
Segeralah Lia pergi menjauh dari papa dan Revaldo yang membuat gerah Lia karna tatapan sedari tadi Revaldo pada Lia seakan-akan ingin memakannya .
Tanpa disadari bahwa Rozi datang dari arah belakang memberikan segelas minuman pada lia
"hallo nona cantik silahkan di minum" ucap Rozi sambil mengulurkan gelas pada Lia
"kau meracuni ku" tanya Lia lalu mengambil gelas di tangan Rozi "
"hahahaha tidak mungkin Lia , kau konyol mana mungkin aku meracuni calon istriku "
"jaga mulutmu" ucap sengit Lia
"okay okay galak sekali kau ini"
"selamat ya Lia kamu sudah resmi jadi pimpinan dikantor papa mu , malam ini kau begitu cantik dari dulu rasanya cintaku tidak pernah pudar terhadap mu " ucap rosi dengan PD nya di hadapan Lia .
"kau itu berisik Ross diam atau kau pergi saja" ucap Lia sambil membuka ponselnya yang sepertinya ada pesan masuk .
Sans : nyonya sebelah kanan dekat meja tamu tuan Rendra seperti sedaritadi menatapmu apakah nyonya tidak menyadari itu ?
" ada apa dengan orang gila itu " Ucap dalam hati Lia
" Beby aku tinggal ya seperti nya ayahku memanggilku bye " ucap Rozi sambil mencolek pipi Lia
"sialan kau Ros" celetuk Lia yang tidak waspada karna sedang membaca pesan dari Sans.
Dari jauh sana Rendra seperti nya merasa kan banyak saingan yang ingin mendapatkan Lia dari jauh Rendra melihat Lia berjalan ke arah kamar mandi . Muncul ide gila di otak Rendra .
segeralah Rendra berjalan mendekati meja dekat jalan arah kamar mandi untuk memulai aksinya .
dari jauh Rendra melihat Lia berjalan sambil bermain ponsel dari arah depan Rendra sengaja membawa minuman jalan cepat agar terlihat terburu buru menabrak Lia .
" BRAK " mereka bertabrakan sampai ponselnya Lia terjatuh dan minuman yang di bawa Rendra tumpah di baju milik Lia .
" astaga " ucap Lia pelan sambil menutup mata sebentar dan menarik nafas untuk menetralkan emosinya .
" sorry nona saya benar-benar tidak sengaja apa anda baik-baik saja " suara Rendra dengan nada bersalah berpura pura agar terlihat natural
Tidak ada jawaban dari Lia karna dia fokus ke ponselnya yang jatuh dan membungkuk mengambil ponselnya
Lalu Lia memandang pria dan ingin tau siapa yang menabrak nya
"Kau" ucap dalam hati sambil menahan emosi
__ADS_1
"maaf nona saya tidak sengaja Oh my good baju anda basah nona " ucap Rendra sambil mengambil tissue dimeja lalu mengelap pelan baju yang di pakai Lia
"sudah tuan tidak apa-apa saya baik-baik saja , hanya basah sedikit nanti akan kering dengan sendirinya" ucap Lia sambil melangkahkan 1 kakinya kebelakang karna tidak mau Rendra menyentuh bajunya .
Jika dihadapan Lia bukan Rendra mungkin Lia sudah mengamuk seperti singa wkwkkw untung saja dia bisa menahan amarahnya untuk satu orang ini .
" ponsel anda tidak apa-apa nona , gara-gara saya kurang hati-hati ponsel anda jatuh " ucap Rendra memasang wajah bersalah
" lain waktu saya akan datang ke perusahaan anda untuk mengganti ponsel anda yang rusak "
" tidak perlu tuan ..." jawab Lia terpotong karna tiba - tiba papa Lia datang menghampiri mereka
" ya ampun sayang bajumu basah " ucap Adam
" mohon maaf tuan ini salah saya tidak sengaja menabrak nona kemudian air yang saya pegang terkena baju anak anda " ucap Rendra
" Tuan Rendra mohon maaf saya sampai tidak tau jika ini anda , saya kira anda tidak datang tuan " ucap Adam dengan tersenyum sambil menyalurkan tangan untuk bersalaman
"terimakasih sudah datang diacara peresmian anak saya tuan , saya sangat berterima kasih anda mau meregangkan waktu anda untuk datang ke acara saya , mari kita duduk tuan tidak sopan jika ngobrol sambil berdiri " tambah Adam
" menyebalkan " ucap Lia dalam hati sambil melirik Rendra yang berbicara dengan papanya .
