
" JANGAN BODOH KAMU LIA " bentak laki laki itu memeluk nya
perasaan Lia sudah hancur lebur dia hanya tersenyum tipis dan bruk dia pingsan .
Diujung parkiran club' malam yang baru saja Lia datangi terlihat seorang lelaki yang memendam amarah didadanya , rahang yang mengeras serta kedua tangan mengepal melihat seorang Wanita diseret secara paksa dan di sentuh oleh orang lain , Dia merasa tidak terima semua yang dia lihat didepan matanya .
Di dalam mansion mewah Revaldo membawa Lia pergi ke rumahnya , keadaan Lia pingsan kaki yang di perban . membuat Revaldo mengusap wajahnya kasar duduk di sofa memandang tubuh kekasihnya yang lemah seperti itu .
Revaldo tidak habis fikir hanya butuh waktu dan kurang kasih sayang darinya , Lia harus melakukan hal bodoh melukai dirinya sendiri . Sejak kapan kekasihnya selemah ini . Meluruskan kedua kaki diatas meja mengamati pelayannya sedang membersihkan tubuh Lia .
kepalanya rasanya ingin pecah , baru selesai habis habisan dia di hajar oleh Kris karna keteledoranya , dan sudah dipastikan habis ini kekasihnya akan marah padanya .
pukul 05.00 pagi Revaldo masih setia duduk di sofa memandang i kekasih yang masih belum terbangun dari pinsannya . Tidak ada pikiran sedikit pun untuk dia tidur dari semalam .
Mengambil ponsel di depannya menelpon seseorang
" atur semua untuk pemegang setiap perusahaan. Dipastikan Mereka bertanggung jawab . semua aku serahkan padamu , aku akan memeriksa secara berkala "
"..."
Revaldo berdiri berjalan mendekati Lia duduk di pinggiran ranjang mengusap pelan kepala kekasihnya penuh dengan cinta . Memegang dahi kekasihnya yang panas .
" Astaga Lia kamu demam "
" pelayan panggil dokter Sekarang" perintah Revaldo .
***
" nyonya tidak apa apa tuan dia hanya demam untuk lukanya sudah saya ganti perban , jika sudah bangun mohon beri obat ini untuk nyonya agar cepat sembuh , jika sehari belum turun panasnya dimohon untuk nyonya di bawa ke rumah sakit ya tuan , Saya permisi "
dokter tersebut keluar di antar oleh pelayan Mansion tersebut. .
" Revv " suara pelan muncul dari Lia yang masih memejamkan matanya . Lia mengigau dalam tidurnya . Kebiasaan dari dulu jika demam dia akan mengigau tidak jelas .
" sayang ini aku bangun yaa . aku minta maaf , aku sudah melakukan sesuai apa yang kamu minta sayang , cepet sembuhh jangan hukum aku dengan kamu seperti ini ." ucap Reval menggenggam tangan kekasihnya.
Hampir 2 hari Reval tidak mandi dan tidak makan hanya untuk menemani Lia istirahat sesekali kekasihnya bangun makan sedikit lalu memilih untuk tidur lagi tanpa berbicara pada Reval .
" permisi tuan . Asisten pribadi nyonya datang " ucap seorang pelayan .
__ADS_1
Reval mengangguk pertanda bahwa diizinkan untuk masuk .
" tuan Saya datang untuk membantu anda menjaga nyonya ."ucap litha datang dari arah pintu membawakan baju ganti Lia dan buah untuk bosnya , yah walaupun di ruang kamar sudah lengkap tapi apa salahnya litha membawa untuk berjaga jaga .
Litha berdiri di samping Lia .
" Tuan sepertinya juga butuh istirahat, lihatlah kantong mata anda . Jika nanti nyonya bangun saya beritahu tuan , biar nyonya saya yang jaga "
ucap litha pada Reval duduk di samping Lia sambil memegang tangan nya .
Litha melihat kekasihnya bosnya ini sangat berantakan. Kelihatan dari wajah yang kecapean dan penampilan yang tidak seperti biasanya ia lihat .
" Alhamdulillah nyonya bangun " litha membantu Lia duduk bersandar pada kepala ranjang dengan bantal di belakang tubuhnya .
" apakah nyonya butuh sesuatu" tanya litha
" ini di mana tha?" tanya Lia pelan sambil menelusuri titik kamar berharap dia tidak menemukan kekasihnya yang 2 hari ini selalu di dekatnya .
