
Sampailah mereka didepan gedung tinggi menjulang Revaldo meminta Lia untuk ikut ke apartemen nya , tidak ini bukan gedung milik Lia tapi milik Revaldo sendiri .
sampai di salah satu apartemen yang didesain elegan perpaduan warna putih dan gold ." Cantik " satu kata yang terucap saat Lia masuk ke dalam apartemen Reval ini .
" bagus gak sayang …? " tanay revaldo pada Lia saat Lia sudah duduk di sofa .
"sejak kapan kamu suka warna putih Rev " tanya Lia masih memandangi interior dari ruangan tersebut dari mulai lantai dan lukisan pantai yang menurut Lia jauh dari ekspektasi apa yang Reval suka . Bukannya tidak Suka maksutnya tidak begitu suka .
" minumlah dulu sayang ," ucap Reval duduk di sofa sebelah Lia sambil memberi segelas jus jeruk untuk kekasihnya .
" bagus aku suka cantik , apartemen siapa , klo dilihat dari interior nya lebih cocok klo di tempati wanita " ucap Lia lalu meminum segelas yang ada di tangannya sambil melirik Reval .
Reval menarik kepala Lia untuk bersandar di dadanya .
" jangan berfikir aneh - aneh " kaya Reval mengusap kepala Lia
" ngga kan aku nanyaaaaa ." Lia sambil menarik kepala nya dari dada Reval lalu duduk dan merapikan rambut yang sudah di acak acak Reval tadi .
Ditariknya lagi kepala Lia didadanya Reval untuk bersandar " ihhh revalll " .
" Diem sayang , apartemen ini buat kamu ? " menahan dan mengusap kepala kekasihnya agar tidak kabur lagi "
" bohong " jawab Lia pelan sambil bermain jari jarinya .
" serius . kamu tau selama kamu pergi apartemen ini yang selalu aku datangi setiap aku capek , aku marah , aku banyak masalah . tempat pelarian aku adalah apartemen ini "
" Why "
" aku masih ingat betul warna kesukaan kamu , putih gold dan silver , kamu tau lukisan itu . Kamu lebih suka dengan pantai daripada pegunungan, saat setelah aku tau kamu pergi aku sengaja nge desain apartemen khusus untuk mengingat kamu . Yaaa walaupun cuma mengingat itu lebih dari cukup walaupun tidak bisa bertemu kamu lagi , dulu bahkan aku sempat berfikir tidak akan menikahi wanita siapapun "
" dan kamu sadar sekarang kita dipertemukan lagi oleh waktu , dan aku tidak akan membiarkan kamu pergi untuk kedua kali "
" aku tidak akan pergi Reval, bukankah kita sudah sama - sama janji untuk berjuang lagi "
Bangkitlah Lia dari Sandaran dada Reval .
" Revv ada apa ? apa ada masalah di kantor ? Masih merasa emosi ? " tanya Lia menatap kedua manik Reval .
" NO , air untuk mematikan api ku sudah datang " ucap Reval mengusap pipi Lia dengan punggung tangannya .
__ADS_1
" lalu ?" tanya Lia
" ada seseorang yang menyerang gudang utamaku sayang , "
" need my help ?"
" NO . Aku tidak mau kekasihku ini ikut bekerja keras untukku , Kedepan nya aku akan meminta anak buahku untuk menjagamu ya sayang , aku tau kakamu selalu menjagamu tapi tidak salah kan kalo aku ikut menjaga keamanan mu ? Aku hanya takut saja mereka melukaimu " ucap Reval sambil menata anak rambut kebelakang telinga Lia .
" Revv " Lia bergeleng geleng ingin Lia menerus bicaranya tapi langsung Reval mengucap
" jangan menolak yaa , aku hanya khawatir kamu terluka sayang , jaga diri kamu baik baik saat aku tidak berada di sampingmu yaa , Minggu depan adalah jadwal tunangan kita okay ."