Adam mengajak Lia duduk bersama Rendra untuk ngobrol
" perkenalkan Tuan rendra ini anak saya Lia yang akan meneruskan perusahaan saya dan nanti yang akan melanjutkan kerja sama dengan anda "
" Saya Liana tuan . senang bekerja sama dengan anda " ucap Lia sambil mengangkat tangan sambil tersenyum tipis untuk berjabat tangan dengan Andra
" Rendra " jawab Rendra mengangguk membalas jabat tangan Lia sambil tersenyum manis bak pangeran . beberapa detik mata mereka bertemu dan rasanya Rendra tidak ingin melepaskan jabat tangan ini , tanpa sadar jari jempol milik Rendra bergerak mengelus punggung tangan Lia .
reflek Lia melepas jabat tangan karna kaget dengan apa yang CEO tampan ini lakukan .
" sialan " ucap Lia dalam hati .
Rendra tau kalo Lia akan terkejut tapi dia tidak perduli , senyuman dan tatapan Lia sungguh membuat candu Rendra , dia merasa malam ini hatinya berbunga bunga walaupun hanya beberapa kali bertemu tapi Rendra ingin mendapatkan Lia seutuhnya .
Keesokan harinya
Hari ini adalah hari pertama Lia datang kembali kekantor papanya dengan jabatan baru sebagai CEO perusahaan. Masuklah Lia bersama sekertaris nya bernama Roy .
Sebelumnya ruang kantor milik papanya sudah di renovasi di desain sesuai keinginan Lia agar dia tidak bosan dengan desain yang klasik seperti papanya suka .
Duduk lah Lia di ruang kebesaran nya diikuti oleh Roy sekertaris di perusahaan.
__ADS_1
" roy aku ingin laporan Perusahaan 1 tahun ini , kemudian antar berkas nya kesini ya roy " ucap Lia
" baik nona "
"Roy sebentar dan kau umumkan kepada karyawan dan pekerja di perusahaan ini untuk jangan memanggilku Nona Tapi panggil Aku nyonya saja termasuk kau roy" ucap Lia
" baik nyonya apakah saya sudah boleh keluar"
"yaa " ucap singkat Lia
" litha mungkin sekarang aku akan sering ke kantor papa , jika ada sesuatu yang mau kau sampaikan soal laporan Perusahaan atau resto kau bisa langsung temui aku ke kantor .beritahu Sans juga kemal " ucap Lia pada litha di seberang telepon
" baik nyonya " jawab litha pada bosnya .
disebuah ruang kerja terdapat 4 orang berkumpul membahas masalah pekerjaan mereka bersama bosnya
" Litha ku dengar pembangunan resto baru kita dekat pegunungan sedang ada masalah " tanya litha
"iya nyonya salah satu mandor pembangunan disana telah kabur membawa sebagian modal kita untuk bangunan tersebut " jawab litha
"lalu " ucap Lia meminta anak buahnya memberi informasi lengkap terkait masalah
" kami sudah mencari informasi mandor itu kabur karna dia butuh uang untuk berobat istrinya yang sakit keras nyonya , dan kami sudah menangkap mereka beserta orang yang bekerja sama dengan mandor tersebut "
Lia tau semua di lakukan mandor itu secara terpaksa jikalau mandor itu berbicara kepada atasan yang mengelola bangunan itu pasti akan di bantu untuk meminjam uang daripada harus berhianat seperti itu .
" aku tidak ingin ada kekerasan, kau infokan kepada atasan di sana untuk memberi pilihan kepada mandor itu untuk mengembalikan uang yang dia curi lalu dia akan di pinjamkan uang kantor berapa yang dia buat butuhkan . "
"Dengan syarat bekerja dengan baik jikalau dia ketahuan mengkhianati kita lagi . penjarakan dia , pilihan yang kedua bebaskan dia keluarkan dari pekerjaan dan biarkan membawa uang curian dengan syarat namanya akan di blacklist dari pekerja Amerika. " perintah Lia
" baik nyonya akan saya sampaikan sekarang , saya izin pergi " ucap litha dijawab anggukan bosnya .
Tersisa lah kemal dan Sans didalam ruangan kerja Lia
" bagaimana perkembangan perusahaan yang kau jalankan Sans " tanya Lia
"semua berjalan lancar nyonya tidak ada masalah apapun "
" bagus "
" aku ingin kau mencarikan aku sekertaris dari anak buahmu untuk aku pekerjakan di kantor ini Sans , aku butuh sekertaris wanita "
" siap nyonya "
__ADS_1
" kemal aku sudah tanda tangan dan merevisi kontrak kerja dari A.K.A dan kau bisa memberikan ini pada mereka "
lia telah menuliskan syarat untuk menjalankan kontrak kerja sama perusahaan A.K.A dengan mengembalikan modal barang yang telah A.K.A curi bukan karna dia takut kekayaan nya habis tapi akan lebih cantik jika bermain dengan sedikit cerdik . Karna itu murni kelakuan anak buah A.K.A .