
Ke esokan harinya
terik matahari bersinar menemani para anak Adam melakukan aktivitas nya . dilihat dari balkon tempat kerja Lia pemandangan dari atas gedung sungguh indah langit yang cerah tanpa mandung sedikitpun. .
dia berjalan menuju kursi nya untuk melanjutkan pekerjaan nya .
POV LIA
...Jujur kenapa hati ini rasanya ada sedikit ragu , ragu untuk meneruskan perasaan, aku memang masih cinta tapi dilubuk hati yang dalam kenapa mimintaku untuk jangan di lanjutkan , kenapa? Ada apa?...
...Sudah jelas bukan ?kita sama sama mencintai , sudah jelas bukan? kita sama sama menjaga walaupun sudah bertahun tahun tidak berjumpa ?...
...Kenapa dengan hati ini ? . mari kita berjuang sekali lagi untuk membuat lubuk hati ini percaya . mari berjuang sekali lagi untuk membuat hati ini yakin .bahwa keputusan ini yang terbaik . Mari berjuang meyakinkan bahwa akan ada hari esok yang membahagiakan....
LANJUT KE CERITA
" bagaimana apakah kamu udah menemukan siapa yang membakar gudangku ras ?" tanya Reval kepada rasta anak buahnya
" tidak ada bekas bukti apapun yang bisa di kumpulkan tuan , cctv pun sudah di matikan sebelum rencana mereka selesai "
" kenapa bisa begituu ahh Siall "
" aku kehilangan berpuluh puluh miliyar karna perbuatan mereka … Sialan siapa yang melakukan itu , siapa sebenarnya mereka "
" ras sepertinya kali ini musuh kita bukan orang biasa . kamu perketat penjagaan gudang yang lainnya . jangan sampai ada celah lagi untuk mereka melakukan hal yang membuat aku rugi ras ", perintah Reval
" siap tuan "
Di mansion Adam
" Sayang kamu menginginkan acara lamaranmu dengan Revaldo kapan ? "
" bentar pa seperti aku masih ingin menyakinkan diri aku sendiri , nanti aku akan bertemu dengan Revaldo untuk membahas perasaan kita ya pa , sebelum Lia memutuskan Lia ingin membuang rasa khawatir Lia pa " ucap Lia
" papa tidak akan memaksamu untuk keputusan kali ini Lia . "
Setelah berbincang bincang di ruang keluarga Lia masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil ponsel
" hallo sayang tumben telpon ? " suara dari seberang ponselnya
" malam ini jemput aku yaa , ada sesuatu yang harus kita bicarakan diluar "
" iya sayang "
__ADS_1
.
Malam ini Lia sudah siap siap menunggu sang kekasih di dalam kamarnya . Sambil berdiri melihat suasan luar rumah dari balkon kamarnya.
Tok..tok " sayang Reval udah Dateng ", ucap mia dari pintu kamarnya
" iya ma "
Turunlah Lia menghampiri Revaldo yang sudah menunggu nya di ruang tamu
" ma pa Lia keluar dulu yaa " ucap Lia sama orang tuanya sambil mencium tangan mereka .
" iya sayang , Rev paman titip Lia yaa "ucap Adam
" siap paman " jawab Reval .
Mereka berdua menaiki mobil mewah Revaldo . Diperjalanan entah Lia rasanya tidak ingin berbicara apapun hanya menatap jendela .
" Lia , kamu gak papa ? " tanya Reval melirik kekasihnya sambil tetep fokus mengemudi
" aku baik baik aja revv "
" mau makan di mana ? "
" iya demi kamu gak papa tapi jangan lama lama yaa udaranya dingin " ucap Reval sambil memegang tangan halus Lia.
Lia menjawab Reval dengan anggukan
sampailah mereka dipantai Lia meminta Reval untuk duduk di pasir tanpa alas .
" pakai ya jaketnya " ucap Reval memakaikan jaketnya ke punggung Lia
" aku kangen saat saat dulu kita duduk kaya gini di sini Rev " ucap Lia sambil merasakan angin pantai menyapa wajahnya
Reval yang asik memeluk punggung kekasihnya dan merapikan rambut dari angin pantai .