" apa tidak lebih baik kita undur sampai masalah kamu selesai ? " .
" acara kita lebih penting sayang . Jangan ikut khawatir yaa , cukup kamu doakan semua cobaan kita lancar sampai kedepannya . "
Lia mengangguk . Reval menarik Lia untuk dipeluknya . Pelukan itu terasa hangat untuk keduanya . dilanjutkan dengan pagutan lembut dari mereka.
Revaldo akhirnya mengantarkan Lia untuk pulang ke mansian. "sayang aku antar sampe sini yaa . abis ini istirahat ya … jangan begadang atau telat lagi "(muncul senyum manis pada Revaldo untuk kekasihnya) .
Saat akan membuka pintu mobil
Lia tersenyum lalu menyentuh bibir Revaldo dengan bibirnya tanpa Lia sadar Revaldo menahan tengkuk nya untuk tertahan di sana dan akhirnya beberapa menit mereka saling memagut satu Sama lain .
" ishh revv nakal deh " reflek menyentuh mulut dan menghapus sisa sisa perbagutan mereka.
" enak kan tapi " menggoda lia
" aku keluar ya dahh "
" jangan lupa besok pulang dari kantor kita keluar " ucap Reval
" iya revv " ucap Lia sambil berjalan keluar dari mobil.
sampai kamar dia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu merebahkan ke kasur .
Tingg....
Suara pesan masuk
__ADS_1
_ Revaldo<3
" Good night dear, have a nice dream See you tomorrow " muncul senyum di bibir Lia .
"aku Berharap sekarang dan seterusnya akan seperti ini " ucap Lia dalam hati.
Dikamar Revaldo
dia tidak bisa tidur untuk tenang , menuju balkon kamarnya berdiri di depan pagar balkon . Revaldo bukan tipe pria yang suka mabuk . dia juga bukan perokok aktif . Dia menyalakan barang kecil panjang itu saat pikirannya tidak bisa diam . Bukan memikirkan bagaimana kerugian perusahaan kemarin tapi memikirkan kekasihnya nanti .
Revaldo tau siapa kelompok The_Lion itu . Salah satu Kelompok yang selama ini dia hindari . Dia tidak takut jika dirinya disakiti namun dia takut orang orang sekitarnya yang menjadi incaran mereka . apa yang harus Reval lakukan . Ini sungguh sangat membuat beban . Jika dia tau kesalahan apa yang Reval perbuat mungkin dia akan memilih untuk mengalah dan memilih jalan damai .
Revaldo tertidur di sofa tanpa mengganti kemeja sedari tadi malam ja pakai .
Disebuah markas Kris dan Rendra duduk di sebuah kursi sambil memandang hutan dibelakang markas tersebut . Rendra sengaja menemui Kris di markasnya .
" adimu akan tunangan Minggu depan ",
ucap Rendra
" aku kakanya dan aku pasti tau ? Kau gagal ndra " ucap Kris sambil tersenyum licik
" hehhh , terdengar hembusan napas kasar . Dia belum menikah aku masih punya kesempatan " ucap Rendra
" apa? Kau ingin menghancurkan mereka "
" kata siapa . Aku hanya akan menghancurkan si brengsek Reval itu saja " ucap rendra sambil meniup rokok yang sedang ada di tangannya .
" Sama saja , karna adiku mencintai laki laki itu "
" aku akan paksa "
" haiii , jangan main main draa . Kau akan berurusan dengan siapa kalo membuat adiku menangis " ucap Kris
" untuk urusan ini aku tidak bisa membantu. , mereka sama sama mencintai. sudahlah kau ikhlaskan saja .siapa tau jodohmu memang masih bertumbuh hahahah " ucap Kris
" Sialan " umpan Rendra sambil melempar apek di meja .
" kau mungkin bisa memaksa orang lain , tapi tidak dengan adikku .kau tau pawangnya siapa ? Jangan sampai ku hancurnya markas kunomu itu " ucap Kris santai
__ADS_1
" Cihh " .