
" Saya bilang singkirkan mobil kalian " ucap tajam Reval rasanya dia sudah gerah
" Sebelum itu aku akan menyingkirkan kamu terlebih dahulu Reval "
" DORR "
Revaldo merasakan nyeri yang luar biasa dibagian dada kirinya . Tangannya reflek menyentuh dada ia melihat darah pada telapak tangannya . badannya yang berdiri melemah jatuh berlutut sambil menyentuh dada nya . dengan menahan kesadaran agar tidak tumbang .
Revaldo masih sangat jelas jika laki laki di depannya itu sudah menembak dirinya . Lelaki itu berjalan mendekati Revaldo yang jatuh didepan mobilnya .
" ini hanya peringatan, jika kamu mati pun malah lebih baik tinggalkan atau akan aku hancurkan semua yang kamu punya ", ucap lelaki itu didepan wajah Revaldo lalu menendang wajah Revaldo menggunakan kaki nya sehingga terdengar teriakan dari mulut Reval .
Ia pergi meninggalkan Reval sendiri . Dengan setengah mati Revaldo mencoba berdiri berpegangan dengan mobil di belakangan tertatih pelan masuk kedalam mobil untuk mengambil ponsel yang berada di kursinya menahan agar tetap tersadar sebelum dia mati mengenaskan tanpa ada yang tau .
tangan kanan yang memegang dadanya dan tangan kiri memencet nomer yang terakhir iya hubungi yaitu anak buah nya didaftar telpon paling atas . dari seberang sana sudah terdengar jawaban di telpon, sebelum Revaldo berbicara ia sudah jatuh dan tergeletak di bawah pintu kemudinya . Bahkan darah yang keluar membuat kemeja putihnya merah semua .
Dirumah sakit
Berbaringlah seorang laki laki yang sedang kritis disuatu ruangan yang sedang di Tangani oleh dokter .
Diluar ruang rawat reval Lia sedang menangis histeris didalam pelukan Kaka tercintanya. Baru saja kemarin dia bahagia dengan sang kekasih kenapa harus sekarang Seperti ini .
" kak revaldoo hix hix , siapa yang berani melakukan nya " ucap Lia .kakanya hanya bisa mengusap pelan punggung adiknya .
__ADS_1
" udah yaa kita pulang dulu biar anak buah Kaka yang menjaga ruang revaldo untuk sementara waktu , besok kita kesini lagi , kamu juga butuh istirahat"
Pagi hari Lia sengaja bangun pagi untuk memerintahkan Sans memanggil anak buah inti Revaldo untuk menemui nya di markas yang bertempat di belakang mansion miliknya . Untuk lokasi markas ini berada di depan penjara bawah tanah miliknya .
Para anak buah Reval yang kemarin menemukan Revaldo akan dimintai penjelasan atas kejadian yang menimpa kekasihnya .
Lia tidak akan menampilkan raut wajah sedih ataupun khawatir pada orang lain kecuali hanya Kaka dan kekasihnya saja . sisanya hanya wajah datar emosi yang mereka lihat .
saat mobil yang mereka datang Sans mengarahkan mobil mereka tidak masuk ke gerbang utama mansion. tapi di alihkan ke gerbang belakang yang akan mengarah langsung ke markas .
mereka kaget ternyata kekasih bosnya bukan hanya seorang pembisnis tapi juga punya markas yang tidak mereka pikir sebelumnya .
Sans meminta mereka untuk duduk di kursi berhadapan dengan Lia . Lia sudah menunggu di dalam markas sedaritadi. Di dalam markas membuat mereka melihat banyak anak buah yang berpakaian serba hitam menjaga setiap sudut dalam ruangan tersebut . bahkan meraka juga melihatnya ada sebuah tangga yang menurun ke bawah di belakang kursi yang Lia duduki . tangga itu terlihat gelap . Namun meraka tidak akan berani bertanya .
di jalan tadi Sans sudah bercerita sedikit tentang bosnya agar saat di markas mereka tidak kaget dengan siapa yang mereka hadapi nantinya.
Apakah Lia marah ? Tidak . Lia akan bersikap tegas kepada semua anak buahnya termasuk anak buah kekasihnya ini .Lia tau kemampuan Revaldo berkelahi itu hebat . Namun dia tidak habis fikir kenapa kali ini Revaldo bisa lemah .
" Jelaskan " ucap tegas Lia
Sans yang berdiri di samping Lia hanya bisa diam dan memperhatikan bosnya takut takut jika bosnya ini tidak bisa mengendalikan diri . Sans tau betul jika sekarang bosnya marah .
"mohon maaf dengan keteledoran kami nyonya . sebelumnya kami selalu mendampingi tuan saat pergi kemanapun, dan tadi malam tuan keluar dari kantor terlihat berantakan dan kami sudah memaksa untuk mendampingi tapi tuan tetep kekeh untuk meminta pergi sendiri " ucap anak buah reval
__ADS_1
Lia mengerutkan kening nya apa yang di maksud berantakan, kenapa Revaldo apa ada masalah sebelum dia pergi . Batin Lia
" sebelumnya tuan mendapatkan kabar bahwa semua gudang di 7 perusahaan cabang dibakar oleh seseorang dengan waktu bersamaan. Waktu itu tuan Revaldo pamit akan pergi untuk menemui nyonya ." tambah anak buah Reval
" 7 gudang sekaligus dalam 1 waktu nyonya , dan ini sudah direncanakan secara matang oleh musuh , karna gudang itu tidak kecil dan saya sudah mencari tahu bahwa mereka memasukan musuh dalam gudang untuk menyamar sebagai penjaga untuk memperlancar kerja mereka "
" sepertinya pelakunya sama dengan pelaku 3 bulan yang lalu dengan kejadian terbakarnya gudang pusat nyonya , kami sudah mencari tahu siapa mereka namun tidak ada jejek sedikitpun yang mereka tinggal , kami juga sudah mencari tahu identitas mereka nyonya namun hasilnya tetap tidak bisa kita temukan nyonya "
" kemarin malam tuan tiba tiba menelpon saya saat saya angkat tidak ada jawaban dari tuan revaldo sama sekali namun ponselnya tetep menyala .dan di detik itu juga saya meminta anak buah untuk mencari tuan "
" kami menemukan tuan revaldo dalam keadaan tidak sadarkan diri karna tembakan pada dada sebelah kiri tuan yang berdarah Dan tuan Revaldo seperti juga mendapat pukulan tepat di wajahnya *
" Sialan , sekarang kemana kalian menaruh para bedabah itu " tanya Lia
" kami taruh mereka di markas tuan Revaldo tuan , kami hanya bisa menangkap 3 orang selebihnya sudah berhasil melarikan diri " jawab mereka
" BODOH "
" kalian ambil mereka bertiga pindahkan ke penjara sekarang juga "
" ba baik nyonya kami akan segera membawa mereka kemari "
" Sans perintahkan anak buah kita untuk menjaga pemindahan mereka , dan tutup kedua mata mereka saat perjalanan , jangan membiarkan mereka membuka mata mereka sampai saya datang ." ucap Lia pada Sans
__ADS_1
anak buah ravaldo keluar dari markas bersama anak buah Lia yang akan mendampingi mereka.
" Sans kau perintah candra untuk mencari tahu siapa yang melakukannya . Aku akan pergi , nanti malam aku akan kembali " ucap Lia keluar dari markas