" Revvv ? " panggil Lia pelan
Dia sadar sedari tadi Revaldo memandangi wajahnya dari samping entah apa yang membuat laki laki ini betah memandang i wajahnya .
" kamu bener bener serius dengan aku ?" entah ada keraguan dihati Lia untuk menanyakan hal seperti kepada kekasihnya .
" apa yang membuat ruan putri ini gelisah ? Apa yang ingin kamu ceritakan he ? Ucap Reval menatap lekat mata sak kekasih .
__ADS_1
" banyak Revv "
" Lia aku tau beberapa hari ini kamu ngerasa gelisah kan ? Kenapa ? Ada sesuatu yang mengganjal dihati putri cantikku ini ?, bicaralah aku akan setia mendengar nya , aku tidak ingin putri cantik kecilku ini tidak nyanyak dalam tidurnya " ucap Reval mengusap pipi Lia .
...Bolehkan aku mengatakan ini ? aku tidak takut jujur tapi aku takut berbicara, entah rasanya takut takut sesuatu itu terjadi lagi . ...
kepala Lia menatap langit bintang yang bertebaran di atas sana , entah seperti bintang itu meminta Lia untuk berbicara sekarang .
" aku takut revv " ucap Lia menahan air yang tidak dasar ingin keluar begitu saja .
Reval tau jika kekasihnya sedang tidak baik - baik .
Reval diam menunggu apa yang akan kekasihnya ini sampaikan .
" aku takut kamu menyakiti ku lagi "
DEG
Apa yang selama ini Reval pikiran benar kekasihnya masih meragukan nya . dia tidak menyalahkan Lia tapi menyalahkan diri sendiri karna kebodohan nya di masa lalu . Sampai membuat wanita yang yang selalu di hatinya ini merasa trauma begitu besar untuk mencoba menerimanya lagi.
" Lia , tatap aku " jawab Reval memegang ke dua tangan Lia . meletakkan 1 tangan nya ke dada Reval .
POV REVALDO
... bagaimana lagi untuk aku memintamu kepercayaan nya, aku resah , aku bingung , aku ingin menyerah tapi aku tidak bisa jika melepas mu , ini sulit untuk melihat mu pergi kedua kalinya . sedari dulu hatiku selalu terukir namamu , sedari dulu sudah ku coba untuk melupakan tapi tidak bisa . ...
...Sudah kucoba membuka hati untuk yang lain namun tetap gagal . ...
...Please beri aku kesempatan ini ya tuhan . jika aku melakukan kesalahan lagi aku rela kau hukum . Aku rela menderita. Untuk satu ini mohon restui aku. ...
Reval tau kekasihnya sedang menahan tangis . segera ia peluk Lia kedalam dekapannya, menangis didalam dada Reval rasanya sangatlah nyaman , ingin rasanya seperti ini menghentikan waktu agar ini tidak berakhir namun Lia tidak bisa melupakan keraguan nya begitu saja.
mengusap lembut rambut Lia merasakan getaran tubuh kekasihnya, se trauma itu dirimu . Sejahat itu Reval dulu .
" aku tidak akan berani melakukan itu lagi Lia , sudah cukup sekali kehilangan dirimu , aku sangat mengutuk diriku di masa lalu , cukup sekali aku gila dengan bayangan penyesalan ku . Mohon maafkan aku Lia " ucap Reval tanpa sadar lelaki itu menumpahkan air bening dari matanya .
menarik tubuh Lia untuk menatap matanya
"kita ulang sekali lagi ya sayang ? " ucap Reval
Tangis Lia pecah mendengar ucapan Reval . Sedikit lama menunggu tangis kekasihnya reda . Reval berbisik berpuluh puluh kata untuk menenangkan kekasih nya . Dengan sesenggukan Reval mengecup bibir dan kening sebentar .
...Entah kenapa pelukanmu begitu nyaman , sedari dulu kenapa hanya dirimu yang membuat aku menjadi lemah , kali ini akan ku biarkan hati ku berlabuh kembali ke tempat semula. ...
__ADS_1