
" sudah puas kamu sekarang sudah bertemu dengan presiden LION S.A , klo begitu silahkan pulang "
" kata siapa aku sudah puas , bahkan melihatmu seharian tidak akan membuat aku puas sayang "
 ucap Rendra sambil tersenyum licik entah senyum apa itu
" sinilah mendekat, duduk mu terlalu jauh dariku liaaa "
" aku tidak butuh persetujuan siapapun untuk dimanapun aku menaruh bokongku rendraaa "
" aku tau perjuangan mu bagaimana beberapa tahun mempertahankan namamu untuk tidak terpublik sebagai wanita terkaya nomer 2 di Amerika Lia " ucap rendra menatap wajah cantik Lia
" kamu tidak ingin kan namamu terpublikasi dengan konyol begitu saja tanpa persiapan mental? "
" pikirkan baik baik sayang , aku tau kamu wanita yang tidak mudah di tumbangkan apalagi dengan kekuasaan yang kamu punya dan ...." ucap Rendra sengaja memotong perkataan nya .
Rendra mendekati tempat duduk yang Lia tempati dan pindah duduk tepat di samping Lia . Lia hanya diam dan melirik tajam apa yang Rendra lakukan .
" dan aku juga tau tentang siapa yang bekerja di bawah kuasaanmu " ucap Rendra pelan tepat di samping telinga Lia
" nyonya Lia kau sedang menyembunyikan karyawan mu disuatu tempat bukan ? "
Lia kembali berfikir keras dengan logikanya sendiri , apakah Rendra tau tentang mansion pribadi dan penjaranya ? Apakah Rendra tau tentang bodyguard mafia nya ? apakah Rendra tau perbuatan nya yang hobi menyiksa orang ? Entahlah Lia semakin ingin meracuni Rendra saja .
" yaa kamu benar , aku bahkan tidak percaya jika kamu tidak tau apapun tentang aku tuan ketua mafia " ucap Lia
" buktinya aku butuh berminggu-minggu untuk mendapatkan identitas pemilik perusahaan ini bahkan sebenarnya pemiliknya sudah aku kenal sekalipun tanpa aku sadari , kau memang pintar lia hahahah "
" sepertinya cocok jika kita berdua menjadi pasangan , cantik , dan kita bisa bekerja sama ".
" cihh mimpi " jawab Lia pada Rendra
" saya dengar Minggu depan kamu akan datang ke acara kampus dan itu harus membawa pasangan ya Lia ? sepertinya aku punya penawaran menarik . Bagaimana jika aku yang kau ajak kesana maka ini akan menjadi rahasia kita berdua " .
" aku tidak tertarik untuk datang "
__ADS_1
" yah nyonya miliader tidak datang , apa kata semua orang sayang , besok kau siap2lah aku akan menjemputmu ke mansion pribadimu " ucap Rendra sambil mengigit bibir bawahnya sambil tersenyum
sekilas Lia menatapnya dan dia membatin itu sungguh s*xi sekali . sedetik dia tidak perduli bahkan benci dengan wajah Rendra itu .
serius aku sebagai Outhor kepo sekali dengan perawakan Rendra ini 😠uwoooo
 lanjutt
" mansion pribadi ? " tanya Lia
" iya sayang mansion pribadimu didekat pegunungan bukan "
" kau sungguh Licik Rendra "
" Apanya yang licik sayang hahahah aku tau itu tidak salah bukan ... "
" aku tidak mau mengajakmu " ucap Lia dengan tegas
" aku tidak butuh persetujuanmu dan ini terbaik untuk perusahaan mu , Dan aku akan membantumu untuk menutupi nya Lia "
" aku tidak butuh bantuan mu Rendra "
" aku akan pulang dan aku memberimu waktu bebas sebelum bertemu aku . Cek rekening mu aku sudah mengirimkan sejumlah uang untuk kamu membeli gaun dan untuk ucapan terimakasih ku karna kau mau menyetujui kerja sama kita " senyum licik
" walaupun kerja sama ini tanpa persetujuan mu Lia " tatapan tajam itu muncul lagi pada Rendra untuk Lia
" aku pergi sayang . Jaga dirimu baik - baik . Dan ingat bodyguard kamu akan bertambah, jaga diri kamu baik2 dan yang utama jaga hati kamu setiap tindakan mu akan selalu terekam sini (berbicara sambil menunjuk mata Rendra..) " sekilas cepat rendra menyentuh tangan Lia lalu menyentuh dengan bibir nya .
