dan terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis, Namun siapa sangka Johan dulunya adalah seorang Mafia yang sangat terkenal dengan kekejaman nya, tapi setelah menikah ia memutuskan untuk meninggalkan dunia gelap itu, tentu saja kemunduran Johan dari dunia Mafia membuat banyak musuh yang masih mengintainya hingga sekarang untuk balas dendam, untuk itu Johan selalu berjaga-jaga.


.....

__ADS_1


Ackerley Grup cabang Indonesia


Arvie kini sedang duduk dikursi kebesarannya dengan seorang laki-laki yang duduk santai di sofa ruangan nya.


"Ray beberapa hari lagi gue akan pergi ke New York..."ucap Arvie.


"Kerjaan sebanyak ini lo nyuruh gue yang ngerjain? masih waras lo..."Ray mendengus kesal.


"Bokap gue ada urusan dan dia nyuruh gue buat bantu dia, jadi lo urus semua kerjaan gue dan selesaikan urusan tentang kerjasama kita dengan perusahaan Alice..."wajah Arvie seketika sedih saat menyebutkan nama wanita itu.


Ray sangat memahami raut wajah sahabatnya ini.


"Oke, gue akan selesaikan semuanya, lo tenang aja, percayakan semuanya sama gue..."jawab Ray yakin.


"Gue tau lo berat ninggalin Alice, santai dong vie gue akan jaga Alice buat lo..."


"Makasih Ray, gue titip dia sama lo, jaga dia baik-baik sampai gue kembali lagi kesini..."Arvie kini sudah bisa tersenyum kecut.


"Santai bro, kaya sama siapa aja lo, atau sementara lo jauh gue pacarin aja tuh si Alice..."ucap Ray tertawa.

__ADS_1


"Gue retakin ginjal lo..."jawab Arvie yang membuat siapapun yang berdengarnya tentu akan bergidik ngeri.


Bagaimanapun juga Arvie adalah anak dari seorang mantan Mafia terkenal tentu sifat kejamnya bisa saja mengalir dalam tubuh Arvie.


Ray hanya tertawa puas melihat sahabatnya yang terbakar emosi ini.


"Gue bercanda, santai dong bro, udah kaya bokap lo aja lo..."ucap Ray yang masih tertawa.


Arvie mendengus kesal, bagaimana mungkin Arvie tidak emosi saat sahabatnya mengatakan itu dihadapannya.


"Awas aja lo kalau berani deketin Alice, dia itu milik gue..."jawab Arvie mantap.


"Kege'eran lo pacar lo juga bukan..."Ray menyeringai puas.


"Gak usah pacaran nanti langsung gue nikahin aja..."gerutu Arvie.


"Wih nekat juga lo ya, semoga lo gak sakit hati lagi deh, kasian gue ngeliat lo ngejomblo mulu..."Ray terkekeh.


"Diam, mau gue hancurin tuh mulut..."gertak Arvie.

__ADS_1


"Baik bos..."ucap Ray lalu meninggalkan ruangan Arvie dengan senyum manis dibuat-buat.


"Jijik gue dengernya so manis lo..."kata Arvie kesal.


__ADS_2