Wanita Berdarah Dingin

Wanita Berdarah Dingin
Rumah sakit


__ADS_3

*****


Arvie Brave Ackerley


Arvie Brave Ackerley itulah nama lengkapnya. Pria kelahiran Amerika yang tinggal di Indonesia sejak ia berusia 11 tahun. Ayah Arvie memutuskan tinggal di Indonesia untuk mengurus perusahaannya. Arvie sekarang berusia 22 tahun memiliki tinggi badan 172cm. Arvie Memiliki wajah yang sangat tampan dengan bibir cukup tebal jadi tidak heran banyak wanita diluar sana yang tergila-gila padanya. Ditambah lagi Arvie adalah seorang CEO di perusahaan besar milik ayahnya yang ada di Indonesia.


Hanya saja untuk soal wanita Arvie sangat pemilih, dia tidak mudah untuk jatuh cinta karena Arvie masih trauma dengan kisah cinta masalalunya yang bisa dibilang sangat menyakitkan.


-----


Rumah sakit


"Felly tolong kamu cepat keruangan Arvie dan cek keadaan dia..."( perintah Alice )


"Non gak mau ikut? lumayan loh non bisa kenalan hhehe..."( ucap Felly terkekeh )


"Sialan, gaji kamu saya potong 50%..."( ucap Alice dengan wajah kesal )


"What, maaf non maaf saya kan cuman bercanda, gaji saya jangan dipotong ya non..."( ucap Felly sedikit memohon )


"Makanya cepat cek keadaan Arvie sekarang..."( perintah Alice )


"Siap non..."( Felly langsung lari keruangan Arvie )


-----


Klekk...

__ADS_1


Ruang rawat Arvie


"Arvie bagaimana keadaan kamu?...( tanya Felly )


"Kamu siapa? Apakah kita saling mengenal?..."( jawab Arvie dengan wajah polosnya )


"Huhh pria ini tampan sekali, sangat cocok dengan non Alice, tapi masa sih non Alice gak tertarik..."( gumam Felly dalam hati )


"Baiklah, perkenalkan nama saya Anneke Fellycia, saya asisten pribadi nona Alice yang kemarin tidak sengaja menabrak kamu, tapi kamu tenang saja non Alice akan menanggung semua biaya kamu selama disini, dan non Alice ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan kamu dan akan menjadi investor besar diperusahaanmu, ini semua sebagai bentuk permohonan maafnya..."( terang Felly )


"Benarkah, tentu saja saya memaafkannya, bukankah dia juga tidak sengaja menabrak saya, tapi dari mana kamu tau nama dan perusahaan saya?..."( tanya Arvie masih bingung )


"Itu tidak penting, bagaimana keadaan kamu sekarang?..."( tanya Felly singkat )


"Saya baik-baik saja, bolehkan saya bertemu dengan nona Alice mu itu? ( tanya Arvie )


"Baiklah, terimakasih..."( ucap Arvie )


"Ya..."( jawab Felly singkat )


Felly langsung pergi meninggalkan ruang rawat Arvie.


-----


Alice sedang duduk dibangku taman rumah sakit. Lalu Felly datang menghampiri Alice.


"Non, boleh saya duduk disini...?( tanya Felly )

__ADS_1


"Duduklah..."( jawab Alice singkat )


"Non baik baik saja kan?..."( tanya Felly lagi )


"Ya aku baik-baik saja, memangnya kenapa denganku?..."( Alice balik bertanya )


" Tidak apa-apa, wajah non hanya keliatan sedikit pucat..."( terang Felly )


"Tidak, mungkin hanya perasaan mu saja..."( ucap Alice datar )


"Non, tadi saya sudah keruangan Arvie, dan dia baik-baik saja, saya juga sudah menjelaskan tentang kerjasama yang akan kita jalin...( jelas Felly )


"Bagaimana dengan permohonan maaf ku..."( tanya Alice )


"Non tenang saja, Arvie sudah memaafkan non, lagi pula non juga tidak sengaja menabraknya..."( ucap Felly )


"Syukurlah, kamu pantau terus keadaan Arvie, sampai kakinya sudah benar-benar sembuh..."( perintah Alice )


"Baik non, akan saya laksanakan, ngomong-ngomong saya baru pernah melihat non perhatian dengan laki-laki seperti ini..."( ucap Felly terkekeh )


"Diam, aku hanya merasa bersalah saja, sana pergi aku tidak ingin diganggu..."( ucap Alice kesal )


"Maaf non, saya hanya bercanda hhehe, tadi Arvie bilang dia ingin bertemu dengan non?..."( ucap Felly )


"Bertemu dengan ku? untuk apa?..."( tanya Alice bingung )


"Entahlah dia hanya bilang begitu, hati-hati ya non dia tampan loh hhehe, bisa-bisa non jatuh cinta..."( ucap Felly sambil tertawa kecil dan lari meninggalkan Alice yang sangat kesal )

__ADS_1


"Dasar asisten sialan..."( gertak Alice kesal )


__ADS_2