" ahhhrrrr aku tidak perduli " jawab Lia selepas Rendra berjalan ke arah pintu namun Rendra masih mendengar perkataan Lia .
" SIALL" , amuk liaaa sendiri di dalam ruangan . "Sanss litha masuk sekarang "
" ARGGGG " teriak Lia melemparkan semua yang ada di meja apapun kecuali leptop dan ponsel karna itu sudah di selamatkan oleh litha selaku assisten pribadinya . amukan lia dilihat dan di dengaar oleh kedua anak kepercayaan nya.
sudah biasa bagi mereka melihat bosnya seperti ini bahkan ini tidak begitu mengerikan dibanding jika bosnya menyiksa orang .
__ADS_1
Mereka ber dua hanya diam tidak berani berbicara sebelum di suruh ketika Lia sedang frustasi seperti ini .
" Sans perketat mansion pribadi . perketat semua cctv… Tutup semua jalur pintas menuju ke mansion .kecuali udara . Tukar semua bodyguard mansion dengan semua mafia " perintah lia pada Sans .
" untuk sementara jika ada urusan kantor langsung temui aku di apartemen milik Anya , aku akan membeli satu unit apartemen atas namamu Lit "
" litha beritahu Roy untuk menghandle semua pekerjaan ku sementara. Aku tidak akan ke kantor "
" tutup semua akses nomer telepon yang menghubungi ponselku tidak terkecuali nomer keluargaku "
" tutup masalah ini dari papaku "
" lit kau hubungi nomer Anya untuk memberitahu bahwa sementara waktu jangan menghubungi aku dan aku tidak akan datang ke acara "
" Sans aku titip mobilku antar pulang ke mansion papa . Aku akan pergi sendiri tanpa bodyguardnya. Siapkan mobil salah satu karyawan untukku siapkan di parkir mobil perusahaan .10 menit aku akan turun "
" kalian pakai mobil karyawan kantor saat menuju ke apartemen nanti "
" sans bawa ponselku ke rumah , satu Minggu kedepan aku tidak akan memakai ponsel itu "
" litha Sans tinggalkan ponsel kalian di mansion bersama ponselku "
" ada masalah apa nyonya sampai ponsel anda harus ditinggal " ? Tanya litha
" kalian bodoh ceroboh ,ponsel kalian disadappun tidak sadar " celetuk bosnya
aku akan ganti baju dan turun melalui tangga darurat . Sans lit Sementara komunikasi kita melalui earphone. Sita semua earphone bodyguard.
5menit Lia keluar dari kamar ruang kerjanya Lia sudah memakai setelan rok dan baju kantor .
" Sans pantau aku saat menuruni tangga sampai keluar dari parkir, ini acara satu satunya untuk mengelabuhi anak buah dari Rendra "
Aku pergi . ingat Pesanku tadi
lia hari ini dalam mode singa dirinya di kuasai amarah dan emosi . Dia pergi turun menggunakan tangga darurat yang menghubungkan langsung dengan parkir mobil .
__ADS_1
Dari ekor mata Lia melihat beberapa bodyguard yang berjaga disetiap sudut dan itu bukan bodyguard Lia . Lia sangat hafal wajah dari semua anak buahnya .
melangkahkan kaki dengan pasti agar mereka tidak mencurigai nya . Sampailah di dalam mobil yang sudah di siapkan anak buahnya diam diam . Langsung lia gas mobil dan keluar dari area perusahaan.