" ini di kamar Mansion tuan Revaldo nyonya " ucap litha
" Litha antarkan aku pulang sekarang " ucap Lia pada litha yang akan turun dari ranjang .
" Sayang " suara laki laki datang dari pintu depan dengan penampilan yang sudah rapi dan tampan daripada sebelumnya.
" Mau Kemana " tanya Reval menahan kekasih nya berdiri
" Aku ingin pulang" ucap Lia mencoba melepaskan pegangan dari Reval .
Reval menatap litha dengan memberikan isyarat meminta dia dan pelayan lainnya keluar dari kamar
" tha mau kemana " ucap Lia pada litha tapi anak buahnya hanya diam sama lanjut keluar dari kamar , karna litha rasa kedua pasangan ini harus menyesuaikan masalah mereka .
mereka berdua duduk di pinggir kasur saling berhadapan dalam diam . Lia yang duduk menyender pada Kapala ranjang menatap Depan .
" cobalah klo ada sesuatu yang membuat kamu tidak nyaman dengan perlakuan atau perbuatan ku bicara Lia , jangan membisu seakan akan kamu tidak masalah dengan hal itu " ucap Reval lembut namun tidak lepas dari tatapan amarah pada matanya menatap lia
" apa aku akan balik marah kepadamu jika kamu marah kepadaku ?"
" apa aku pernah bilang , kamu melarangku untuk menuntut sesuatu dariku ?"
__ADS_1
" aku hanya butuh keterbukaan atas apapun yang kamu rasakan , sesulit itukah membuka keyakinan hatimu untuk mempercayai aku Lia ?"
" masih kurangkah aku membuktikan sesuatu untukmu Lia ?"
" Apa susahnya kamu bilang itu ? Hmm aku tau kamu sangat menjunjung tinggi Ego dalam dirimu sendiri , Namun apakah susah buat kamu menurunkan sedikit ego itu , menjadi wanita manja dan tidak pura pura kuat seperti itu . "
" memendam emosi pada diri sendiri , lali meledakan emosi itu untuk melukai diri kamu sendiri "
Lia melirik sebentar wajah tampan kekasihnya terlihat lebam pada kepala dan pada rahang nya , ia mengingat betul apa yang ia lakukan tadi malam karna emosinya .
" sejak kapan kamu jadi wanita pembangkang dan punya mulut sekasar itu saat emosi ?",
" setahuku Amalia Fraga Samantara tidak memiliki sifat seperti itu , Dia selalu bersikap bijak dan tenang dalam setiap masalah yang ia hadapi , Tapi tadi malam apa yang terjadi ? Hmm" ucap Reval menatap Lekat wajah kekasih di depannya
" apa selama ini kelembutan yang aku berikan membuat kamu membangkang iya ?"
" aku merasa menjadi lelaki yang gagal tidak bisa menjagamu " ucap pelan Revaldo menatap sendu Lia .
menarik tubuh kekasihnya untuk di dekap didadanya . terdengar isakan tangis di dada sana . Revaldo mengusap lembut kepala dan punggung kekasihnya .
" berapa kali aku bilang , aku butuh kamuuu " ucap Lia dalam tangisnya sambil memukul mukul dada di depannya sekuat tenaga .
" kamu tidak pernah bilang seperti itu "
" aku bilang jangan kerja terus nanti kamu capek ",
" apa itu kata butuh aku hmm sayang dalam keadaan seperti ini saja kamu masih membesarkan egomu " ucap Reval pelan yang masih setia memeluk kekasihnya dan menenangkan nya .
" kamu seharusnya mengerti itu tanpa aku bilang yang jelas , kamu tidak peka "
" maafkan aku , aku akan belajar lebih peka lagi ya"
" aku memilih kamu mencakarku memukulku dan memarahiku jika aku salah ..bukan malah kamu harus datang ke tempat seperti itu sayang , itu tidak baik " menarik kekasihnya untuk menatap nya
Mengusap air mata yang sedari tadi keluar dari mata kekasihnya dengan lembut " Aku malu " menghambur kan pelukan pada kekasihnya sambil menangis lagi .
" cup sayang kenapa menangis lagi " memeluk Lia kembali
" wajahku jelek aku malu .. aku gak mau nangis .. Aku gak mau di lihatin kamu " ucap Lia
__ADS_1
muncul senyum pada bibir Revaldo " aku lebih suka kamu yang seperti ini Lia ", ucap Reval pada lia sambil merapikan rambut di kepala kekasihnya.